Kredit Produktif dan Konsumtif: Pengertian dan Contohnya

Updated
January 26, 2022
• Waktu baca 3 Menit
Gambar Kredit Produktif dan Konsumtif: Pengertian dan Contohnya
Reading Time: 3 minutes

Utang dan kredit adalah hal yang tidak bisa dilepaskan dalam dunia ekonomi. Secara umum, terdapat dua jenis kredit, yaitu produktif dan konsumtif. Kredit produktif seringkali digunakan untuk mencapai tujuan keuangan, sementara kredit yang tidak produktif atau biasa dikenal dengan kredit konsumtif untuk tujuan lain. Simak pengertian, contoh, dan perbedaan kredit produktif dan konsumtif berikut ini.

Baca juga: Cara Manajemen Risiko Kredit Secara Tepat

Apa itu Kredit Konsumtif?

apa itu kredit produktif dan konsumtif

Ada banyak jenis varian kredit konsumtif yang disediakan oleh penyedia jasa keuangan. Namun sebenarnya, apa yang dimaksud dengan kredit konsumtif?

Pengertian Kredit Konsumtif

Kredit konsumtif adalah kredit yang diberikan oleh bank kepada nasabah dalam rangka memenuhi kebutuhan konsumsi, yang mana dapat berupa keperluan medis, perkawinan, pendidikan, dan sebagainya.

Sementara itu, pengertian kredit konsumtif lainnya adalah jenis pinjaman untuk konsumsi dalam bentuk suatu kontrak, di mana lembaga pemberi pinjaman, menyerahkan dana kepada peminjam, yang mengikatkan dirinya untuk mengembalikan kepada pemberi pinjaman dalam sistem pembayaran yang sudah disetujui.

Besaran dana kredit konsumtif biasanya diberikan sekaligus pada saat pencairan dan tidak diberikan secara bertahap. Selain itu, bunga pada jenis kredit ini dibebankan setiap bulan dan peminjam dapat membayar kembali dengan angsuran yang nilainya tergantung pada berbagai faktor seperti jangka waktu kredit, tingkat bunga dan jumlah total hutang.

Fungsi Kredit Konsumtif

Dengan mengacu pada definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa fungsi kredit konsumtif adalah untuk memenuhi kebutuhan dan membiayai keperluan seseorang yang bersifat konsumtif seperti biaya pernikahan, pembelian furniture dan alat rumah tangga, penambahan jumlah kendaraan bermotor dan lain sebagainya.

Contoh Kredit Konsumtif

Contoh kredit konsumtif yang paling familiar saat ini adalah pembelian gadget baru dengan menggunakan kartu kredit. Jenis barang dengan basis teknologi ini merupakan objek yang sangat mudah terkena depresiasi. Penurunan nilai jual ini membuatnya menjadi salah satu jenis kredit konsumtif yang juga tidak dianjurkan untuk dilakukan.

Apa itu Kredit Produktif?

Jika kredit konsumtif cenderung memiliki konotasi yang negatif, kredit konsumtif memiliki banyak aspek encouraging yang membuatnya bisa jadi salah satu pilihan investasi yang ideal.

Pengertian Kredit Produktif

Kredit produktif adalah layanan perbankan yang digunakan untuk membeli aset yang terapresiasi dari waktu ke waktu. Esensi dari kredit produktif adalah keputusan untuk mengambil dana kredit dan menggunakannya untuk meningkatkan produktivitas si peminjam. Walhasil, kredit produktif pada akhirnya dapat meningkatkan kondisi keuangan peminjam bila digunakan secara benar.

Fungsi Kredit Produktif

Fungsi utama dari kredit produktif adalah memutar utang yang sudah diambil dari bank, dan mengubahnya menjadi pemasukan. Dana dari kredit produktif ini bisa dijadikan modal usaha atau investasi.

Contoh Kredit Produktif

Dalam skala bisnis yang besar, contoh kredit produktif yang paling umum dilakukan adalah ekspansi bisnis. Misalnya, terdapat perusahaan ekspedisi yang mengambil opsi kredit ke bank untuk menambah unit mobil logistik baru atau menggunakan dana tersebut untuk membuka cabang dan drop point yang baru.

Akan tetapi, membeli kendaraan bermotor juga bisa menjadi salah satu contoh kredit produktif dalam contoh kasus yang berbeda, misalnya saja untuk keperluan pribadi. Wajar saja mengingat alat transportasi yang satu ini merupakan objek yang mudah menurun harganya. Berbeda lagi jika motor tersebut digunakan untuk bekerja sebagai ojek online, yang mana akan menjadi salah satu sumber pemasukan tambahan.

Baca juga: Apa Perbedaan Kredit dan Debit dalam Kehidupan Sehari-Hari?

Perbedaan Kredit Produktif dan Konsumtif

perbedaan kredit konsumtif dan produktif

Berdasarkan kriteria tujuan pinjaman, kredit dapat diklasifikasikan sebagai kredit produktif dan konsumtif. Perbedaan terbesar antara keduanya adalah sifat penggunaannya. Saat kredit konsumtif lebih mementingkan kebutuhan personal dan terkadang bersifat mendadak, kredit produktif berpeluang menumbuhkan aset dan menjadi kanal pemasukan. Intinya, perbedaan kredit produktif dan konsumtif yang paling utama dapat dilihat dari tujuan utangnya.

Kesimpulan

Kredit adalah salah satu layanan yang digunakan seseorang untuk meningkatkan kemampuan finansial seseorang dalam waktu singkat. Namun, perlu diingat juga bahwa layanan perbankan ini juga dapat menyebabkan masalah finansial jika tidak dikelola secara tepat.

Mengemban terlalu banyak kredit, baik itu kredit produktif dan konsumtif bisa berdampak negatif apabila dilakukan secara berlebihan tanpa perencanaan yang matang.

Sebelumnya sempat dibahas mengenai investasi yang bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan ekonomi seseorang. Untuk kamu yang tertarik memulai investasi crypto yang baru-baru ini semakin menarik minat banyak orang, download Pintu sekarang!

Di Pintu, jual beli crypto bisa dilakukan secara mudah mulai dari Rp11.000 saja, lho! Download Pintu sekarang!

Referensi:

  • AccoCorporate Finance Institute, What is a Loan? Diakses tanggal: 09-01-2022
  • Corporate Finance Institute, Consumer Loan, Diakses tanggal: 09-01-2022
  • Investopedia, What Are the Main Categories of Debt? Diakses tanggal 10-01-2022
  • Investopedia, When Are Personal Loans a Good Idea? Diakses tanggal 10-01-2022
  • Jeff Speakes, Productive Debt. Diakses tanggal 15-01-2021rdion Sample Description
Cornelia Lyman
Author
Cornelia Lyman
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->