Contoh dan Perbedaan Akun Riil dan Akun Nominal pada Laporan Keuangan

Updated
March 12, 2022
• Waktu baca 4 Menit
Gambar Contoh dan Perbedaan Akun Riil dan Akun Nominal pada Laporan Keuangan
Reading Time: 4 minutes

Laporan keuangan merupakan output dari proses pencatatan, dokumentasi, ikhtisar, hingga pelaporan transaksi keuangan. Berdasarkan the Golden Rules of Accounting, laporan keuangan terdiri dari beberapa akun yang dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori, yakni akun riil (real account), akun nominal (nominal account), dan akun personal (personal account). Artikel kali ini akan membahas tentang contoh dan perbedaan antara akun riil dan akun nominal pada laporan keuangan.

Baca juga: Apa itu Aktiva dan Pasiva, Pengertian Serta Contohnya?

Apa Itu Akun Riil dan Nominal?

apa itu akun riil dan akun nominal

Sebelum memahami lebih jelas mengenai apa itu akun riil dan nominal, kalian perlu memahami bahwa penggolongan akun-akun dalam laporan keuangan dilakukan dengan tujuan menjaga keseragaman serta mempertahankan akurasi transaksi dalam presentasi laporan keuangan.

The Golden Rules of Accounting menjadi acuan pembagian akun dalam laporan keuangan ke dalam tiga kategori yang didasarkan atas kriteria masing-masing akun, untuk mengetahui apakah akun tersebut memiliki sifat berkesinambungan atau tidak.

Apa Itu Akun Riil?

Akun riil adalah akun dalam laporan keuangan yang mempertahankan saldonya di luar periode akuntansi berjalan. Secara sederhana, akun riil dapat dijelaskan sebagai akun yang saldo akhir pada periode sebelum menjadi saldo awal pada periode berikutnya.

Akun riil meliputi aktiva (aset), kewajiban, dan ekuitas, serta akun-akun yang kontra terhadap akun-akun tersebut. Dengan kata lain, akun riil terdiri dari akun-akun yang muncul pada laporan posisi keuangan atau neraca.

Apa Itu Akun Nominal?

Sebaliknya, akun nominal adalah akun-akun dalam laporan keuangan yang hanya mempertahankan saldonya pada satu periode berjalan atau sementara. Artinya pada akhir periode, saldo dalam akun nominal akan dipindahkan ke akun riil. Akibatnya, saldo akun nominal pada akhir periode selalu bernilai nol.

Akun nominal meliputi berbagai akun yang tercantum pada laporan laba-rugi, seperti penjualan, biaya administrasi, biaya operasional, dan harga pokok penjualan, maupun akun yang tercantum dalam laporan lain yang bersifat “membantu” dalam penyusunan laporan posisi keuangan.

Akun-akun tersebut nantinya akan dipindahkan ke akun ringkasan laba-rugi sebelum akhirnya ditransfer sebagai laba ditahan pada akun ekuitas.

Fungsi Akun Riil dan Nominal

Meskipun memiliki sifat yang berkebalikan, namun akun riil dan akun nominal memiliki fungsi masing-masing. Fungsi akun riil dan nominal akan dibahas di bawah ini.

Fungsi Akun Riil

Berikut ini merupakan beberapa fungsi akun riil pada laporan keuangan, antara lain:

Menggambarkan kondisi perusahaan

Fungsi utama akun riil adalah menggambarkan kondisi keuangan perusahaan yang sebenarnya pada laporan keuangan. Saldo akun riil yang berkesinambungan dari satu periode ke periode berikutnya merepresentasikan keberadaan dan keberlangsungan aktivitas operasional perusahaan yang diasumsikan terus berjalan (going concern).

Memudahkan proses audit

Tidak hanya menggambarkan kondisi dan keberlangsungan perusahaan, akun riil juga menjadi objek pengamatan auditor, baik auditor internal maupun eksternal, pada saat proses audit berjalan. Tujuannya adalah untuk menilai apakah laporan keuangan sudah disajikan sesuai standar pelaporan keuangan dan tidak ada kesalahan penyajian.

Menilai potensi pertumbuhan perusahaan

Terakhir, akun riil pada laporan keuangan juga dapat memberikan informasi kepada para pemegang saham, kreditur, maupun investor, tentang sejauh mana perusahaan dapat bertumbuh serta mengetahui potensi dan memperhitungkan “nilai bersih” perusahaan. Informasi tersebut akan sangat berguna dalam pengambilan keputusan investasi maupun pemberian pinjaman.

