Data CPI AS Segera Rilis pada 13 Januari 2026, Apa Dampaknya Bagi Crypto?

Updated
January 7, 2026

Jakarta, Pintu News – Data inflasi AS yang akan dirilis minggu depan diharapkan memberikan dampak signifikan terhadap pasar Bitcoin dan mata uang kripto lainnya. Rilis data ini sangat penting karena akan menjadi pertimbangan dalam pertemuan FOMC Januari mendatang, yang mana dapat mempengaruhi keputusan suku bunga oleh Federal Reserve (Fed).

Pengaruh Data Inflasi Terhadap Kebijakan Fed

Data inflasi Desember yang akan dirilis pada tanggal 13 Januari ini mencakup pembacaan tahunan untuk CPI dan core CPI. Ini merupakan data makro pertama yang dirilis tahun ini, yang akan memberikan gambaran tentang kondisi ekonomi AS saat ini.

Data inflasi November yang lalu menunjukkan penurunan yang signifikan, dengan CPI turun menjadi 2,7% dan core CPI turun menjadi 2,6%, yang merupakan level terendah sejak Maret 2021.

jadwal cpi as
Sumber: MarketWatch

Namun, Presiden Fed New York, John Williams, telah menyatakan bahwa mungkin ada distorsi dalam pembacaan inflasi yang disebabkan oleh penutupan pemerintahan AS. Oleh karena itu, laporan Desember ini sangat krusial untuk menentukan apakah inflasi di AS benar-benar menunjukkan penurunan.

Data ini akan sangat berpengaruh dalam pertemuan FOMC Januari, di mana Fed akan memutuskan apakah akan melakukan pemotongan suku bunga untuk keempat kalinya secara berturut-turut.

Baca juga: Analis Crypto Prediksi Kenaikan Harga Shiba Inu (SHIB) Hingga 246%, Pola Langka Mulai Muncul?

Reaksi Pasar Bitcoin dan Kripto Terhadap Data Inflasi

Data inflasi biasanya memicu volatilitas di pasar Bitcoin dan kripto pada hari rilisnya. Pembacaan inflasi yang rendah dianggap positif bagi pasar, karena akan memperkuat argumen untuk pemotongan suku bunga lebih lanjut oleh Fed. Hal ini juga dapat mendukung reli pasar kripto yang sedang berlangsung, dengan harga Bitcoin (BTC) yang telah naik di atas $90.000 di awal tahun, meningkat 6% sejak awal tahun.

Sebaliknya, pembacaan yang lebih tinggi dari ekspektasi akan berdampak negatif bagi pasar, yang mungkin menyebabkan penjualan jangka pendek. Menurut catatan dari pertemuan FOMC, sebagian besar pejabat Fed mengharapkan untuk melakukan pemotongan suku bunga lebih lanjut jika inflasi terus menurun. Jika inflasi terus menunjukkan penurunan, Fed kemungkinan akan memprioritaskan pasar tenaga kerja, yang masih menunjukkan kelemahan.

Baca juga: Harga Bitcoin (BTC) Menuju $100.000: Apakah Ini Fase Bullish atau Bulltrap?

Prospek Jangka Panjang untuk Bitcoin dan Kripto

Dinamika antara kebijakan moneter Fed dan pasar kripto telah menunjukkan korelasi yang kuat dalam beberapa tahun terakhir. Keputusan tentang suku bunga dan kondisi ekonomi makro secara umum memiliki pengaruh besar terhadap nilai tukar Bitcoin dan mata uang kripto lainnya.

Investor dan trader di pasar kripto sering menggunakan data seperti CPI sebagai indikator untuk mengambil keputusan investasi. Dengan situasi saat ini, pasar kripto mungkin akan terus mengalami fluktuasi berdasarkan perkembangan ekonomi makro dan kebijakan dari bank sentral AS. Oleh karena itu, pemantauan terhadap indikator ekonomi dan kebijakan moneter menjadi sangat penting bagi para pelaku pasar kripto.

Kesimpulan

Minggu depan akan menjadi momen penting bagi pasar keuangan global, termasuk Bitcoin dan mata uang kripto lainnya. Data inflasi AS akan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter Fed dan potensi dampaknya terhadap pasar. Investor dan analis di seluruh dunia akan menantikan hasil dari data ini dengan penuh antisipasi.

Itu dia informasi terkini seputar crypto. Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita crypto terkini seputar project crypto dan teknologi blockchain. Temukan juga panduan belajar crypto dari nol dengan pembahasan lengkap melalui Pintu Academy dan selalu up-to-date dengan pasar crypto terkini seperti harga bitcoin hari iniharga coin xrp hari inidogecoin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Share

Latest News

See All News ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.

pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8