Jakarta, Pintu News – Pada konferensi Ripple Swell yang baru-baru ini, CEO Canary Capital, Steven McClurg, mengungkapkan bahwa XRP Ledger berpotensi menjadi saingan sistem keuangan tradisional di Wall Street.
Steven McClurg, dengan latar belakang sebagai manajer obligasi pasar berkembang, menyoroti biaya remitansi yang tinggi sebagai masalah serius. Para pekerja seringkali harus membayar antara 8% hingga 15% untuk mengirim uang ke rumah mereka. Menurut McClurg, jalur blockchain seperti XRP Ledger (XRPL) dapat mengurangi biaya tersebut secara signifikan. Hal ini, menurutnya, akan meningkatkan minat institusional terhadap teknologi ini.
McClurg juga mengulangi prediksinya bahwa dana yang dikelola melalui Exchange-Traded Funds (ETF) berbasis Ripple (XRP) bisa mencapai aliran dana sebesar $10 miliar dalam bulan pertama peluncurannya, jika didukung dengan baik. Hal ini menunjukkan potensi besar dari XRP sebagai alat pembayaran dan investasi.
Baca Juga: Penurunan Drastis XRP: Apakah Ini Waktu yang Tepat untuk Membeli?

Beberapa perusahaan keuangan besar seperti Franklin Templeton, Bitwise, dan Canary Capital telah memperbarui pengajuan S-1 mereka yang terkait dengan dana Ripple (XRP). Franklin Templeton bahkan telah menghapus klausa 8(a) dari pengajuan S-1 mereka, yang mengurangi alasan prosedural untuk penundaan. Ini menunjukkan persiapan mereka untuk kemungkinan peluncuran produk dalam waktu dekat.
Di sisi lain, Grayscale telah mengajukan amandemen kedua dan telah menunjuk eksekutif kunci serta penasihat hukum dalam dokumen mereka. Langkah ini menunjukkan bahwa manajer pasar sedang bersiap untuk peluncuran yang mungkin terjadi pada bulan November, meskipun waktu persetujuan dari SEC masih menjadi faktor penting.
McClurg menekankan bahwa peran Ripple (XRP) sebagai token pembayaran memberikannya profil yang berbeda dari aset yang mengandalkan staking. Ia menyatakan bahwa pemegang ETF Ripple (XRP) tidak akan menghadapi dilema kehilangan hasil staking, yang telah mempengaruhi beberapa produk Ethereum (ETH). Ini merupakan salah satu alasan mengapa ETF berbasis Ripple (XRP) mungkin menarik aliran dana yang berbeda, tidak hanya mengikuti jejak dana kripto sebelumnya.

Ripple telah meluncurkan produk yang berfokus pada XRP Ledger (XRPL) seperti RLUSD dan layanan institusional di bawah merek Ripple Prime. Laporan menyebutkan adanya kemitraan dengan GTreasury dan Rail untuk meningkatkan kemampuan kliring dan penitipan. Upaya ini dirancang untuk membuat XRP Ledger (XRPL) lebih berguna bagi bank dan lembaga keuangan besar yang membutuhkan opsi penyelesaian dan penitipan yang dapat diprediksi.

Para pedagang akan memantau likuiditas, spread perdagangan, dan apakah pembeli ETF awal berasal dari perbendaharaan perusahaan, kantor keluarga, atau kanal ritel. Aliran dana besar di bulan pertama, seperti yang diproyeksikan McClurg sebesar $10 miliar, akan mengubah dinamika harga jangka pendek. Namun, tanggal persetujuan dan struktur dana akan menentukan seberapa cepat modal bergerak.
Dengan kemajuan teknologi dan perubahan regulasi, XRP Ledger (XRPL) menunjukkan potensi yang signifikan untuk mengubah pemandangan keuangan global. Ke depannya, akan sangat menarik untuk melihat bagaimana inovasi ini akan berdampak pada dominasi Wall Street dan sistem keuangan tradisional.
Baca Juga: Penurunan Drastis Dogecoin di Awal November 2025: Apa yang Harus Diketahui Investor?
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga bitcoin hari ini, harga solana hari ini, pepe coin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.