Jakarta, Pintu News – Saat ini, Bitcoin (BTC) melonjak menembus $97.000, seiring kembalinya para trader besar ke pasar spot setelah berminggu-minggu aksi jual yang dipicu oleh ETF. Kenaikan ini kembali membuka peluang menuju level psikologis $100.000 dan menandakan adanya perubahan dalam pihak yang menggerakkan pasar.
Data terkini dari jaringan (on-chain) dan pasar derivatif menunjukkan bahwa reli ini tidak didorong oleh leverage dari trader ritel. Sebaliknya, para whale (pemilik Bitcoin dalam jumlah besar) terlihat aktif mengakumulasi Bitcoin di pasar spot, sementara trader-trader kecil lebih memilih mengejar pergerakan harga melalui kontrak futures.
Hal ini penting, karena reli yang dipimpin oleh pembelian spot cenderung lebih bertahan lama dibandingkan reli yang hanya ditopang oleh spekulasi jangka pendek.

Pada 15 Januari 2026, harga Bitcoin tercatat berada di level $97,060 atau setara dengan Rp1.635.475.268 mengalami kenaikan 2,18% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, BTC menyentuh level terendahnya di Rp1.596.256.347 dan harga tertingginya di Rp1.650.370.351.
Saat penulisan, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar Rp32.687 triliun, dengan volume perdagangan dalam 24 jam terakhir yang naik 11% menjadi Rp1.158 triliun.
Baca juga: Bitcoin Melonjak ke Level Tertinggi 50 Hari Saat Risiko Perang Amerika Serikat–Iran Meningkat!
Data dari grafik Futures Average Order Size milik CryptoQuant menunjukkan pola yang jelas. Ukuran pesanan besar—yang biasanya terkait dengan whale dan institusi—mengalami peningkatan seiring kenaikan harga Bitcoin dari kisaran $85.000 ke atas $95.000.

Di saat yang sama, volume transaksi kecil melonjak di pasar futures. Ini menunjukkan bahwa trader ritel sebagian besar masuk melalui leverage, bukan lewat pembelian langsung di pasar spot.
Perbedaan ini sangat penting. Pada puncak pasar sebelumnya, trader ritel biasanya memimpin reli sementara whale justru menjual. Namun kali ini, justru whale yang lebih dulu membeli, dan ritel baru mengikuti.
Struktur seperti ini lebih mencerminkan fase awal dari sebuah tren naik, bukan fase akhir dari siklus yang biasanya diakhiri dengan lonjakan harga besar-besaran (blow-off top).
Grafik lain dari CryptoQuant menunjukkan perubahan pola pergerakan harian Bitcoin—dari lonjakan merah tajam di bulan November menjadi deretan hijau yang lebih stabil pada bulan Januari.
Perubahan ini mencerminkan adanya tekanan beli nyata, bukan sekadar efek dari short squeeze. Ketika harga naik secara bertahap dengan koreksi yang dangkal, itu biasanya menandakan bahwa permintaan di pasar spot mampu menyerap tekanan jual.
Bitcoin berhasil bangkit dari sekitar $84.400 hingga menembus $96.000 mengikuti pola ini. Tekanan jual yang mendominasi pasar pada bulan November kini telah mereda.
Baca juga: BNB Bidik Level $1.000 di Tengah Lonjakan Aktivitas Derivatif: Harga BNB Siap Bangkit?

Awal bulan ini, ETF Bitcoin spot di AS mencatat arus keluar lebih dari $6 miliar. Penjualan ini berasal dari pembeli yang masuk terlambat setelah puncak harga di bulan Oktober dan akhirnya keluar dengan kerugian.
Namun, harga Bitcoin mampu bertahan di sekitar $86.000—area yang sejalan dengan harga rata-rata pembelian ETF. Level ini bertindak sebagai zona support. Setelah tekanan penarikan (redemption) mereda, harga mulai stabil.
Situasi ini berhasil “membersihkan” pelaku pasar yang lemah (weak hands) dan mengatur ulang posisi pasar. Setelah itu, para whale mulai kembali membangun eksposur mereka di level harga yang lebih rendah.
Penurunan harga dari $110.000 ke $85.000 bukanlah akhir dari pasar bullish, melainkan penutup dari fase spekulatif awal.
Fase tersebut menghapus posisi leverage berlebih dan memaksa investor ETF yang kurang kuat untuk keluar dari pasar. Setelahnya, pasar memasuki fase re-akumulasi, di mana pelaku kuat mulai membeli kembali saat harga bergerak mendatar.
Kini, Bitcoin mulai memasuki fase ekspansi kembali. Harga menembus ke atas dan modal baru mulai mengalir masuk.
Saat ini, Bitcoin bertahan di atas $95.000—level yang selama ini menjadi batas atas sejak awal Desember. Breakout ini menunjukkan bahwa kendali pasar telah kembali ke tangan pembeli. Jika whale terus memimpin pembelian di pasar spot dan tekanan jual dari ETF tetap rendah, jalan menuju $100.000 semakin terbuka. Lonjakan ke rekor tertinggi baru sangat mungkin terjadi jika permintaan terus tumbuh.
Untuk saat ini, data menunjukkan bahwa reli ini didukung oleh modal riil, bukan oleh leverage yang rapuh. Hal ini memberi Bitcoin fondasi terkuatnya dalam beberapa bulan terakhir.
Itu dia informasi terkini seputar crypto. Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita crypto terkini seputar project crypto dan teknologi blockchain. Temukan juga panduan belajar crypto dari nol dengan pembahasan lengkap melalui Pintu Academy dan selalu up-to-date dengan pasar crypto terkini seperti harga bitcoin hari ini, harga coin xrp hari ini, dogecoin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.