Jakarta, Pintu News – Perjalanan reli Bitcoin (BTC) masih berlanjut, namun kenaikannya belum mulus. Harga Bitcoin memang telah kembali menembus level support tren yang penting, sejarah menunjukkan potensi kelanjutan tren naik, dan tekanan jual jangka pendek sudah mulai mereda.
Namun, setiap kali harga mencoba naik lebih tinggi, selalu muncul tekanan jual baru. Penyebabnya tidak terlihat jelas hanya dari pergerakan harga. Masih ada satu kelompok pemegang Bitcoin yang terus menjual saat harga menguat, dan hal ini bisa menunda kenaikan selanjutnya.

Pada 13 Januari 2026, harga Bitcoin tercatat berada di level $91,236 atau setara dengan Rp1.545.273.388 mengalami koreksi 0,21% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, BTC menyentuh level terendahnya di Rp1.524.620.422 dan harga tertingginya di Rp1.558.436.902.
Saat penulisan, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar Rp30.750 triliun, dengan volume perdagangan dalam 24 jam terakhir yang naik 54% menjadi Rp704,86 triliun.
Baca juga: Bitcoin vs Altcoin: Siapa yang akan Menang Saat Breakout Terjadi?
Bitcoin saat ini sedang bergerak dalam pola cup and handle pada grafik harian. Harga sempat mendekati titik breakout dari bagian “handle” di kisaran $92.400 sebelum mengalami koreksi, namun struktur pola ini masih dianggap valid selama level support kunci tetap bertahan.
Sinyal support yang paling penting saat ini adalah EMA 20 hari. EMA (Exponential Moving Average) adalah rata-rata bergerak eksponensial yang memberikan bobot lebih pada pergerakan harga terbaru dan membantu mengidentifikasi arah tren jangka pendek.

Bitcoin berhasil menembus kembali EMA 20 hari pada 10 Januari, dan kemudian ditutup dengan dua candle harian berwarna hijau. Urutan ini memiliki makna penting.
Pada bulan Desember, Bitcoin dua kali menembus kembali EMA 20 hari — pada 3 dan 9 Desember. Namun, kedua percobaan tersebut gagal karena candle berikutnya berwarna merah. Sebaliknya, pada 1 Januari, setelah menembus kembali EMA, candle berikutnya juga hijau, yang kemudian memicu reli hampir 7%.
Saat ini, pola serupa mulai terbentuk kembali. Selama Bitcoin mampu bertahan di atas EMA 20 hari, skenario breakout masih relevan. Namun, adanya bayangan atas (upper wick) yang panjang di dekat level $92.400 menunjukkan bahwa tekanan jual masih ada. Ini memunculkan satu pertanyaan penting: siapa yang masih menjual?
Data on-chain memberikan jawaban atas pertanyaan tentang siapa yang masih menjual.

Tekanan jual dari pemegang jangka pendek hampir menghilang. Data Spent Coins Age Band — yang melacak aktivitas berdasarkan lama waktu kepemilikan koin — menunjukkan bahwa aktivitas dari kelompok yang memegang antara 7 hingga 30 hari turun drastis, dari sekitar 24.800 BTC menjadi hanya 1.328 BTC, atau turun 95% sejak 8 Januari. Artinya, para pembeli baru tidak buru-buru menjual saat harga naik.
Data net position change untuk pemegang standar juga menunjukkan tren positif sejak 26 Desember. Kelompok ini — yang umumnya dianggap investor jangka panjang (memegang lebih dari 155 hari) — mulai kembali membeli sejak saat itu, bahkan tetap membeli saat harga Bitcoin mencapai puncaknya pada 5 Januari.
Namun, penjualan masih datang dari kelompok yang berbeda.

Net position change pemegang jangka panjang, yang mencerminkan aktivitas para pemegang ultra-jangka panjang (yang kemungkinan menyimpan koin lebih dari satu tahun), masih menunjukkan angka negatif. Pada 1 Januari, kelompok ini mendistribusikan sekitar 286.700 BTC.
Hingga 11 Januari, volume penjualan mereka turun menjadi sekitar 109.200 BTC, atau berkurang lebih dari 60%. Artinya, tekanan jual dari mereka mulai mereda, tapi belum berubah menjadi aksi beli.

Inilah yang menjelaskan kenapa harga masih ragu-ragu mendekati area resistance. Penjual jangka pendek sudah hilang, investor jangka panjang mulai membeli, tapi pemegang ultra-jangka panjang masih menjual cukup banyak untuk membatasi kenaikan harga saat ini.
Baca juga: Prediksi Harga Bitcoin dan XRP Menjelang Keputusan Mahkamah Agung AS!
Saat ini, Bitcoin perlu menutup candle harian secara bersih di atas $92.400 untuk membuka jalan menuju target berikutnya di $94.870. Jika level tersebut berhasil ditembus, maka skenario breakout akan dianggap lengkap dan target kenaikan 12% secara teknikal akan aktif. Target ini mengarah ke area sekitar $106.630.
Agar hal ini terjadi, Bitcoin harus tetap berada di atas EMA 20 hari dan mencegah tekanan jual dari pemegang ultra-jangka panjang menekan harga kembali ke bawah.
Di sisi bawah, level $89.230 menjadi support penting. Penutupan harian di bawah level ini akan melemahkan struktur breakout. Jika harga turun lebih dalam ke sekitar $84.330, maka setup bullish secara keseluruhan akan dianggap batal.

Untuk saat ini, narasi breakout Bitcoin masih berjalan sesuai jalur. Satu-satunya elemen yang masih kurang adalah keyakinan dari para pemegang jangka sangat panjang. Jika kelompok ini berhenti menjual, breakout yang tertunda bisa terjadi dengan cepat.
Itu dia informasi terkini seputar crypto. Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita crypto terkini seputar project crypto dan teknologi blockchain. Temukan juga panduan belajar crypto dari nol dengan pembahasan lengkap melalui Pintu Academy dan selalu up-to-date dengan pasar crypto terkini seperti harga bitcoin hari ini, harga coin xrp hari ini, dogecoin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.