5 Perbedaan Reksadana Pasar Uang dan Saham

Updated
August 12, 2022
• Waktu baca 4 Menit
Gambar 5 Perbedaan Reksadana Pasar Uang dan Saham
Reading Time: 4 minutes

Reksadana atau juga dikenal dengan istilah mutual fund merupakan sekumpulan dana milik investor yang dikelola oleh manajer investasi untuk diinvestasikan dalam bentuk portofolio keuangan yang terdiri dari berbagai sekuritas, seperti saham dan obligasi. Artikel ini akan membahas lengkap tentang perbedaan reksadana pasar uang dan reksadana saham. Simak selengkapnya berikut ini!

Perbedaan Pengertian Reksadana Pasar Uang vs Saham

reksadana pasar uang vs saham

Sebelum melangkah lebih jauh tentang pembahasan mengenai reksadana pasar uang dan reksadana saham, sebaiknya kamu memahami terlebih dahulu perbedaan mendasar di antara keduanya apabila dilihat dari segi definisinya karena ternyata keduanya cukup berbeda satu sama lain.

Reksadana pasar uang (money market fund) adalah jenis reksadana yang portofolio keuangannya berwujud instrumen investasi jangka pendek, seperti kas, sekuritas setara kas, dan sekuritas berbasis utang dengan peringkat kredit tinggi dan jatuh tempo dalam jangka pendek.

Di sisi lain, reksadana saham (equity fund) adalah jenis reksadana yang portofolio keuangannya berupa saham perusahaan yang berbeda-beda tergantung pada tujuan dan skema yang direncanakan oleh investor dalam jangka panjang.

Baca juga: Apa itu Hedge Fund dan Tujuannya untuk Investasi?

Perbedaan Jangka Waktu Investasi Reksadana Pasar Uang vs Saham

Berdasarkan paparan mengenai definisi reksadana pasar uang dan reksadana saham sebelumnya, maka seharusnya kamu sudah bisa menemukan benang merah dan perbedaan di antara keduanya, yakni mengenai jangka waktu investasi.

Sebagaimana telah dijelaskan, portofolio investasi dalam reksadana pasar uang umumnya berwujud instrumen investasi yang jatuh tempo dalam waktu dekat (short-term instruments). Dengan kata lain, aset investasi yang termasuk dalam jenis portofolio reksadana pasar uang adalah jenis aset investasi dengan tingkat likuiditas yang tinggi. Para investor yang memutuskan untuk menginvestasikan dananya pada reksadana pasar uang umumnya mengharapkan tingkat pengembalian jangka pendek.

Sebaliknya, portofolio investasi dalam reksadana pasar saham dipilih oleh para investor yang ingin melakukan apresiasi modal, mendapatkan eksposur ke pasar saham, atau menciptakan kekayaan dalam jangka panjang. Tingkat likuiditas dari jenis investasi ini pun cenderung rendah.

Perbedaan Risiko Reksadana Pasar Uang vs Saham

reksadana pasar uang dan saham adalah

Ada pula perbedaan reksadana pasar uang dengan reksadana saham dari segi tingkat risiko yang dimiliki. Jenis investasi reksadana pada umumnya memiliki tingkat risiko yang bervariasi. Di sinilah peran manajer investasi untuk meminimalisir tingkat risiko investasi dan memaksimalkan potensi pendapatan yang diperoleh investor.

Reksadana pasar uang menawarkan portofolio keuangan yang tidak hanya memiliki tingkat likuiditas tinggi melainkan juga tingkat risiko investasi yang lebih rendah kepada investor. Oleh sebab itu, jenis reksadana ini lebih direkomendasikan bagi investor pemula.

Sebaliknya, reksadana saham bisa dikatakan memiliki tingkat volatilitas yang lebih tinggi dalam jangka pendek ketimbang jenis reksadana lain, termasuk reksadana pasar uang. Dengan kata lain, reksadana saham jauh lebih berisiko tinggi apabila diperuntukkan bagi tujuan investasi jangka pendek. Oleh sebab itu, reksadana saham lebih direkomendasikan bagi para investor yang memiliki tujuan dalam jangka panjang.

Perbedaan Cara Kerja Reksadana Pasar Uang vs Saham

Berikutnya, reksadana pasar uang dan reksadana saham memiliki perbedaan skema atau cara kerja. Reksadana pasar uang bekerja dengan cara yang sama dengan reksadana pada umumnya. Para manajer investasi bertugas untuk menyusun portofolio dan melakukan manajemen risiko sesuai dengan pedoman dari regulator keuangan.

