Aktiva dan Pasiva: Pengertian dan Rumusnya, Lengkap!

Updated
August 27, 2021
• Waktu baca 4 Menit
Gambar Aktiva dan Pasiva: Pengertian dan Rumusnya, Lengkap!
Reading Time: 4 minutes

Aktiva dan pasiva adalah istilah yang tidak bisa dilepaskan dalam sebuah laporan keuangan. Untuk bisa membuat laporan keuangan secara tepat, simak pengertian aktiva dan pasiva, rumusnya hingga contoh-contohnya dalam artikel berikut ini!

Arti Aktiva dan Pasiva

contoh aktiva dan pasiva adalah

Beberapa orang mungkin masih sering tertukar tentang pengertian aktiva dan pasiva. Aktiva dan pasiva adalah metrik yang saling berlawanan dalam sebuah neraca, yang mana aktiva menjelaskan tentang sisi kekayaan sedangkan pasiva menjelaskan tentang utang atau modal. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan di bawah ini!

Pengertian Aktiva

Nama lain dari aktiva adalah aset atau harta, yaitu kekayaan yang dimiliki perusahaan, yang mana bentuk kekayaannya bisa berwujud maupun tidak berwujud. Beberapa contoh kekayaan berwujud adalah tanah, mesin, dan kendaraan, sedangkan contoh kekayaan tidak berwujud adalah merek dagang dan hak cipta.

Pengertian Pasiva

Lalu, apa itu pasiva? Pasiva biasa disebut sebagai kewajiban atau liabilities. Pasiva adalah kewajiban perusahaan yang muncul terhadap pihak ketiga untuk melakukan pembayaran berupa uang atau barang maupun jasa pada suatu waktu.

Baca juga: Bagaimana Cara Manajemen Aset dan Liabilitas Secara Tepat?

Jenis-jenis Aktiva dan Pasiva

Beberapa contoh aktiva dan pasiva di atas menunjukan bahwa keduanya memiliki jenis yang sangat beragam. Untuk memudahkan, berikut pembagian umum dari aktiva dan pasiva yang seringkali digunakan dalam dunia akuntansi.

Jenis-Jenis Aktiva

Aktiva Tetap

Sebutan lain dari aktiva tetap adalah fixed asset yang berarti kekayaan milik perusahaan yang berwujud atau terlihat bentuknya, dan manfaat yang bisa diberikan berjangka lebih dari satu tahun. Contoh dari aktiva tetap adalah tanah, bangunan, mesin kantor, transportasi, dan lainnya.

Aktiva Lancar

Current asset atau aktiva lancar adalah kekayaan yang dimiliki perusahaan berupa uang tunai atau aset lainnya yang dalam jangka kurang dari 1 tahun bisa dijadikan uang tunai. Contoh dari aktiva lancar adalah kas, piutang, persediaan barang dagang, dan lainnya.

Aktiva Produktif

Earning assets atau aktiva produktif adalah aktiva yang bisa menambah pendapatan atau menghasilkan pendapatan. Contohnya yaitu penanaman dana dalam sebuah perusahaan dalam bentuk saham atau pembelian surat berharga.

Aktiva Non-Produktif

Non-earning assets atau aktiva non-produktif merupakan jenis aktiva yang tidak bisa menambah maupun menghasilkan pendapatan bagi perusahaan. Salah satu contoh aktiva non-produktif adalah emas. Di satu sisi, emas memang bisa memberikan keuntungan apabila kamu menjual aset tersebut ketika nilainya sedang naik. Namun berbeda dengan saham dan surat berharga yang memberikan dividen secara teratur, emas hanya akan memberikan keuntungan berdasarkan perbedaan harga beli dan jualnya di pasaran.

Jenis-jenis Pasiva

Pasiva Tetap

Long term liabilities atau kewajiban jangka panjang atau yang sering disebut sebagai pasiva tetap adalah kewajiban perusahaan yang perlu dilunasi dalam jangka waktu lebih dari satu tahun. Beberapa contoh yang termasuk pasiva tetap adalah kredit investasi, utang bank atau obligasi, dan lainnya.

Pasiva Lancar

Current liabilities atau kewajiban lancar atau yang sering disebut sebagai pasiva lancar adalah kewajiban perusahaan yang perlu dilunasi dalam jangka waktu satu tahun atau kurang. Beberapa contoh yang termasuk pasiva lancar adalah utang gaji atau dagang, utang PPN, pendapatan yang diterima di muka, dan lainnya.

Pasiva Lainnya

Terdapat juga pasiva lainnya, yaitu biaya yang sewaktu-waktu bisa muncul selama keberjalanan suatu perusahaan, seperti di antaranya bonus pegawai, biaya listrik, premi asuransi, dan lainnya.

Rumus Neraca Aktiva dan Pasiva

rumus aktiva dan pasiva adalah

Nah, setelah memahami pengertian aktiva dan pasiva, simak beberapa rumus aktiva dan pasiva berikut yang pastinya akan sangat bermanfaat untuk penyusunan laporan keuangan kamu.

