10 Saham Luar Negeri dengan Dividend Yield Paling Besar

Updated
November 23, 2025
Share

Jakarta, Pintu News – Saham dividen menjadi salah satu instrumen favorit bagi investor global yang mencari pendapatan pasif stabil. Banyak perusahaan multinasional membagikan dividen besar secara konsisten setiap tahun, terutama yang berasal dari sektor energi, keuangan, dan konsumer. Artikel ini merangkum sepuluh saham luar negeri dengan dividen terbesar berdasarkan dividend yield dan nominal dividen tahunan yang dirujuk dari data finansial global terkini!

1. AT&T (T)

AT&T dikenal sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di dunia dengan sejarah panjang dalam membagikan dividen. Pada 2025, dividen tahunannya berada pada kisaran $1,11 per saham, dengan dividend yield yang kerap melampaui 6%–7%, menjadikannya incaran investor pendapatan tetap. Stabilitas arus kas perusahaan dari layanan seluler dan broadband membuat dividen AT&T relatif konsisten meski menghadapi tekanan kompetitif.

Dalam jangka panjang, AT&T terus mengalihkan fokus ke layanan 5G dan fiber untuk memperkuat fundamental bisnisnya. Restrukturisasi dan pengurangan utang yang sedang dilakukan perusahaan juga dipandang sebagai fondasi untuk menjaga keberlanjutan dividen di masa depan. Kombinasi arus kas kuat dan penetrasi layanan yang luas menjadikannya salah satu penyetor dividen terbesar di sektor telekomunikasi global.

2. ExxonMobil (XOM)

ExxonMobil merupakan perusahaan energi global yang secara konsisten membagikan dividen tinggi selama lebih dari 40 tahun. Dividen tahunannya berada di sekitar $3,80 per saham, dengan dividend yield berkisar 3%–4%, bergantung pada harga minyak dunia. Stabilitas ini ditopang oleh portofolio produksi minyak dan gas yang sangat besar serta investasi jangka panjang di sektor energi.

Di tengah transisi energi global, ExxonMobil mulai meningkatkan investasi pada teknologi rendah karbon, namun tetap mempertahankan fokus pada operasi minyak yang menguntungkan. Peningkatan efisiensi dan ekspansi produksi, khususnya di Permian Basin, memperkuat kemampuan perusahaan dalam mempertahankan dividen besar selama pasar energi berfluktuasi.

3. Johnson & Johnson (JNJ)

Johnson & Johnson memiliki sejarah sebagai “Dividend King,” dengan lebih dari 60 tahun kenaikan dividen berturut-turut. Pada 2025, dividen tahunan JNJ berada pada kisaran $4,76 per saham, dengan dividend yield sekitar 2%–3%. Bisnis perusahaan yang terdiversifikasi, mulai dari farmasi hingga alat kesehatan, memberikan stabilitas pendapatan.

Meskipun menghadapi tekanan litigasi dan persaingan di sektor farmasi, J&J tetap mempertahankan arus kas yang sangat kuat. Investasi berkelanjutan dalam riset medis membuat pipeline produk mereka tetap kompetitif, mendukung kemampuan perusahaan mempertahankan dividen besar untuk jangka panjang.

4. Pfizer (PFE)

Pfizer dikenal sebagai salah satu pembayar dividen terbesar di sektor farmasi global. Pada 2025, dividen tahunannya berada di kisaran $1,68 per saham, dengan dividend yield sering mencapai 5%–6%. Setelah lonjakan pendapatan selama pandemi, perusahaan memasuki fase normalisasi pendapatan namun tetap menjaga komitmen terhadap dividen.

Pipeline obat baru perusahaan, termasuk terapi kanker dan vaksin inovatif, terus menjadi pilar pendapatan di masa mendatang. Meski pendapatan COVID-19 menurun, diversifikasi bisnis membuat Pfizer relatif stabil dan mampu mempertahankan dividen kompetitif bagi investor yang mencari pendapatan jangka panjang.

Baca juga: 5 Altcoin yang Ikut Anjlok Ketika Bitcoin Sentuh $86.000

5. Chevron (CVX)

Chevron merupakan raksasa energi lain yang dikenal konsisten membagikan dividen besar. Dividen tahunannya berada pada kisaran $6,52 per saham, dengan dividend yield sekitar 3%–4%. Model bisnis terintegrasi dan eksposur besar pada produksi minyak menjadikan perusahaan mampu menghasilkan arus kas kuat.

Chevron juga sedang memperluas portofolionya dalam energi bersih sambil mempertahankan profitabilitas tinggi di sektor minyak tradisional. Strategi manajemen yang disiplin dalam investasi modal turut memperkuat kemampuan perusahaan membayar dividen stabil, bahkan di tengah volatilitas harga minyak.

6. Procter & Gamble (PG)

Procter & Gamble, salah satu perusahaan barang konsumsi terbesar di dunia, memiliki track record dividen selama lebih dari 60 tahun. Dividen tahunan perusahaan berada pada kisaran $3,76 per saham, dengan dividend yield sekitar 2%–3%. Produk konsumen yang sangat dibutuhkan membuat pendapatan PG stabil sepanjang siklus ekonomi.

