Jakarta, Pintu News – Harga XRP (XRP) turun sekitar 1,1% pada 1 Januari 2026 dan masih mencatat kerugian sebesar 8,8% dalam 30 hari terakhir. Ini menjadikannya salah satu aset dengan kinerja terburuk di antara sepuluh kripto teratas, dengan hanya Dogecoin (DOGE) yang mengalami penurunan bulanan lebih besar.
Meski begitu, terdapat perubahan perilaku dari investor besar (whale) dan muncul kembali sinyal bullish yang pernah terjadi sebelumnya. Jika keduanya bertahan, ini bisa menjadi upaya nyata pertama untuk membalikkan tren penurunan.
Pergerakan harga XRP menunjukkan kelemahan dari 4 November hingga 31 Desember. Dalam periode tersebut, harga XRP mencetak posisi terendah yang lebih rendah, namun indikator RSI (Relative Strength Index) — yang mengukur kekuatan momentum — justru menunjukkan posisi terendah yang lebih tinggi. Ini dikenal sebagai divergensi bullish dan mengindikasikan bahwa tekanan jual mulai melemah. Pola seperti ini sering kali menjadi sinyal awal pembalikan arah tren turun.
Baca juga: Harga Bitcoin Bertahan di $88.000 Hari Ini (2/1/25): Analisis Terbaru Sebut BTC Bisa Capai $170.000

Pola serupa juga sempat muncul antara 4 November hingga 1 Desember, yang saat itu memicu lonjakan harga sebesar 12%. Namun, reli tersebut gagal berlanjut karena kurangnya dukungan dari dompet investor besar (whale wallets).
Kali ini, pola divergensi kembali terlihat, namun dengan kondisi pasar yang berbeda.
Kelompok whale memegang peran penting saat upaya divergensi sebelumnya gagal. Pada reli awal Desember (antara 1–3 Desember), dua kelompok besar justru menjual ketika harga mulai naik.
Dompet yang menyimpan antara 1 juta hingga 10 juta XRP mengurangi kepemilikannya dari 4,35 miliar menjadi 3,97 miliar XRP antara 30 November dan 4 Desember. Sementara itu, dompet dengan lebih dari 1 miliar XRP menurunkan kepemilikannya dari 25,34 miliar menjadi 25,16 miliar XRP. Tekanan jual inilah yang kemungkinan menghambat potensi pembalikan tren.
Namun, kali ini situasinya berbalik arah.
Dalam 24 jam terakhir (1/1/26), dompet dengan kepemilikan lebih dari 1 miliar XRP justru melakukan pembelian besar-besaran, dari 25,47 miliar menjadi 27,47 miliar XRP — penambahan sekitar 2 miliar XRP. Dengan harga saat ini, nilai pembelian ini setara sekitar $3,6 miliar.

Meski kelompok whale yang lebih kecil (1 juta hingga 10 juta XRP) masih menjual, kekuatan utama tetap berada di tangan para mega whale.
Perubahan perilaku inilah yang membedakan situasi kali ini dengan yang terjadi pada November lalu. Saat ini, para whale justru membeli ketika divergensi RSI terbentuk. Jika pola ini bertahan, maka struktur harga XRP akhirnya mendapat dukungan dari sisi momentum maupun suplai.
Baca juga: Harga Ethereum Tertahan di $2.994 Hari Ini (2/1/2026): ETH Berpotensi Melonjak 20%?
Harga XRP masih perlu mengonfirmasi sinyal positif yang ditunjukkan oleh indikator teknikal. Tanda pertama bahwa pembalikan tren berhasil adalah jika XRP mampu menutup candle 12 jam secara meyakinkan di atas level $1,92.
Level ini sebelumnya menjadi area resistensi pada 22 Desember dan telah menolak semua upaya kenaikan sejak saat itu. Jika XRP berhasil menembus $1,92 dengan kekuatan, maka tantangan berikutnya ada di $2,02. Jika harga mampu merebut kembali level ini, perhatian pasar akan beralih ke zona $2,17 hingga $2,21 — area yang menjadi penghalang reli pada awal Desember lalu.

Sebaliknya, jika XRP kehilangan dukungan di level $1,77, maka potensi pembalikan tren akan melemah. Ini bisa menjadi sinyal bahwa para whale terlalu dini masuk dan bahwa divergensi kembali gagal. Jika skenario ini terjadi, struktur momentum akan rusak, dan hasil yang mirip dengan awal Desember bisa terulang.
Untuk saat ini, divergensi RSI, pembelian whale senilai $3,6 miliar, dan kembalinya permintaan dari dompet-dompet besar memberikan fondasi yang jauh lebih kuat dibandingkan upaya sebelumnya. Namun, konfirmasi tetap bergantung pada pergerakan harga — dan level $1,92 menjadi garis penentu apakah kali ini situasinya benar-benar berbeda.
Itu dia informasi terkini seputar crypto. Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita crypto terkini seputar project crypto dan teknologi blockchain. Temukan juga panduan belajar crypto dari nol dengan pembahasan lengkap melalui Pintu Academy dan selalu up-to-date dengan pasar crypto terkini seperti harga bitcoin hari ini, harga coin xrp hari ini, dogecoin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). The trading of crypto asset futures contracts is carried out by PT Porto Komoditi Berjangka, a licensed and regulated Futures Broker supervised by BAPPEBTI, and a member of CFX and KKI. Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja and PT Porto Komoditi Berjangka do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.