MicroStrategy Hentikan Pembelian Bitcoin Setelah 12 Minggu, Masih Pegang 471.107 BTC

Updated
February 4, 2025
Share

Jakarta, Pintu News – MicroStrategy, perusahaan intelijen bisnis yang dipimpin oleh Michael Saylor, telah menghentikan pembelian Bitcoin setelah mengakuisisi sekitar $20 miliar mata uang kripto tersebut selama beberapa bulan terakhir. Perusahaan tidak menjual saham biasa kelas A minggu lalu, juga tidak membeli lebih banyak Bitcoin, menurut pengajuan 8-K dengan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) pada hari Senin.

MicroStrategy Masih Pegang 471.107 BTC

Saat ini, dalam pengajuan baru-baru ini, MicroStrategy telah mengungkapkan bahwa mereka masih memiliki 471.107 BTC yang telah dibeli dengan harga rata-rata $7.314, sehingga biaya dasar aset tersebut lebih dari $44 miliar dengan harga Bitcoin saat ini. Perusahaan telah membeli semua kepemilikannya dengan harga sekitar $30,4 miliar dan memiliki biaya rata-rata $64.511 per Bitcoin. Bitcoin memiliki total pasokan 21 juta koin dengan jumlah kepemilikan ini setara dengan lebih dari 2,2% dari alokasi yang tersedia.

Baca Juga: Chainlink (LINK) Alami Penurunan 15%: Peluang atau Risiko? (4/2/25)

Permintaan Kuat untuk Saham Preferen MicroStrategy

Lebih lanjut, pada hari Jumat, MicroStrategy melakukan penawaran saham preferen untuk mengumpulkan $563,4 juta. Modal yang terkumpul bertujuan untuk menyediakan lebih banyak modal untuk pembelian Bitcoin berikutnya. Saham Micromax, yang diperdagangkan dengan simbol MSTR, ditutup pada $334,79 pada hari Jumat, turun 1,6%, tetapi telah naik lebih dari 567% dalam satu tahun terakhir.

Harga Bitcoin Anjlok di Tengah Likuidasi Tinggi

Pasar kripto yang lebih luas telah mengalami penurunan harga dalam beberapa hari terakhir. Pada saat penulisan, harga Bitcoin diperdagangkan pada $95.022,89, mencerminkan penurunan 4,32% dalam 24 jam dan penurunan 5,79% selama seminggu terakhir. Penurunan ini terjadi di tengah likuidasi $2 miliar, menandai salah satu aksi jual terbesar dalam sejarah Bitcoin.

Penutup

MicroStrategy telah menjadi salah satu pendukung Bitcoin yang paling vokal, dan keputusannya untuk menghentikan pembelian mungkin menunjukkan bahwa perusahaan percaya bahwa pasar telah mencapai titik jenuh. Namun, perusahaan masih memegang sejumlah besar Bitcoin, dan masih harus dilihat apakah akan melanjutkan pembelian di masa mendatang.

Baca Juga: Dogecoin (DOGE) Mengalami Penurunan: Tanda Akhir Koreksi atau Awal Pemulihan? (4/2/25)

Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro. Klik Daftar Pintu jika kamu belum memiliki akun atau pilih Pintu Login Web jika sudah memiliki akun.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Latest News

See All News ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.