Jakarta, Pintu News – Emas Treasury semakin dikenal di Indonesia sebagai alternatif investasi emas digital yang menawarkan fleksibilitas transaksi layaknya aset crypto dan cryptocurrency, namun tetap berbasis emas fisik.
Model ini menarik perhatian karena memungkinkan masyarakat membeli emas mulai dari nominal kecil, menyimpannya secara digital, lalu mencetak atau menjualnya kembali sesuai kebutuhan. Berikut penjelasan lengkap mengenai apa itu Emas Treasury, perbedaannya dengan Pegadaian, biaya cetak, hingga cara menjualnya kembali.
Emas Treasury adalah layanan pembelian dan penyimpanan emas digital yang didukung oleh emas fisik nyata, di mana kepemilikan emas dicatat secara elektronik melalui platform Treasury. Pengguna dapat membeli emas dalam satuan gram kecil tanpa harus langsung memegang emas fisik, sehingga lebih praktis dan efisien dibandingkan metode konvensional.
Konsep ini sering disamakan dengan aset crypto berbasis emas karena sama-sama bersifat digital dan dapat dipantau secara real-time, meski secara fundamental berbeda dari cryptocurrency seperti Bitcoin (BTC) atau Ethereum (ETH). Emas Treasury tetap merepresentasikan kepemilikan emas fisik, bukan token kripto, sehingga nilainya mengikuti harga emas dunia.
Baca Juga: Emas dan Perak Cetak Rekor Tertinggi Baru, Bitcoin (BTC) Anjlok!

Perbedaan utama antara Emas Treasury dan Pegadaian terletak pada bentuk kepemilikan dan tujuan layanannya. Emas Treasury berfokus pada investasi emas digital yang fleksibel, sementara Pegadaian dikenal luas sebagai penyedia emas fisik sekaligus layanan pembiayaan berbasis gadai.
Di Treasury, emas dapat disimpan secara digital tanpa biaya penyimpanan fisik dan baru dicetak ketika saldo mencukupi. Sebaliknya, Pegadaian umumnya melibatkan emas fisik sejak awal transaksi, baik untuk pembelian maupun gadai, sehingga fungsi investasinya bercampur dengan fungsi pembiayaan.
Biaya cetak Emas Treasury bergantung pada berat emas dan jenis cetakan yang dipilih pengguna. Secara umum, biaya cetak untuk gram kecil relatif lebih tinggi secara persentase dibandingkan gram besar karena mencakup ongkos produksi, sertifikat, asuransi, dan pengemasan.
Selain biaya cetak, pengguna juga perlu memperhitungkan biaya pengiriman dan asuransi. Tidak seperti aset crypto yang dapat dipindahkan antar wallet hampir tanpa biaya fisik, pencetakan emas digital ke bentuk fisik memang memiliki komponen biaya tambahan yang wajar karena melibatkan proses manufaktur dan logistik.
Cara menjual Emas Treasury tergolong sederhana selama emas masih dalam bentuk digital. Pengguna cukup masuk ke platform Treasury, memilih fitur jual emas, menentukan jumlah gram yang ingin dijual, lalu memilih rekening tujuan pencairan dana.
Hasil penjualan emas digital akan ditransfer ke rekening bank dalam waktu beberapa hari kerja. Namun penting dicatat, emas yang sudah dicetak menjadi fisik tidak dapat dijual kembali melalui Treasury dan harus dijual ke toko emas atau pihak lain di luar platform, berbeda dengan aset cryptocurrency yang umumnya tetap dapat diperdagangkan di bursa digital kapan saja.

Kehadiran Emas Treasury mencerminkan tren digitalisasi investasi di Indonesia, sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat pada crypto dan cryptocurrency. Meski berbeda secara struktur, emas digital dan crypto sama-sama menawarkan kemudahan akses, transparansi harga, dan fleksibilitas transaksi.
Bagi investor yang menghindari volatilitas tinggi cryptocurrency, Emas Treasury menjadi opsi alternatif untuk diversifikasi aset digital berbasis nilai intrinsik. Sementara itu, bagi investor aktif, kombinasi emas digital dan crypto dapat digunakan sebagai strategi pengelolaan risiko jangka menengah hingga panjang.
Kabar baiknya, kini Pintu menyediakan layanan tokenesasi emas melalui aset seperti Tether Gold (XAUT) dan PAX Gold (PAXG). Melalui tokenisasi emas ini, transaksi jual beli emas menjadi lebih mudah, cepat, dan fleksibel, tanpa harus menyimpan fisik emas secara langsung.
Emas Treasury menawarkan cara modern berinvestasi emas melalui platform digital dengan dukungan emas fisik sebagai underlying asset. Dibandingkan Pegadaian, Treasury lebih menekankan fleksibilitas investasi daripada fungsi pembiayaan. Meski memiliki biaya cetak dan keterbatasan penjualan emas fisik, Emas Treasury tetap relevan sebagai jembatan antara investasi tradisional dan ekosistem aset digital di Indonesia.
Baca Juga: Ripple (XRP) Berpeluang Menuju US$5? Ini Analisis Harga dan Risikonya!
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin hari ini, harga Solana hari ini, Pepe coin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.