Definisi Utang, Jenis Utang, dan Manajemen Utang

Updated
February 15, 2022
‚ÄĘ Waktu baca 6 Menit
Gambar Definisi Utang, Jenis Utang, dan Manajemen Utang
Reading Time: 6 minutes

Kita sudah tidak lagi asing dengan apa itu utang. Secara singkat utang adalah uang yang kamu pinjam dan harus kamu kembalikan lagi pada saat yang sudah ditentukan. Beberapa utang mensyaratkan pengembalian tambahan berupa bunga jika kamu meminjam melalui bank atau lembaga keuangan lainnya.

Sebagian besar orang mengasosiasikan utang sebagai sesuatu yang sangat buruk yang bisa membuat seseorang kehilangan aset berharganya. Beberapa orang bahkan tidak hanya sekedar kehilangan harta benda, namun juga kehilangan keluarga, mengalami depresi, bahkan hingga bunuh diri.

Namun hal itu hanya akan terjadi jika kamu memiliki pinjaman dengan pengelolaan yang salah. Untuk itu kamu harus perhatikan juga kepada siapa kamu berhutang, apa saja syaratnya dan risikonya, kemudian sesuaikan dengan kemampuan finansialmu saat ini.

Hampir semua orang pada akhirnya akan memiliki utang pada titik tertentu dalam hidupnya. Berpikir hati-hati sebelum menempatkan diri dalam posisi ini merupakan sebuah keharusan mengingat jumlah uang yang akan kamu kembalikan akan selalu lebih besar daripada yang kamu pinjam. Hal ini dikarenakan pemberi utang atau kreditur akan membebani kamu dengan biaya-biaya lain seperti biaya provisi, biaya bunga, dan biaya-biaya lainnya.

Utang adalah sesuatu yang sebenarnya tidak selamanya harus dihindari. Memang beberapa orang mengalami kebangkrutan jika tidak mengelola utangnya dengan bijak, namun ada juga orang yang berhasil sukses dengan memanfaatkan utang dengan bijak. Oleh karena itu pahami apa itu utang, apa saja jenis utang, dan bagaimana pengelolaan utang yang baik dengan membaca artikel di bawah ini.

Pengertian Utang

Utang adalah uang yang dipinjam oleh satu pihak dari pihak lain. Utang digunakan oleh banyak perusahaan dan individu untuk melakukan pembelian dengan volume transaksi besar yang tidak mampu mereka bayar secara tunai. Pertimbangan terpenting yang perlu kamu lakukan saat mengambil pinjaman adalah mengetahui apakah utang yang timbul merupakan utang baik atau utang yang buruk.

Utang yang baik adalah utang yang manfaatnya akan tumbuh atau menghasilkan pendapatan jangka panjang. Mengambil pinjaman untuk memulai usaha atau membeli aset merupakan contoh dari utang yang baik. Akan tetapi kamu masih perlu untuk melakukan perencanaan matang karena tidak menutup kemungkinan pinjaman yang kamu ambil menimbulkan risiko keuangan di kemudian hari.

Utang yang buruk adalah utang yang timbul untuk membeli barang-barang yang cepat kehilangan nilainya atau mengalami depresiasi. Barang-barang ini selain mengalami penurunan nilai juga tidak dapat menghasilkan pendapatan jangka panjang. Utang yang buruk adalah utang yang memiliki tingkat bunga tinggi, seperti utang kartu kredit. Agar kamu bisa terhindar dari utang yang buruk, tanamkan prinsip jika kamu tidak mampu membelinya dan tidak membutuhkannya, jangan membelinya.

Utang yang dikelola dengan baik sebenarnya bisa menjadi hal yang baik. Namun, bunga merupakan sesuatu yang harus kamu beri perhatian lebih. Khususnya untuk kartu kredit, jika kamu tidak disiplin melakukan pembayaran, bunga dapat terus meningkat dan meningkat. membuat kamu terjerat untuk sejumlah uang tunai yang jauh lebih besar daripada yang kamu antisipasi. Itulah yang disebut utang buruk.

Kamu bisa menghindari utang buruk dengan menghindari pinjaman berbunga tinggi, selain itu jangan menggunakan utang untuk membeli hal-hal yang tidak benar-benar kamu butuhkan dan jangan menunda-nunda untuk melunasi utang yang kamu miliki.