Di tengah inflasi global, PG berhasil mempertahankan margin dengan menaikkan harga produk dan efisiensi operasional. Pertumbuhan penjualan yang konsisten memperkuat kemampuan perusahaan mempertahankan dividen besar dan menarik bagi investor defensif.

7. Coca-Cola (KO)

Coca-Cola adalah “Dividend King” dengan lebih dari 60 tahun peningkatan dividen berturut-turut. Pada 2025, dividen tahunan KO berada di sekitar $1,84 per saham, dengan dividend yield mendekati 3%. Jaringan distribusi global dan portofolio merek minuman populer menopang pendapatan stabil.

Ekspansi ke minuman rendah gula dan diversifikasi produk memastikan relevansi Coca-Cola di pasar global. Arus kas bebas yang kuat memungkinkan perusahaan terus meningkatkan dividennya bahkan ketika konsumsi global melambat.

8. PepsiCo (PEP)

PepsiCo membagikan dividen tahunan sekitar $5,42 per saham, dengan dividend yield sekitar 2%–3%. Dibanding Coca-Cola, PepsiCo memiliki diversifikasi yang lebih besar melalui bisnis makanan ringan, sehingga sumber pendapatannya lebih stabil.

Strategi inovasi produk dan ekspansi internasional terus mendukung pertumbuhan perusahaan. Kestabilan ini menjadikan PepsiCo sebagai salah satu pembayar dividen terbesar di sektor consumer staples.

Baca juga: 10 Altcoin yang Crash Selama Bulan November 2025

9. IBM (IBM)

IBM adalah perusahaan teknologi yang telah membagikan dividen besar selama lebih dari dua dekade. Dividen tahunan perusahaan berada pada kisaran $6,68 per saham, salah satu yang tertinggi di sektor teknologi, dengan dividend yield sekitar 4%–5%. Fokus IBM pada hybrid cloud dan AI terus memperkuat pendapatannya.

Transisi bisnis dari hardware ke software dan layanan memberikan margin lebih tinggi. Meskipun pertumbuhan tidak secepat perusahaan teknologi lain, arus kas IBM yang stabil memungkinkan perusahaan mempertahankan dividen besar secara konsisten.

10. Realty Income (O)

Realty Income dikenal sebagai “The Monthly Dividend Company” karena membagikan dividen setiap bulan sejak berdiri. Dividen tahunan setara dengan $3,07 per saham, dengan dividend yield sering menyentuh 4%–5%, menjadikannya salah satu REIT paling populer di dunia.

Model bisnis berbasis properti komersial jangka panjang dengan penyewa berkualitas tinggi memberikan stabilitas pendapatan. Diversifikasi properti di berbagai sektor membuat risiko perusahaan relatif rendah meski ekonomi melambat, memungkinkan dividen tetap mengalir.

Jelajahi Aset US xStocks di Pintu untuk Diversifikasi Portofolio

Meskipun daftar di atas menyoroti saham-saham global dengan dividen terbesar, investor yang ingin memperluas eksposur ke pasar Amerika Serikat tetap dapat memanfaatkan market US xStocks di Pintu. Melalui US xStocks, tersedia berbagai saham populer seperti Apple (AAPLX), Tesla (TSLAX), Robinhood (HOODX), dan perusahaan inovatif lainnya yang memimpin industri teknologi, perdagangan, dan otomotif.

Dengan minimum pembelian Rp11.000 dan akses mudah langsung melalui aplikasi, US xStocks memungkinkan diversifikasi portofolio tanpa perlu rekening broker luar negeri. Bagi investor yang ingin mengejar pertumbuhan sektor teknologi dan inovasi, US xStocks dapat menjadi pelengkap strategi investasi bersama aset dividen tinggi lain di portofolio global.

FAQ

Apa yang dimaksud dengan saham dividen besar?

Saham dividen besar adalah saham perusahaan yang membagikan dividen dengan nominal tahunan tinggi atau dividend yield signifikan berdasarkan harga sahamnya.

Mengapa beberapa saham bisa mempertahankan dividen meski ekonomi melemah?

Perusahaan besar dengan arus kas kuat dan model bisnis defensif cenderung tetap mampu membagikan dividen meski kondisi pasar tidak stabil.

Sektor apa yang paling banyak menghasilkan dividen tinggi?

Sektor energi, telekomunikasi, dan konsumer defensif umumnya memiliki perusahaan yang rutin membagikan dividen besar.

Apa risiko berinvestasi pada saham dividen luar negeri?

Risiko meliputi fluktuasi kurs, ketidakpastian regulasi, penurunan laba perusahaan, dan pemotongan dividen ketika kondisi memburuk.

Apakah dividen bisa dijadikan pendapatan pasif jangka panjang?

Dividen dapat menjadi sumber pendapatan pasif selama perusahaan menjaga kinerja dan kebijakan pembagian dividen konsisten.

Itu dia informasi terkini seputar crypto. Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita crypto terkini seputar project crypto dan teknologi blockchain. Temukan juga panduan belajar crypto dari nol dengan pembahasan lengkap melalui Pintu Academy dan selalu up-to-date dengan pasar crypto terkini seperti harga bitcoin hari iniharga coin xrp hari inidogecoin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Topic
#Saham

Latest News

See All News ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.

pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8