Jakarta, Pintu News – Harga Bitcoin (BTC) turun di bawah $89.000 seiring pasar global tetap berada dalam kondisi risk-off (menghindari risiko). Pasar saham mengalami penurunan, kripto mengikuti tren tersebut, dan modal beralih ke aset-aset aman tradisional—yang mendorong harga logam mulia seperti emas dan perak naik karena investor mencari perlindungan dari ketidakpastian.
Penurunan ini dipicu oleh kombinasi faktor makro yang kompleks: kekhawatiran baru terkait perang dagang dan wacana tarif, ketegangan geopolitik yang meningkat, serta kondisi likuiditas yang lebih ketat karena imbal hasil obligasi dan nilai dolar terus sensitif terhadap berbagai berita.
Dalam situasi ini, harga BTC menunjukkan perilaku yang lebih mirip aset berisiko dengan beta tinggi, bukan sebagai lindung nilai (hedge). Pertanyaan utama sekarang adalah apakah penurunan ini hanyalah koreksi wajar dalam tren pasar bullish yang akan menarik minat beli baru, atau justru awal dari penurunan lebih dalam yang mendorong harga ke level support lebih rendah sebelum mengalami rebound yang signifikan.

Baca juga: Fear and Greed Index: Sentimen Pasar Crypto Anjlok ke Zona Ketakutan Ekstrem!
Pada 22 Januari 2026, harga Bitcoin tercatat berada di level $89,748 atau setara dengan Rp1.523.103.336, mengalami kenaikan tipis 0,1% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, BTC menyentuh level terendahnya di Rp1.483.472.315 dan harga tertingginya di Rp1.535.530.696.
Saat penulisan, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar Rp30.312 triliun, dengan volume perdagangan dalam 24 jam terakhir yang turun 6% menjadi Rp1.002 triliun.
Grafik 12 jam (21/1) yang dibagikan oleh analis populer, Altcoin Sherpa, menunjukkan bahwa Bitcoin mengalami penurunan setelah gagal mempertahankan posisi di tengah kisaran harga. Volume profile di sisi kanan grafik dengan jelas memperlihatkan area keputusan berikutnya.
Terdapat pita tebal volume perdagangan (high-volume node) yang menumpuk di kisaran $91.000–$92.000, yang biasanya menjadi area resistensi kuat saat harga mencoba naik kembali karena banyak posisi dibuka di sana. Selama BTC diperdagangkan di bawah area ini, reli cenderung cepat dijual kembali.
Di sisi bawah, harga mulai bergerak menuju area dengan likuiditas tipis, di mana pergerakan harga biasanya lebih cepat karena volume historis yang lebih rendah tidak mampu “menahan” harga. Fokus saat ini tertuju pada area $88.000–$87.000 terlebih dahulu, dan kemudian zona support yang lebih luas di sekitar $85.000–$84.000 jika tekanan jual terus berlanjut.
Bagi pihak bullish, tugas langsungnya sederhana namun berat: merebut kembali level $91.000, lalu menembus $92.000 untuk mengubah zona volume tersebut menjadi support. Jika tidak, jalur yang paling mudah tetap mengarah ke bawah.
Baca juga: 3 Alasan Mengapa Januari Jadi Fase Konsolidasi Krusial bagi Bitcoin!
Penurunan Bitcoin di bawah area $89.000 membuat bias jangka pendek tetap condong ke arah penurunan, dan volume profile memperkuat pandangan tersebut. Dengan adanya zona pasokan tebal di sekitar $91.000–$92.000, setiap pantulan harga yang gagal menembus dan mempertahankan area ini kemungkinan besar akan kembali dijual.
Jika harga BTC tidak mampu stabil di atas area $88.000–$87.000, target penurunan berikutnya yang masuk akal adalah menuju $86.000, dengan kemungkinan penurunan lebih dalam ke kisaran $85.000–$84.000.
Namun, jika pembeli mampu melakukan pemulihan tajam dan mengubah area $91.000–$92.000 menjadi support kembali, maka koreksi harga bisa tetap terbatas. Selain itu, pasar berpotensi kembali memasuki fase konsolidasi dibandingkan penurunan yang lebih panjang.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.