Jakarta, Pintu News – Perusahaan pembuat mesin penambangan crypto, Canaan, menjadi sorotan setelah menerima peringatan potensi delisting dari Nasdaq, sebuah perkembangan yang memicu diskusi luas mengenai kesehatan bisnis mining dan stabilitas industri cryptocurrency global.
Canaan dilaporkan menerima peringatan resmi dari Nasdaq karena tidak memenuhi persyaratan minimum harga saham. Harga saham perusahaan ini tercatat berada di bawah ambang batas US$1 selama periode yang ditentukan oleh regulator bursa. Dengan kurs Rp16.976 per dolar AS, level US$1 setara sekitar Rp16.976 per saham.
Peringatan delisting ini tidak berarti Canaan langsung dikeluarkan dari Nasdaq. Perusahaan masih memiliki tenggat waktu tertentu untuk memperbaiki kepatuhan, termasuk dengan mendorong harga saham kembali ke level minimum yang dipersyaratkan.
Baca Juga: Emas dan Perak Cetak Rekor Tertinggi Baru, Bitcoin (BTC) Anjlok!

Harga saham Canaan mengalami tekanan signifikan seiring melemahnya permintaan global terhadap perangkat mining crypto. Penurunan ini mencerminkan tantangan struktural yang dihadapi produsen perangkat keras di tengah volatilitas pasar cryptocurrency.
Selain faktor internal, kondisi makroekonomi global turut memengaruhi kinerja saham perusahaan berbasis teknologi. Investor cenderung lebih berhati-hati terhadap saham dengan eksposur tinggi ke sektor crypto yang dikenal fluktuatif.
Sebagai salah satu produsen utama mesin penambangan Bitcoin (BTC), posisi Canaan memiliki peran penting dalam rantai pasok industri mining. Potensi delisting memunculkan kekhawatiran terkait keberlanjutan produksi dan distribusi perangkat keras mining.
Namun, secara operasional, peringatan delisting tidak serta-merta menghentikan aktivitas bisnis. Selama Canaan mampu mempertahankan operasi dan kontrak penjualan, dampak langsung ke aktivitas mining crypto global cenderung terbatas dalam jangka pendek.
Industri manufaktur perangkat mining crypto dikenal memiliki persaingan yang ketat. Canaan harus bersaing dengan produsen lain yang agresif dalam efisiensi energi dan inovasi teknologi.
Tekanan harga perangkat dan margin keuntungan yang menyempit menjadi tantangan tambahan. Kondisi ini membuat produsen mining semakin sensitif terhadap siklus harga cryptocurrency, terutama ketika harga Bitcoin bergerak sideways atau melemah.
Manajemen Canaan memiliki sejumlah opsi strategis untuk merespons peringatan Nasdaq. Langkah yang umum ditempuh termasuk reverse stock split untuk meningkatkan harga saham secara nominal.
Selain itu, perusahaan dapat memperbaiki kinerja keuangan melalui efisiensi biaya atau ekspansi pasar baru. Upaya diversifikasi bisnis di luar perangkat mining juga kerap dipertimbangkan untuk mengurangi ketergantungan pada satu segmen.
Bagi investor saham, potensi delisting meningkatkan risiko likuiditas dan volatilitas harga. Saham yang terdelisting dari bursa utama biasanya diperdagangkan di pasar yang lebih terbatas dengan tingkat transparansi lebih rendah.
Sementara itu, bagi pelaku pasar crypto, peristiwa ini menjadi indikator tekanan yang sedang dialami sektor pendukung ekosistem cryptocurrency. Meski tidak berdampak langsung pada harga aset seperti Bitcoin (BTC) atau Ethereum (ETH), sentimen terhadap sektor mining dapat terpengaruh.

Kasus Canaan mencerminkan fase konsolidasi dalam industri crypto yang lebih luas. Setelah periode ekspansi agresif, banyak perusahaan kini menghadapi realitas pasar yang lebih selektif dan berorientasi pada efisiensi.
Dalam jangka panjang, tekanan ini dapat mendorong industri cryptocurrency menuju struktur yang lebih matang. Perusahaan dengan fundamental kuat dan model bisnis berkelanjutan cenderung lebih mampu bertahan menghadapi siklus pasar.
Baca Juga: Ripple (XRP) Berpeluang Menuju US$5? Ini Analisis Harga dan Risikonya!
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin hari ini, harga Solana hari ini, Pepe coin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.