Rumus Aktiva Lancar (Current Assets)

Current Assets = C + CE + I + AR + MS + PE +OLA

Keterangan:

C = Cash atau uang tunai

CE = Cash Equivalents atau aset lain setara kas

I = Inventory atau persediaan

AR = Accounts Receivable atau piutang usaha

MS = Marketable Securities atau surat berharga

PE = Prepaid Expenses atau biaya dibayar dimuka

OLA = Other Liquid Assets atau aset likuid lainnya

Rumus Pasiva Lancar (Current Liabilities)

Current Liabilities = NP + AP + STL + AE + UR + CPLTD + OSTD

Keterangan:

NP = Notes Payable atau utang wesel

AP = Accounts Payable atau utang usaha

STL = Short-term Loans atau pinjaman jangka pendek

AE = Accrued Expenses atau beban yang masih perlu dibayar

UR = Unearned Revenue atau pendapatan diterima di muka

CPLTD = Current Portion of Long-term Debts atau utang jangka panjang

OSTD = Other Short-term Debt atau utang jangka pendek lainnya

Rumus Aktiva Tetap (Fixed Assets)

Net Fixed Assets = TFA – AD

Keterangan:

TFA = Total Fixed Assets atau total aktiva tetap

AD = Accumulated Depreciation atau akumulasi penyusutan

Rumus Pasiva Tetap (Long-Term Liabilities)

Long-Term Liabilities = D + L + DTL

Keterangan:

D = Debentures atau Surat Utang

Loan = Loans atau Pinjaman

DFL = Deferred Tax Liabilities atau kewajiban pajak tertunda

Contoh Aktiva dan Pasiva

Untuk memperjelas pengertian aktiva dan pasiva, maka simak contoh aktiva dan pasiva dalam neraca keuangan sebuah bank berikut ini.

contoh aktiva dan pasiva adalah
(sumber: Akuntansi dan Keuangan Lembaga)

Dari tabel tersebut, bisa terlihat bahwa seluruh aset yang dimiliki bank tersebut dimasukkan pada bagian kiri atau pada bagian aktiva, sedangkan biaya dimasukkan pada sisi kanan pada bagian pasiva. Kedua neraca harus seimbang, artinya hasil akhir dari neraca aktiva dengan neraca pasiva haruslah sama. Jika tidak, maka kemungkinan ada kesalahan pada pelaporan keuangan kamu.

Nah, itu dia pengertian aktiva dan pasiva serta rumus-rumus yang bisa kamu gunakan untuk menghitungnya. Investasi yang merupakan salah satu bentuk aktiva bisa sangat bermanfaat untuk keuangan kamu, lho! Salah satu jenis investasi yang sedang menarik minat masyarakat Indonesia saat ini adalah crypto.

Per Mei 2021 lalu, jumlah investor aset crypto di Indonesia pun telah mencapai 6,5 juta orang. Buat kamu yang tertarik melakukan trading atau investasi aset crypto, download aplikasi Pintu sekarang! Jual beli aset crypto bisa kamu lakukan mulai dari Rp11.000 saja, lho!

Referensi:

Adam Hayes, Current Assets Definition. Diakses tanggal: 26-08-21.

Alicia Tuovila, Long-Term Liabilities. Diakses tanggal: 26-08-21.

Brahim MNE, Akuntansi dan Keuangan Lembaga. Diakses tanggal: 26-08-21.

Byjus, What is a Fixed Asset?  Diakses tanggal: 26-08-21.

Fincash, Current Liabilities. Diakses tanggal: 26-08-21.

Leon B, Manajemen Aktiva Pasiva Bank Non-Devisa. Diakses tanggal: 26-08-21.

Rangkuti F, Teknik Membuat Perencanaan Bisnis & Analisis Kasus. Diakses tanggal: 26-08-21.

Priyatno D, Akuntansi Sederhana untuk UKM dengan Ms Excel. Diakses tanggal: 26-08-21.

Cornelia Lyman
Author
Cornelia Lyman
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Terbaru

Lihat Artikel Lainnya ->
Mulai Investasi Sekarang
Daftar dalam hitungan menit, langsung mulai investasi.
tampilan aplikasi pintu crypto
Alamat Perusahaan
Kantor Pusat
The City Tower Lantai 27 Jalan M.H Thamrin No.81, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10310 Indonesia
Operasional & Customer Support
Rukan Permata Senayan Blok H1-H2 Jalan Tentara Pelajar, Jakarta Selatan DKI Jakarta 12210 Indonesia
Terdaftar dan Diawasi
Lisensi aplikasi pintu menkominfo dan bappebti
Foundations/Reg-license/ISO27001
Lisensi ISO
© 2021 PT. Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Perdagangan aset crypto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Kinerja pada masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa depan. Kinerja historikal, expected return dan proyeksi probabilitas disediakan untuk tujuan informasi dan illustrasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto merupakan keputusan independen oleh pengguna.