Rumus dan Cara Menghitung Profitability Index

Updated
October 5, 2023
• Waktu baca 2 Menit
Gambar Rumus dan Cara Menghitung Profitability Index
Reading Time: 2 minutes

Apakah kamu pernah bertanya-tanya bagaimana cara menilai potensi keuntungan dari sebuah proyek investasi? Profitability index mungkin adalah jawabannya. Artikel ini akan membimbing kamu melalui konsep dasar, cara perhitungan, dan kelebihan serta kekurangan dari profitability index.

Apa Itu Profitability Index?

Profitability index adalah metriks yang menggambarkan hubungan antara biaya dan manfaat dari proyek yang diusulkan. Indeks ini dihitung sebagai rasio antara nilai sekarang dari arus kas masa depan yang diharapkan dan jumlah awal yang diinvestasikan dalam proyek. Semakin tinggi PI, semakin menarik proyek tersebut di mata investor. Profitability index membantu dalam meranking berbagai proyek karena memungkinkan investor untuk mengukur nilai yang diciptakan per unit investasi.

Profitability index juga dikenal sebagai profit investment ratio (PIR) atau value investment ratio (VIR)

Baca juga: Apa saja 5 Metode Penilaian Investasi yang Sering Digunakan?

Bagaimana Cara Menghitung Profitability Index?

cara menghitung profitability index

Untuk menghitung profitability index, terdapat dua rumus utama yang dapat kamu gunakan tergantu dari data yang kamu miliki, yaitu:

Profitability Index = Nilai Sekarang dari Arus Kas Masa Depan / Investasi Awal

Atau

Profitability Index = (Net Present Value + Investasi Awal) / Investasi Awal

Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan mempertimbangkan dua proyek potensial: membangun pabrik baru atau memperluas yang sudah ada. Dengan menggunakan rumus di atas, kamu dapat menentukan proyek mana yang memiliki profitability index yang lebih tinggi dan, oleh karena itu, lebih menarik sebagai investasi.

Kelebihan dan Kekurangan Profitability Index

Kelebihan Profitability Index

  1. Mempertimbangkan Waktu Nilai Uang: Profitability index memperhitungkan fakta bahwa uang saat ini bernilai lebih dari jumlah uang yang sama di masa depan, karena potensi mendapatkan bunga.
  2. Memungkinkan Perbandingan Proyek dengan Durasi Berbeda: Dapat digunakan untuk membandingkan proyek dengan durasi yang berbeda.
  3. Membantu dalam Pengambilan Keputusan dengan Batasan Modal: Sangat berguna ketika sumber daya terbatas.

Kekurangan Profitability Index

  1. Hanya Mempertimbangkan Investasi Awal: Tidak memperhitungkan investasi berkelanjutan atau masa depan yang mungkin diperlukan.
  2. Mengabaikan Ukuran Proyek: Proyek besar dengan margin keuntungan yang lebih rendah mungkin memiliki PI yang lebih rendah daripada proyek yang lebih kecil dengan margin keuntungan yang lebih tinggi.
  3. Bergantung pada Peramalan yang Akurat: Jika asumsi yang digunakan dalam perhitungan tidak akurat, PI yang dihasilkan mungkin tidak mencerminkan daya tarik proyek dengan benar.

Saat mempertimbangkan investasi, penting untuk memiliki alat yang dapat membantu kamu membuat keputusan yang tepat. Profitability index adalah salah satu alat tersebut. Namun, seperti semua alat, memiliki kelebihan dan kekurangan. Dengan memahami cara kerjanya, kamu dapat membuat keputusan investasi yang lebih tepat.

Dan jika kamu tertarik dengan dunia trading, mengapa tidak mempertimbangkan trading crypto? Dibandingkan dengan aset lain, crypto dapat ditradingkan 24/7, kapan saja dan di mana saja, dengan jenis aset yang beragam, mulai dari Bitcoin, Ethereum dan masih banyak lagi.

Pintu adalah aplikasi crypto Indonesia yang telah terdaftar resmi di Bappebti, di mana kamu bisa berinvestasi mulai dari Rp11.000 saja. Download Pintu sekarang!

Referensi:

Topik
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->