Jakarta, Pintu News – Pasar crypto menghadapi momentum penting di 2026 karena pergerakan Bitcoin (BTC) pada level harga psikologis $100.000 dianggap sebagai pivot point kritis oleh sejumlah analis pasar. Menurut seorang strategist pasar, kegagalan Bitcoin untuk mempertahankan posisi di atas $100K bisa menjadi sinyal risiko besar yang mengarah pada penurunan harga yang tajam dan berkepanjangan. Pemahaman terhadap skenario ini penting bagi investor jangka pendek dan panjang.
Salah satu analis pasar mengingatkan bahwa Bitcoin berada di persimpangan penting: jika harga tidak mampu bertahan di atas $100.000 dalam jangka menengah, hal ini dapat menandakan “end-game risk”, yaitu fase di mana momentum kenaikan besar mulai melemah. Rentang harga tersebut sering dipandang sebagai ambang psikologis oleh pelaku pasar, dan kegagalan bertahan di bawah angka ini dapat memicu aksi jual lebih besar.
Perubahan seperti ini sering kali diikuti oleh penurunan volatilitas yang tajam, mempersempit ruang harga. Ketika momentum bullish mereda dan permintaan investor melemah, tekanan jual dapat meningkat, sehingga harga justru berbalik tajam. Dalam kondisi tersebut, BTC bisa memasuki fase konsolidasi panjang atau bahkan koreksi signifikan dalam waktu mendatang.
Kegagalan teknikal dalam mempertahankan level kunci sering kali dianggap oleh analis sebagai tanda struktur pasar yang berubah. Sebagai contoh, ketika BTC tidak mampu memanfaatkan dorongan teknikal untuk menembus dan bertahan di atas $100K, itu menunjukkan bahwa permintaan tidak mendukung harga pada level tinggi. Hal ini menjadi pertanda bahwa tren kenaikan utama telah melemah secara teknikal.
Baca Juga: 7 Fakta Trump Meme Coin dan Dampaknya pada Kebijakan Crypto AS

Skenario lebih ekstrem yang disampaikan oleh beberapa analis adalah kemungkinan Bitcoin menuju penurunan tajam menuju angka jauh di bawah level psikologis utama. Dalam skenario ini, harga BTC bisa mengalami reversion to mean, dimana pasar kembali ke kisaran harga historis yang lebih rendah. Bahkan beberapa prediksi dari analis lain menyinggung kemungkinan Bitcoin turun jauh, bahkan mendekati angka yang pernah menjadi level support sebelumnya, seperti $10.000.
Walaupun prediksi semacam itu bukan konsensus pasar utama, keberadaan komentar semacam ini mencerminkan ketidakpastian struktural yang masih ada di pasar crypto. Ketika momentum teknikal melemah dan arus modal keluar, tekanan jual bisa mempercepat koreksi dan menimbulkan pergeseran sentimen dari bullish ke bearish.
Hal ini bisa menciptakan turbulensi harga yang signifikan dalam jangka pendek. Risiko semacam ini juga dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti reaksi pasar terhadap kebijakan makroekonomi, perubahan tingkat suku bunga, dan dinamika inflasi global. Ketidakpastian semacam ini berpotensi menciptakan risk-off mode bagi investor, sehingga aset berisiko seperti Bitcoin mengalami tekanan.
Di sisi lain, ada pula pandangan yang lebih moderat atau bullish bahwa level $100K bukanlah garis batas mematikan jika pasar menunjukkan akumulasi struktural yang kuat. Spot Bitcoin ETF dan arus masuk modal institusional bisa menjadi pendorong positif untuk harga BTC tetap bertahan atau bahkan mencetak rekor baru.
Investor institusional, seperti beberapa perusahaan yang terus menambah kepemilikan BTC meskipun harga fluktuatif, menunjukkan bahwa permintaan jangka panjang masih ada. Lokasi harga yang mendekati level psikologis tersebut bisa menjadi area bagi pembeli besar masuk, menjaga stabilitas harga.
Ini menjadi alasan mengapa beberapa analis lebih optimis meskipun ada risiko teknikal yang harus diwaspadai. Kelompok analis lain juga berpendapat bahwa selama BTC tetap berada di kisaran yang relatif tinggi secara historis, pasar crypto tetap berada dalam kondisi yang lebih sehat dibandingkan koreksi besar di masa lalu. Pendekatan ini melihat Bitcoin sebagai instrumen jangka panjang dengan fundamental adopsi yang terus berkembang meskipun volatilitas tetap tinggi.
Prediksi tentang apa yang akan terjadi jika Bitcoin gagal mempertahankan level $100.000 pada 2026 bukanlah ramalan pasti, melainkan peringatan terhadap risiko teknikal yang signifikan. Investor sebaiknya menggabungkan pandangan teknikal, fundamental, dan makroekonomi saat merumuskan strategi investasi mereka. Permintaan dari ETF dan adopsi institusional bisa membantu mendukung harga, tetapi dinamika pasar tetap sensitif terhadap tekanan jual jika momentum utama melemah.
Baca Juga: 7 Fakta XRP Longs Dilikuidasi $5 Juta: Analisis Dampak dan Arah Pasar Crypto
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin hari ini, harga Solana hari ini, Pepe coin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.