Jakarta, Pintu News – Decentralized Autonomous Organizations (DAO) pernah dipandang sebagai game changer dalam tata kelola komunitas dan proyek cryptocurrency, tetapi menurut Vitalik Buterin, salah satu pendiri Ethereum (ETH), model DAO saat ini sudah jauh menyimpang dari tujuan awalnya dan memerlukan desain yang lebih efektif, adil, dan berkelanjutan untuk mendukung ekosistem Web3 di masa depan.
Vitalik Buterin menilai bahwa banyak DAO modern telah bertransformasi menjadi sistem di mana hanya dompet dengan jumlah token besar yang menentukan keputusan melalui mekanisme voting. Model ini pada dasarnya mengubah DAO menjadi semacam “treasury yang dikuasai pemegang token besar”, yang menurutnya tidak lagi mencerminkan semangat desentralisasi sejati.
Menurut Buterin, desain seperti ini sering kali mudah direbut dan dimanipulasi, karena voting power yang terpusat pada sebagian kecil anggota membuat prosesnya kurang inklusif dan rentan terhadap dominasi oleh whale atau kelompok dengan modal besar. Hal ini juga dapat membuat partisipasi DAO menjadi rendah karena banyak pemegang token tidak aktif atau kehilangan minat untuk terlibat dalam proses keputusan yang terasa bias atau tidak efektif.
Baca Juga: 7 Fakta Trump Meme Coin dan Dampaknya pada Kebijakan Crypto AS
Vitalik Buterin berpendapat bahwa voting berbasis jumlah token saja tidak cukup untuk menciptakan tata kelola desentralisasi yang efektif. Tantangan lain seperti masalah privasi dan kelelahan pengambilan keputusan (decision fatigue) dapat menurunkan kualitas keputusan dalam DAO.
Buterin menggarisbawahi pentingnya mengadopsi teknologi seperti zero-knowledge proofs (ZKP) untuk meningkatkan privasi dalam tata kelola DAO, sehingga anggota dapat memberikan suara tanpa memaparkan identitas atau preferensi mereka secara publik. Selain itu, ia juga melihat potensi penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu mengurangi beban voting repetitif dan mempercepat proses evaluasi keputusan tanpa menghilangkan peran manusia dalam pengambilan kebijakan penting.
Menurut Buterin, tujuan awal DAO adalah untuk mengelola sumber daya dan koordinasi aktivitas secara lebih efisien daripada sistem pemerintahan atau korporasi tradisional. Namun, tren dominan saat ini justru fokus pada pengelolaan treasury melalui voting sederhana, yang kurang menangani masalah yang lebih kompleks dalam ekosistem crypto.
Ia menekankan bahwa DAO harus didesain untuk menangani fungsi penting seperti oracle yang lebih aman, penyelesaian sengketa di blockchain, hingga pemeliharaan jangka panjang proyek yang tidak bisa hanya diselesaikan oleh voting token semata. Pendekatan ini bisa membantu DAO menjadi bagian infrastruktur yang lebih solid untuk Decentralized Finance (DeFi), stablecoin, dan aplikasi blockchain lain yang memerlukan tata kelola yang tahan terhadap manipulasi dan dominasi pihak tertentu.

Buterin juga menunjukkan bahwa untuk mencapai reformasi DAO, perlu ada pergeseran paradigma dalam cara komunitas crypto memandang tata kelola. Teknologi seperti komunikasi on-chain yang canggih, pemanfaatan oracle yang kuat, dan koordinasi komunikasi antar anggota yang lebih baik harus menjadi bagian dari toolkit desain DAO yang modern.
Dengan menaruh fokus pada governance stack yang lebih kuat, DAO dapat menjadi alat yang lebih efektif untuk peluncuran proyek baru, manajemen sumber daya jangka panjang, serta penyelesaian konflik secara on-chain tanpa mengorbankan desentralisasi sejati.
Pandangan Vitalik Buterin ini menggugah diskusi tentang bagaimana ekosistem cryptocurrency dapat berkembang lebih matang dan terkoordinasi dalam aspek tata kelola. Alih-alih mengandalkan sekadar mekanisme voting sederhana, ia mendorong penciptaan DAO yang lebih robust dan berfokus pada permasalahan nyata dalam blockchain modern.
Pendekatan seperti ini sejalan dengan kebutuhan pasar DeFi dan Web3 yang semakin kompleks dan memerlukan solusi tata kelola yang lebih maju daripada yang tersedia saat ini.
Baca Juga: 7 Fakta XRP Longs Dilikuidasi $5 Juta: Analisis Dampak dan Arah Pasar Crypto
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin hari ini, harga Solana hari ini, Pepe coin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.