Para investor nantinya akan memperoleh pengembalian investasi dengan besaran mengikuti suku bunga pasar yang berlaku. Bahkan tak hanya itu, pengembalian keseluruhan dari dana pasar uang juga bergantung pada tingkat suku bunga yang berlaku.

Berbeda dari reksadana pasar uang, para investor reksadana saham menggunakan paling sedikit sebesar 65% dari dana investasi untuk membeli saham perusahaan yang berbeda dalam portofolio mereka.

Jumlah atau proporsi pada portofolio reksadana saham bisa bervariasi tergantung pada tujuan skema investasi. Beberapa faktor seperti tingkat risiko yang dapat ditolerir investor, wawasan investasi, dan tujuan investor dalam jangka panjang biasanya turut berperan dalam pembuatan keputusan terkait alokasi dana investasi pada reksadana saham.

Buat kamu yang baru mulai berinvestasi, simak berbagai prinsip dasar investasi berikut agar kamu tidak salah langkah ketika berinvestasi.

Perbedaan Jenis-Jenis Reksadana Pasar Uang vs Saham

Sebagai penutup, perbedaan reksadana pasar uang dan reksadana saham juga terletak pada jenis-jenis instrumen investasinya.

Beberapa contoh dan jenis reksadana pasar uang adalah:

  • Prime money fund, meliputi utang dengan tingkat suku bunga mengambang (floating), dan surat berharga dari aset non-treasury yang dikeluarkan perusahaan, lembaga pemerintah, atau perusahaan milik pemerintah;
  • Government money fund, meliputi uang tunai, surat berharga pemerintah, serta kontrak yang dijamin dengan uang tunai atau surat berharga pemerintah;
  • Treasury fund, yakni instrumen investasi treasury milik pemerintah yang meliputi T-bills, treasury bond, dan treasury notes; serta
  • Tax exempt money fund, yakni instrumen investasi yang dikecualikan dari pajak penghasilan negara, seperti obligasi daerah dan surat utang lainnya.

Sementara itu, berdasarkan tujuan investasi dan pertimbangan lainnya, jenis-jenis reksadana saham terbagi menjadi:

  • Basis market cap, yakni jenis instrumen investasi yang dapat dikelompokkan lagi berdasarkan tingkat kapitalisasi pasar dalam tiga kategori yaitu large cap, mid cap, dan small cap;
  • Sector fund, yakni jenis reksadana saham yang fokus menggunakan alokasi dana investasi pada kategori sektor perusahaan, misalnya food industry, perbankan, atau perusahaan teknologi;
  • Thematic fund, yakni skema reksadana saham yang mengalokasikan dana investasi pada saham dengan tema tertentu, misalnya ESG (Environmental, Social, and Governance);
  • Focused fund merupakan skema reksadana saham dengan alokasi minimum 65% untuk instrumen ekuitas atau instrumen terkait ekuitas dan maksimum 30% untuk saham lainnya.
  • Contra fund merupakan skema reksadana yang mengikuti pola strategi kontrarian yang dilakukan dengan cara berinvestasi pada saham yang sedang tidak disukai dan berlandaskan asumsi bahwa dalam jangka panjang saham tersebut akan memiliki kinerja yang lebih baik; dan
  • Tax saving fund merupakan skema reksadana saham yang dilakukan untuk meminimalkan pengenaan atas pajak penghasilan.

Reksadana pasar uang dan reksadana saham memang memiliki banyak perbedaan, namun keduanya tetap dapat dipandang menguntungkan bagi investor apabila dikelola secara tepat.

Bagi kamu yang ingin mencari informasi lebih lanjut terkait keuangan, finansial hingga investasi, kamu bisa mengunjungi Pintu Blog. Pintu adalah aplikasi crypto Indonesia yang telah terdaftar resmi Bappebti, di mana kamu bisa berinvestasi crypto mulai dari Rp11.000 saja, lho.

Download Pintu sekarang di App Store dan Play Store kamu masing-masing untuk mulai berinvestasi sekarang juga!

Referensi

Troy Segal. Money Market Fund. Diakses pada Rabu, 13 Juni 2022.

U.S. Securities and Exchange Commission. Mutual Funds. Diakses pada Rabu, 13 Juni 2022.

Cornelia Lyman
Author
Cornelia Lyman
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->