Fungsi Akun Nominal

Di sisi lain, berikut ini merupakan beberapa fungsi akun nominal, antara lain:

Memudahkan klasifikasi transaksi

Pertama, akun nominal berfungsi untuk memudahkan akuntan dalam melakukan klasifikasi transaksi keuangan secara tepat. Kemudahan dalam klasifikasi transaksi keuangan nantinya akan berdampak pada ketepatan perhitungan untuk masing-masing transaksi keuangan.

Matching concept

Tak hanya memudahkan klasifikasi, adanya akun nominal juga akan memudahkan para akuntan dalam melakukan matching concept terhadap beberapa akun yang memiliki hubungan keterkaitan secara langsung. Misalnya ,akun pendapatan dengan harga pokok penjualan dan biaya-biaya pada laporan laba-rugi.

Membantu penyusunan laporan posisi keuangan

Terakhir, adanya akun-akun nominal ini juga akan memudahkan para akuntan dalam proses penyusunan laporan posisi keuangan, khususnya menentukan saldo akhir pada akun-akun yang tercantum dalam laporan posisi keuangan. Misalnya, laporan laba-rugi membantu akuntan dalam menentukan nilai akun laba (rugi) ditahan pada laporan posisi keuangan.

Contoh Akun Riil dan Akun Nominal

contoh akun riil dan akun nominal

Contoh Akun Riil

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, akun-akun yang termasuk dalam akun riil adalah akun-akun yang tercantum pada laporan posisi keuangan. Beberapa contoh akun riil diantaranya:

  • Kas, bank, piutang usaha, aktiva tetap pada bagian aktiva (aset);
  • Utang usaha, utang gaji, utang hipotik pada bagian utang atau liabilitas; serta
  • Laba ditahan dan modal pemilik pada bagian ekuitas.

Contoh Akun Nominal

Di sisi lain, inilah beberapa contoh akun nominal dalam laporan keuangan:

  • Penjualan, harga pokok penjualan (HPP), dan biaya-biaya dalam laporan laba-rugi;
  • Dividen dan prive pada laporan perubahan ekuitas; serta
  • Biaya dibayar di muka

Perbedaan Akun Riil dan Akun Nominal

Meskipun sebenarnya merupakan satu kesatuan dalam laporan keuangan, akun riil dan nominal tetap memiliki perbedaan yang “nyata”, di antaranya:

Saldo akhir vs Saldo awal

Perbedaan utama antara akun riil dan akun nominal terletak pada saldo akhir dan saldo awal masing-masing akun. Pada akun riil, saldo akhir periode sebelum adalah saldo awal pada periode berjalan.

Sementara pada akun nominal, saldo akhir pada periode sebelum tidak sama dengan saldo awal lantaran nilai saldo akhir nantinya akan ditransfer pada akun riil, sehingga saldo awal akun selalu bernilai nol.

Ketersediaan akun pada laporan posisi keuangan

Kedua, akun riil merupakan jenis akun yang sudah pasti tercantum dalam laporan posisi keuangan atau neraca perusahaan. Sedangkan akun nominal merupakan akun yang bersifat “sementara” karena pada akhir periode, nilainya akan ditransfer pada akun-akun riil.

Nah, itu dia penjelasan tentang contoh dan perbedaan akun riil dan akun nominal dalam laporan keuangan. Temukan informasi penting lainnya seputar finansial dan akuntansi hanya di Pintu.

Pintu adalah platform jual beli kripto online yang telah terdaftar resmi di Bappebti. Untuk kamu yang tertarik melakukan investasi dan trading kripto secara mudah mulai dari Rp11.000 saja, aplikasi Pintu jawabannya!

Pintu juga menyediakan berbagai fitur yang bisa memudahkan aktivitas investasi dan trading kamu, di antaranya:

  • Pintu Akademi, pusat belajar crypto dari awal hingga mahir meliputi strategi trading, dasar-dasar crypto, blockchain, dan lain sebagainya.
  • Pintu Earn, fitur khusus Pintu di mana kamu bisa menumbuhkan aset crypto secara mudah dengan bunga capai 4%/tahun cukup dengan menyimpan aset kamu di dompet Earn. Cocok untuk kamu yang sedang mencari bunga deposito tertinggi!
  • PTU Staking, staking crypto aset PTU untuk mendukung ekosistem Pintu sekaligus memperoleh berbagai keuntungan seperti bonus komisi Referral Pintu dan keuntungan lainnya.

Referensi:

Accounting Tools, Nominal account definition. Diakses pada 04-03-2021

Accounting Tools, Real account definition. Diakses pada 04-03-2021

Accounting Tools, The difference between nominal accounts and real accounts. Diakses pada 04-03-2021

Clear Tax, Golden Rules of Accounting – Overview & Types. Diakses pada 04-03-2021

Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->