5 Kebijakan Tarif Trump yang Bisa Jadi Penentu Arah Bitcoin di 2026

Updated
January 3, 2026

Jakarta, Pintu News – Pada tahun 2025, serangkaian kebijakan tarif yang diperkenalkan oleh Presiden Trump telah menimbulkan gejolak signifikan di pasar kripto. Dari pengumuman tarif baru terhadap Meksiko, Kanada, dan China yang membuat Bitcoin (BTC) terjun ke titik terendah dalam tiga minggu di harga sekitar $91.400, hingga kebijakan tarif yang terus menerus meningkat sepanjang tahun. Kini, dengan beberapa kebijakan tarif yang mungkin diterapkan atau ditingkatkan di tahun 2026, investor dan pelaku pasar kripto perlu waspada terhadap potensi dampaknya.

Penundaan Tarif 100% terhadap China

Pada Oktober 2025, Presiden Trump mengumumkan rencana untuk mengenakan tarif tambahan sebesar 100% terhadap semua impor dari China, sebuah kebijakan yang ditunda dan kini menjadi fokus utama di akhir tahun 2026. Kebijakan ini diumumkan sebagai upaya untuk menekan China agar mencapai kesepakatan perdagangan yang lebih menguntungkan bagi AS.

Jika tarif ini benar-benar diterapkan, dampaknya terhadap pasar global dan khususnya kripto bisa sangat besar, mengingat ketidakpastian yang akan timbul di kalangan investor. Ketidakpastian ini mungkin akan memicu volatilitas harga Bitcoin (BTC) dan aset kripto lainnya, sebagaimana terlihat dari pengalaman di tahun sebelumnya. Investor mungkin akan mencari aset yang lebih aman, yang bisa mempengaruhi aliran modal ke dalam dan keluar dari pasar kripto.

Kenaikan Tarif Global Baseline

Presiden Trump sebelumnya telah mengisyaratkan kemungkinan peningkatan tarif impor secara global yang saat ini berada di angka 10%. Kenaikan baseline tarif ini dapat terus memberikan tekanan pada selera risiko investor global. Kebijakan ini tidak hanya akan mempengaruhi hubungan perdagangan AS dengan negara-negara lain, tetapi juga dinamika pasar keuangan global.

Baca juga: 2026 Jadi Tahun Penentu bagi Pasar Kripto, Apakah Akan Bangkit?

Dampak dari kenaikan tarif ini bisa beragam, mulai dari peningkatan biaya impor yang mungkin diikuti dengan kenaikan harga konsumen, hingga penurunan nilai tukar yang bisa mempengaruhi nilai investasi di pasar asing. Semua ini akan berkontribusi pada peningkatan ketidakpastian ekonomi, yang sering kali berdampak negatif terhadap pasar kripto.

Tarif Balasan atas Pajak Layanan Digital Eropa

Salah satu kebijakan yang mungkin diperkenalkan adalah tarif balasan terhadap negara-negara Eropa yang memberlakukan pajak layanan digital atau aturan serupa terhadap perusahaan teknologi AS. Kebijakan ini dapat memicu penurunan harga saham global dan mungkin juga berdampak pada pasar kripto.

Jika tarif ini diterapkan, akan ada penyesuaian harga yang signifikan di pasar saham dan ini bisa berimbas pada investasi di aset kripto. Penurunan nilai saham bisa mendorong investor untuk mencari alternatif investasi, termasuk Bitcoin (BTC) dan aset kripto lainnya. Namun, ini juga bisa menambah volatilitas di pasar kripto, tergantung pada bagaimana pasar global merespons kebijakan tersebut.

Tarif Farmasi hingga 200% Picu Kekhawatiran Inflasi

Salah satu kebijakan yang menuai perhatian adalah rencana tarif tinggi terhadap obat-obatan bermerek dan berpaten impor. Kebijakan ini ditujukan untuk mendorong perusahaan farmasi memindahkan fasilitas produksinya ke Amerika Serikat. Trump sebelumnya telah memberi sinyal tarif sangat tinggi pada 2025 dan memposisikannya sebagai bagian dari strategi reshoring industri. Jika tarif ini benar-benar diterapkan, biaya impor obat dapat melonjak drastis.

Baca juga: Prediksi Harga Bitcoin: Apakah BTC Akan Mencapai Puncak Baru di 2026?

Apabila tarif farmasi mendekati 200% pada 2026, pasar kemungkinan akan menganggapnya sebagai pemicu tekanan inflasi baru. Kenaikan harga obat berpotensi merambat ke sektor kesehatan dan konsumsi rumah tangga. Dalam situasi seperti ini, Bitcoin kerap dibicarakan sebagai lindung nilai inflasi. Namun secara historis, pasar sering bereaksi sebaliknya dalam jangka pendek, dengan aset berisiko justru mengalami tekanan jual.

Tarif Sekunder Perluas Ketidakpastian Global

Kebijakan lain yang tak kalah signifikan adalah perluasan tarif sekunder yang menargetkan negara-negara yang berdagang dengan pihak yang dikenai sanksi AS. Tarif ini tidak hanya menyasar pelaku langsung, tetapi juga negara pihak ketiga yang membeli minyak atau barang dari lawan geopolitik AS. Trump pertama kali memperkenalkan konsep ini pada 2025 dan menerapkannya secara agresif dalam beberapa kasus. Langkah tersebut memicu respons keras dari sejumlah mitra dagang.

Jika kebijakan ini diperluas pada 2026, semakin banyak negara dapat terseret dalam konflik tarif. Hal ini berpotensi meningkatkan ketidakpastian ekonomi global dan memperburuk ketegangan perdagangan. Pasar keuangan biasanya merespons kondisi seperti ini dengan peningkatan volatilitas. Investor cenderung mengurangi eksposur risiko ketika ketidakpastian meningkat.

Kesimpulan

Dengan berbagai kebijakan tarif yang mungkin diterapkan atau ditingkatkan oleh pemerintahan Trump di tahun 2026, pasar kripto dihadapkan pada potensi ketidakpastian yang tinggi. Investor dan pelaku pasar harus mempersiapkan diri untuk menghadapi fluktuasi yang mungkin terjadi dan mempertimbangkan strategi untuk mengelola risiko dalam portofolio investasi mereka.

Itu dia informasi terkini seputar crypto. Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita crypto terkini seputar project crypto dan teknologi blockchain. Temukan juga panduan belajar crypto dari nol dengan pembahasan lengkap melalui Pintu Academy dan selalu up-to-date dengan pasar crypto terkini seperti harga bitcoin hari iniharga coin xrp hari inidogecoin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Share

Latest News

See All News ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). The trading of crypto asset futures contracts is carried out by PT Porto Komoditi Berjangka, a licensed and regulated Futures Broker supervised by BAPPEBTI, and a member of CFX and KKI. Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja and PT Porto Komoditi Berjangka do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.

pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8