Jakarta, Pintu News – Memasuki tahun 2026, pasar crypto menunjukkan peningkatan volatilitas di berbagai aset digital. Situasi ini memicu kembali perhatian pada token-token yang berpotensi memberikan keuntungan besar dalam jangka panjang.
Meskipun mata uang kripto terbesar telah mencapai valuasi yang sangat tinggi, fokus investor kini mulai beralih ke arah lain. Dalam konteks ini, jaringan yang sudah mapan namun masih mengalami pertumbuhan mulai menarik minat, terutama yang menunjukkan peningkatan adopsi, keterlibatan institusi yang semakin besar, serta permintaan struktural yang menguat.
Gabungan dari faktor-faktor tersebut dapat menjadikan aset-aset ini sebagai kandidat kuat untuk meraih potensi besar pada siklus pasar berikutnya.

Solana (SOL) kini menjadi salah satu ekosistem blockchain paling aktif, dengan lonjakan penggunaan jaringan dan volume transaksi yang mencapai level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir—menunjukkan peningkatan minat dari pengguna maupun pengembang.
Baca juga: Prediksi Harga Solana: Likuidasi Long $59 Juta Menyeret SOL Jatuh di Bawah Area EMA
Perkembangan ini diperkuat oleh pertumbuhan pesat tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets) di jaringan Solana, di mana nilai aset yang telah ditokenisasi melampaui $1 miliar. Hal ini membawa kasus penggunaan keuangan tradisional ke dalam blockchain, dan mengaitkan aktivitas jaringan dengan permintaan ekonomi yang riil.
Keterlibatan institusi turut memperkuat prospek Solana. Manajer aset besar dan perusahaan kripto mulai meluncurkan produk dana terkait Solana, mendorong nilai aset yang terhubung ke jaringan ini melampaui $1 miliar.
Dengan infrastruktur yang terus membaik serta interoperabilitas lintas jaringan yang makin luas, tren ini mengarah pada posisi Solana sebagai lapisan penyelesaian inti (core settlement layer) yang sedang naik daun, bukan sekadar altcoin berisiko tinggi—dengan potensi pertumbuhan besar di masa depan.

Chainlink (LINK) semakin dipandang sebagai aset pertumbuhan jangka panjang karena perannya yang vital dalam ekosistem blockchain. Dari sisi harga, LINK mengalami penurunan lebih dari 7% pada 19 Januari dan sempat diperdagangkan di kisaran $12.
Baca juga: 3 Token Unlock Besar yang Wajib Diawasi di Minggu Ini!
Sebagai jaringan oracle terdesentralisasi terdepan, Chainlink menyediakan data dunia nyata yang aman untuk kontrak pintar (smart contracts), menjadi fondasi utama berbagai aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi), serta berperan penting dalam tokenisasi aset dunia nyata.
Seiring semakin banyak institusi yang menjajaki produk keuangan berbasis blockchain, permintaan terhadap sumber data yang andal dan tahan manipulasi pun meningkat, mempertegas peran sentral Chainlink.
Tren on-chain menunjukkan bahwa pentingnya Chainlink semakin tercermin dalam dinamika pasar. Aktivitas dari pemegang besar (whales) mengalami peningkatan—pola yang sebelumnya sering mendahului kenaikan harga. Selain itu, pasokan LINK yang semakin ketat berpotensi memperbesar pergerakan harga jika permintaan melonjak.
Secara bersamaan, adopsi infrastruktur Chainlink oleh institusi untuk keperluan kepatuhan, penyelesaian transaksi, dan konektivitas lintas rantai juga terus berkembang, mengokohkan posisinya sebagai jembatan utama antara keuangan tradisional dan jaringan blockchain.
Itu dia informasi terkini seputar crypto. Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita crypto terkini seputar project crypto dan teknologi blockchain. Temukan juga panduan belajar crypto dari nol dengan pembahasan lengkap melalui Pintu Academy dan selalu up-to-date dengan pasar crypto terkini seperti harga bitcoin hari ini, harga coin xrp hari ini, dogecoin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.