Jakarta, Pintu News – Dogecoin (DOGE) telah mengalami penurunan lebih dari 20% dalam beberapa hari terakhir, merosot tajam setelah menyentuh level tertinggi bulanan. Koreksi ini mendorong harga DOGE turun dari kisaran $0,15 ke titik terendah lokal di bawah $0,12—area yang saat ini sedang coba dipertahankan oleh para pembeli (bull).
Namun, kondisi pasar secara umum dan arus perdagangan saat ini menunjukkan bahwa tekanan penurunan mungkin belum berakhir, dengan potensi terjadi penurunan lanjutan yang dapat memaksa penjual yang terlambat untuk keluar.
Jika tekanan jual ini terjadi, harga DOGE mungkin akan mencoba untuk bangkit kembali, namun pertanyaannya adalah apakah para pembeli mampu mengubah pantulan tersebut menjadi tren kenaikan berkelanjutan menuju $0,20. Lalu, bagaimana pergerakan harga Dogecoin hari ini?

Pada 22 Januari 2026, harga Dogecoin tercatat mengalami kenaikan 1,27% dalam waktu 24 jam, diperdagangkan pada harga $0.1269 atau setara dengan Rp2.154. Dalam periode 24 jam terakhir, harga DOGE bergerak dalam kisaran Rp2.040 hingga ke Rp2.176.
Saat penulisan, market cap Dogecoin berada di sekitar Rp361,23 triliun, dengan volume perdagangan di sekitar Rp25,22 triliun dalam waktu 24 jam.
Baca juga: Harga Ethereum Naik Lagi ke $3.000 Hari Ini (22/1/26): Whale Borong $360 Juta ETH!
Harga DOGE saat ini membentuk pola channel menurun dengan titik tertinggi dan terendah yang semakin rendah, di mana setiap kali harga memantul ke sisi atas channel, selalu menghadapi tekanan jual. Token ini juga mengalami penolakan berulang di kisaran $0,15 hingga $0,153, menandakan bahwa level tersebut telah berubah dari support menjadi resistance.
Dalam area ini, para penjual secara konsisten mempertahankan dominasinya, menjaga tren tetap bearish. Dengan kondisi seperti ini, apakah masih mungkin terjadi rebound menuju $0,20?

Grafik menunjukkan adanya zona konsolidasi ketat di dekat $0,12, di mana harga beberapa kali stabil. Zona ini penting karena berperan sebagai kantong permintaan sementara di tengah tren turun yang lebih besar.
Namun ada satu hal penting: ketika harga terus-menerus menguji level support yang sama dalam pola channel menurun, kekuatan support tersebut biasanya melemah. Ini menunjukkan bahwa meskipun para bull berusaha mempertahankan level $0,12, mereka belum mampu mendorong harga kembali menguat.
Baca juga: Harga Bitcoin Bertahan di $89.000 Hari Ini (22/1/26): Mampukah BTC Rebound?
Penutupan harian di bawah zona ini bisa membuka jalan menuju $0,115, lalu $0,11, dan bahkan mungkin berlanjut hingga $0,10.
Upaya pemulihan harga DOGE terlihat jelas pada grafik, tetapi cenderung dangkal. Pemulihan ini berisiko gagal jika harga memantul namun tidak mampu menembus kisaran antara $0,13 hingga $0,14.
Penolakan lain dari area ini bisa membuat harga terus bergerak sideways di bawah $0,15. Ini menandakan adanya pantulan dalam pasar bearish, namun belum cukup kuat untuk dianggap sebagai pembalikan tren.
Secara teknikal, pergerakan harga saat ini juga masih terlihat tidak stabil, memperkuat sinyal bahwa kekuatan bull sedang melemah. Indikator OBV (On-Balance Volume) menunjukkan tren menurun, mengindikasikan adanya distribusi atau setidaknya permintaan yang melemah dalam tren turun ini.
Sementara itu, CMF (Chaikin Money Flow) sedikit positif, mengisyaratkan masih ada minat beli, tetapi belum cukup kuat untuk mengubah struktur pasar secara keseluruhan. Ini menunjukkan bahwa meski ada pembeli, dominasi tetap berada di tangan penjual.
Kenaikan menuju $0,20 baru akan mungkin terjadi jika harga DOGE berhasil menembus struktur bearish saat ini dengan cara mempertahankan level $0,12 dan membentuk titik terendah yang lebih tinggi (higher lows).
Sebaliknya, jika DOGE gagal merebut kembali level $0,15, reli yang terjadi kemungkinan hanya akan membentuk puncak yang lebih rendah (lower high), yang sering kali diikuti oleh penurunan harga kembali menuju level support.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.