Jakarta, Pintu News – Leverage memperbesar peluang sekaligus risiko dalam perdagangan crypto futures. Trader crypto profesional tidak berspekulasi secara sembarangan. Mereka menggunakan seperangkat indikator yang sudah teruji dan aturan yang jelas untuk menentukan waktu masuk, keluar, serta mengelola risiko.
Dalam panduan ini, beberapa trading indicatos akan dipelajari secara tepat bagaimana para profesional menggunakan sembilan indikator inti, bagaimana menggabungkannya untuk mendapatkan konfluensi yang kuat, serta cara menghindari jebakan umum yang sering membuat akun mengalami likuidasi.
Bollinger Bands adalah indikator teknikal yang terdiri dari tiga garis: satu garis tengah berupa rata-rata pergerakan (moving average) dan dua pita (band) di atas dan bawahnya. Ketika pasar sedang tenang, pita-pita ini menyempit. Sebaliknya, saat harga mulai bergerak signifikan, pita akan melebar.
Baca juga: Daftar Orang Terkaya Bitcoin: Siapa Pemilik BTC Terbanyak pada 2026?
Cara penggunaan oleh para profesional:
Tips: Pada tren yang kuat, harga dapat “menempel” di pita luar dan terus bergerak searah. Hindari melawan tren terlalu cepat. Untuk mengantisipasi breakout, stop loss sebaiknya dipasang di luar pita seberangnya atau di bawah titik swing yang jelas.

Fibonacci Retracement adalah indikator teknikal yang membantu trader mengidentifikasi potensi zona support dan resistance selama tren berlangsung. Saat harga mengalami koreksi, level seperti 38,2%, 50%, 61,8%, hingga 78,6% sering menjadi titik perhatian trader untuk mencari peluang beli dalam tren naik, atau peluang jual dalam tren turun.
Cara penggunaan oleh para profesional:
Moving Average adalah indikator teknikal yang membantu trader mengenali arah tren pasar dengan menyaring fluktuasi harga jangka pendek. Selain itu, moving average juga dapat berfungsi sebagai support dinamis dalam tren naik atau resistance dalam tren turun.
Jenis EMA (Exponential Moving Average) lebih responsif terhadap perubahan harga terbaru, cocok untuk trading jangka pendek. Sementara SMA (Simple Moving Average) memberikan gambaran tren yang lebih lambat dan luas.
Cara penggunaan oleh para profesional:
Perhatian: Sinyal dari persilangan moving average (crossover) bisa menyesatkan di pasar yang sideways atau tidak menentu, karena bisa menghasilkan sinyal palsu (whipsaw). Oleh karena itu, banyak trader mengonfirmasi arah tren pada time frame yang lebih tinggi sebelum mengambil keputusan berdasarkan crossover. Ini membantu menghindari jebakan dari pergerakan jangka pendek yang tidak berlanjut.
RSI (Relative Strength Index) adalah indikator teknikal yang mengukur kekuatan momentum harga dan membantu mengidentifikasi kondisi overbought (jenuh beli) atau oversold (jenuh jual). Dalam tren naik yang kuat, RSI cenderung bertahan di atas level 40–50.
Baca juga: GameFi Mulai Bangkit di 2026: 3 Crypto Ini Memimpin Tren Rally!
Sebaliknya, dalam tren turun, RSI sering berada di bawah 50–60. Memperhatikan pergeseran ini dapat memberi petunjuk awal tentang potensi pembalikan arah atau kelanjutan tren.
Cara penggunaan oleh para profesional:
Catatan: Jangan langsung melakukan posisi jual (short) hanya karena RSI berada di level tinggi saat tren naik yang kuat. Gunakan RSI sebagai konteks pendukung, bukan sebagai satu-satunya pemicu keputusan trading.

MACD (Moving Average Convergence Divergence) adalah indikator teknikal yang menggabungkan elemen tren dan momentum dalam satu alat, sehingga sangat berguna untuk mengenali perubahan kekuatan pasar. Ketika garis MACD memotong garis sinyal dari bawah ke atas di dekat garis nol, hal ini bisa menandakan dimulainya momentum bullish.
Sebaliknya, jika garis MACD memotong ke bawah, ini bisa menunjukkan tekanan bearish. Histogram MACD membantu memvisualisasikan perubahan ini, memperlihatkan apakah momentum sedang menguat atau melemah.
Cara penggunaan oleh para profesional:
Tips: Padukan MACD dengan filter tren seperti EMA 200 dan struktur harga. Biarkan volume mengonfirmasi candle pemicu sebelum mengambil posisi.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.