Lalu, ada juga utang yang baik. Utang yang baik mencakup pinjaman berbunga rendah untuk penggunaan yang memiliki nilai ekonomi yang terus naik seiring waktu. Contoh utang yang baik adalah KPR. KPR memiliki suku bunga yang rendah namun rumah yang kamu miliki nilainya akan terus naik seiring waktu.

Selain KPR, pinjaman jangka pendek dengan nominal  kecil untuk keperluan bisnis juga termasuk utang yang baik. Selain menjadi suntikan modal, kamu juga dapat meningkatkan skor kredit kamu dimata bank sehingga kamu menjadi nasabah terpercaya untuk mendapatkan pinjaman yang lebih tinggi di kemudian hari.

Jenis-jenis Utang

jenis jenis utang

Utang memiliki beberapa jenis jika dilihat berdasarkan jangka waktu pengembalian dan sifat pengelolaan. Dengan memahami jenis-jenis utang, kamu bisa mengoptimalkan manfaat yang bisa kamu peroleh dari utang. Selain itu, kamu juga bisa menghindari keburukan yang bisa ditimbulkan oleh utang, berikut ini penjelasannya:

Berdasarkan Jangka Waktu

Setidaknya terdapat tiga jenis utang berdasarkan jangka waktu pelunasannya, yakni utang jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Utang ini bisa timbul dikarenakan banyak hal misalkan pembayaran tertunda pada supplier, piutang dagang, pinjaman modal jangka panjang, dan sebagainya. Berikut ini penjelasannya:

Utang Jangka Pendek

Utang atau kewajiban yang harus dilunasi dalam kurun waktu yang singkat. Biasanya dibawah satu periode akuntansi atau satu tahun. Disebut juga utang lancar karena biasanya dibayarkan dengan aset berupa aktiva lancar. Utang ini biasa ditimbulkan saat kita melakukan transaksi kepada supplier atau piutang dagang pada konsumen dengan pembayaran non-tunai.

Utang Jangka Waktu Menengah

Utang atau kewajiban yang harus dilunasi dalam kurun waktu menengah. Biasanya di atas satu periode akuntansi atau dibawah 10 tahun. Utang jenis ini biasanya terjadi saat kita melakukan pembelian mobil sebagai armada bisnis atau untuk keperluan pribadi.

Utang Jangka Panjang

Utang atau kewajiban yang harus dilunasi dalam kurun waktu yang lama. Biasanya di atas 10 tahun. Pinjaman ini biasanya memiliki suku bunga yang ringan namun tenor yang panjang. Hal ini disebabkan karena lamanya waktu yang dibutuhkan untuk melunasi utang. Contoh utang jangka panjang adalah KPR, pinjaman multiguna, dan sebagainya.

Jenis-jenis Utang Berdasarkan Pengelolaan Keuangan

Selain berdasarkan jangka waktu, utang dibagi menjadi dua jenis kategori yakni berdasarkan sifat pengelolaannya yakni utang produktif dan konsumtif. Keduanya selain memiliki sifat pengelolaan yang berbeda juga memiliki manfaat yang berbeda. Keduanya sama-sama baik selama kamu memanfaatkannya dengan bijak. Berikut ini penjelasan mengenai perbedaan utang konsumtif dan produktif.

Utang Konsumtif

Utang adalah utang yang timbul untuk tujuan konsumsi. Meskipun disebut konsumtif, utang ini tidak bisa dikonotasikan sebagai utang yang buruk, karena terdapat banyak sekali kegiatan konsumsi yang memiliki manfaat yang besar. Misalkan kegiatan konsumsi untuk keperluan biaya sekolah anak, biaya rawat inap rumah sakit, biaya persalinan, renovasi atau pembangunan rumah, dan lain sebagainya.

Utang Produktif

Utang produktif adalah utang yang digunakan untuk keperluan permodalan usaha. Utang jenis ini memerlukan persyaratan yang berbeda seperti dibutuhkannya dokumen pendukung seperti SIUP dan NPWP. Utang produktif tidak hanya dapat digunakan untuk membiayai usaha pribadi, namun bisa juga digunakan untuk keperluan investasi, pembelian franchise, atau pembelian aset lainnya.

Cara Melunasi Utang

cara melunasi utang

Seberapa cepat Anda bisa keluar dari utang tergantung pada berapa banyak utang yang Anda miliki dan berapa banyak lagi yang bisa Anda bayar untuk menguranginya. Buat rencana, tetapkan anggaran, dan jangan berutang lebih banyak. Pertimbangkan untuk membatasi pengeluaran yang tidak penting dan gunakan apa yang Anda simpan untuk membayar utang Anda.

