Jakarta, Pintu News – Shorting Ethereum (ETH) adalah salah satu strategi yang sering digunakan trader crypto ketika pasar sedang turun atau bergerak tidak pasti. Berbeda dengan trading spot yang umumnya hanya untung saat harga naik, shorting memungkinkan kamu mendapatkan potensi keuntungan ketika harga Ethereum justru melemah. Berikut lima cara shorting Ethereum yang umum digunakan, lengkap dengan hal-hal penting yang wajib diperhatikan sebelum mencobanya.
Langkah paling awal sebelum shorting Ethereum adalah memilih platform yang memang menyediakan fitur posisi short. Tidak semua aplikasi crypto mendukung fitur ini, karena shorting biasanya tersedia melalui produk derivatif seperti futures. Oleh karena itu, penting untuk memastikan platform yang dipilih memiliki sistem yang jelas dan mudah dipahami.
Salah satu opsi yang tersedia di Indonesia adalah Pintu Futures, yang memungkinkan pengguna membuka posisi long maupun short pada aset crypto seperti Ethereum. Melalui kontrak futures, kamu bisa berspekulasi terhadap pergerakan harga ETH tanpa harus memiliki asetnya secara langsung.
Baca Juga: Ethereum (ETH) Terus Melaju, Apakah Tahun 2026 Waktu yang Tepat untuk Membeli?

Cara paling umum untuk shorting Ethereum adalah menggunakan kontrak futures atau perpetual futures. Dalam mekanisme ini, kamu membuka posisi short dengan asumsi harga ETH akan turun dari level saat ini. Jika harga benar-benar turun, selisih harga tersebut menjadi potensi keuntungan.
Futures memberi fleksibilitas karena bisa dimanfaatkan saat pasar naik maupun turun. Namun, karena kontrak futures bergerak cepat mengikuti harga pasar, kamu perlu memantau posisi secara aktif. Perubahan harga yang tajam bisa berdampak langsung pada margin yang digunakan.

Shorting Ethereum hampir selalu melibatkan penggunaan leverage, yaitu fasilitas untuk membuka posisi lebih besar dari modal awal. Leverage memang bisa memperbesar potensi profit, tetapi juga mempercepat kerugian jika harga bergerak berlawanan. Semakin besar leverage yang digunakan, semakin tipis toleransi terhadap pergerakan harga.
Karena Ethereum termasuk aset dengan volatilitas tinggi, penggunaan leverage berlebihan bisa membuat posisi cepat terkena likuidasi. Oleh karena itu, penting untuk mengatur ukuran posisi dan leverage sesuai dengan profil risiko masing-masing. Pendekatan konservatif sering kali lebih aman untuk trader pemula.
Risiko utama dalam shorting Ethereum adalah volatilitas harga yang tinggi. ETH bisa bergerak naik atau turun dalam persentase besar dalam waktu singkat, terutama saat ada rilis data makro, update jaringan, atau sentimen pasar global. Jika harga naik tajam saat kamu berada di posisi short, kerugian bisa terjadi dengan cepat.
Selain itu, ada risiko likuidasi, yaitu kondisi ketika posisi otomatis ditutup oleh sistem karena margin tidak lagi mencukupi. Likuidasi sering terjadi saat pasar bergerak cepat dan berlawanan arah dengan posisi yang dibuka. Memahami level likuidasi sejak awal sangat penting sebelum membuka posisi short.
Manajemen risiko adalah kunci utama dalam shorting Ethereum. Penggunaan fitur seperti stop-loss membantu membatasi kerugian ketika pasar bergerak di luar perkiraan. Tanpa batasan risiko yang jelas, kerugian bisa berkembang lebih besar dari yang direncanakan.
Selain itu, trader juga perlu memperhitungkan biaya tambahan seperti funding rate pada kontrak futures. Biaya ini bisa berdampak pada hasil akhir, terutama jika posisi ditahan dalam waktu lama. Dengan strategi yang disiplin dan pemahaman risiko yang baik, shorting Ethereum bisa dilakukan secara lebih terukur.

Shorting Ethereum menawarkan peluang di tengah pasar crypto yang fluktuatif, tetapi juga membawa risiko yang tidak kecil. Memilih platform yang tepat seperti Pintu Futures, memahami cara kerja kontrak futures, serta menerapkan manajemen risiko yang disiplin menjadi faktor penting sebelum mencoba strategi ini. Dengan persiapan yang matang, trader dapat lebih siap menghadapi dinamika pasar Ethereum yang bergerak cepat.
Baca Juga: Strategi Baru dalam Dunia Kripto: Akuisisi 680.000 BTC oleh Strategy!
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin hari ini, harga Solana hari ini, Pepe coin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.