Agar kamu bisa segera melepaskan diri dari kewajiban utang, kamu harus melakukan pembayaran rutin dengan tertib. Jika kamu memiliki banyak utang di berbagai lembaga keuangan, kamu bisa melakukan konsolidasi utang. Konsolidasi utang dapat membuat utangmu cepat lunas dengan bunga yang lebih ringan.

Konsolidasi utang adalah menggabungkan semua utang yang kamu miliki dengan melunasinya menggunakan satu akun baru. Konsolidasi utang bisa menjadi solusi untuk melunasi semua utang yang kamu miliki dengan tingkat suku bunga yang lebih rendah, dan dengan opsi tenor yang lebih panjang.

Kamu perlu memahami bahwa kebanyakan masalah finansial yang kamu miliki berasal dari keputusan emosional yang buruk. Itu sebabnya seringkali masalah finansial hanya akan berakhir jika kamu berhasil memperbaiki emosi kamu. Sebagai contoh, kamu membeli barang mewah agar mendapatkan pengakuan dari orang yang ingin kamu buat terkesan. Kamu tidak akan pernah lepas dari masalah finansial sampai kamu berhasil mengatasi masalah emosional ini.

Kamu harus berani untuk hidup lebih sederhana dan menjual semua barang mewahmu untuk melunasi utang yang kamu miliki. Terlepas apa yang akan orang lain pikirkan tentangmu. Jika kamu memerlukan mobil mewah untuk mendapatkan rasa percaya diri, yang sebenarnya kamu butuhkan bukan mobil mewah, tapi rasa percaya diri. Karena jika kamu memerlukan mobil mewah untuk mendapatkan rasa percaya diri, kamu tidak bisa beranjak terlalu jauh dari tempat parkir.

Melunasi semua utangmu akan membutuhkan banyak pengorbanan karena kamu dituntut hidup lebih sederhana. Namun kamu akan merasakan manfaat yang besar pada kehidupan finansial dan spiritualmu. Kamu menjadi mampu menemukan makna hidupmu, lebih mudah untuk merasakan syukur, serta mengeliminasi orang-orang yang menimbulkan efek negatif pada hidupmu.

Akan tetapi memotong pengeluaran bulanan tidaklah cukup untuk mempercepat pelunasan utangmu. Kamu juga harus meningkatkan pendapatanmu agar bisa membayar cicilan dengan nominal lebih besar lagi. Kamu bisa mempertimbangkan untuk memiliki pekerjaan sampingan yang tidak mengganggu pekerjaan utamamu. Pertimbangkan kembali untuk membuka usaha karena kamu bisa saja kehilangan lebih banyak uang jika kamu tidak mampu mengelola usahamu.

Utang merupakan pinjaman yang bisa kamu gunakan untuk mendanai bisnis dan memenuhi kebutuhan. Namun kamu harus ingat bahwa kamu memiliki kewajiban untuk membayar utang tepat waktu untuk menghindari masalah keuangan yang lebih besar. Selalu pertimbangkan apakah utang yang kamu ambil adalah utang yang baik atau malah utang yang buruk.

Membebaskan diri dari utang dapat membuat hidup menjadi lebih baik. Kamu bisa berpikir jernih untuk mencari solusi yang lebih baik jika kamu bebas dari utang. Jadi sebelum kamu meminjam uang, pikirkan sekali lagi.

Salah satu hal yang bisa kamu lakukan untuk mencapai tujuan finansial tanpa harus berhutang adalah dengan melakukan perdagangan atau trading. Kamu bisa memanfaatkan volatilitas dari harga komoditas yang kamu perdagangkan untuk meraih keuntungan. Salah satu komoditas yang memiliki volatilitas terbesar adalah mata uang kripto.

Kamu bisa melakukan trading kripto melalui platform pintu.co.id. disana kamu bisa mulai melakukan trading hanya dengan Rp11.000. selalu pastikan kamu melangkah dengan strategi yang tepat sebelum memasuki pasar. Hal ini agar kamu dapat mengambil keputusan yang tepat serta dapat mengoptimalkan keuntungan.

Referensi:

wizely, Explained: All You Need to Know About Debt, diakses tanggal 27 Januari 2022

James Chen, What is debt, diakses tanggal 27 Januari 2022

Economic finance, Definition of Debt Finance, diakses tanggal 27 Januari 2022

Wildana Husada
Author
Wildana Husada
Topik
#utang
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->