Investasi Crypto untuk Pemula di 2026: Tips and Tricks!

Updated
January 23, 2026

Jakarta, Pintu News – Tidak bisa dipungkiri, kini banyak orang mulai melirik investasi crypto karena dianggap sebagai peluang baru dalam membangun kekayaan di era digital. Dengan potensi yang ada dan kemudahan akses melalui platform daring, aset crypto seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan lainnya menarik perhatian berbagai kalangan — dari investor pemula hingga profesional.

Selain itu, meningkatnya adopsi teknologi blockchain di sektor keuangan, serta dukungan dari institusi besar, turut mendorong kepercayaan publik terhadap masa depan aset digital ini. Di tengah dinamika pasar global, crypto menawarkan alternatif investasi yang tidak hanya modern, tetapi juga penuh potensi.

Di artikel kali ini kita akan kupas tuntas mengenai tips and tricks investasi crypto untuk permula di tahun 2026!

Apa itu Cryptocurrency?

Cryptocurrency atau mata uang crypto adalah bentuk mata uang digital atau virtual yang dilindungi oleh teknologi kriptografi, sehingga sangat sulit untuk dipalsukan atau digunakan dua kali. Aset ini beroperasi di jaringan terdesentralisasi yang menggunakan teknologi blockchain—buku besar digital yang tersebar dan diamankan oleh jaringan komputer.

Baca juga: ETF Spot Dogecoin Pertama di AS Resmi Meluncur, Siap Diperdagangkan di Nasdaq!

Salah satu ciri utama mata uang kripto adalah umumnya tidak diterbitkan oleh otoritas pusat atau lembaga pemerintah mana pun. Namun, di Amerika Serikat, Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) menetapkan sejumlah aturan yang harus dipatuhi oleh bursa kripto, platform perdagangan daring, serta institusi lain yang menyediakan layanan terkait aset digital ini.

Cara Kerja Investasi Crypto

Cryptocurrency beroperasi di atas sebuah buku besar publik terdistribusi yang disebut blockchain, yaitu catatan semua transaksi yang terus diperbarui dan disimpan oleh para pemilik mata uang digital tersebut.

Unit cryptocurrency diciptakan melalui proses yang disebut mining (penambangan), di mana komputer digunakan untuk memecahkan persoalan matematika kompleks guna menghasilkan koin baru. Selain itu, pengguna juga bisa membeli aset kripto melalui broker, lalu menyimpannya dan menggunakannya melalui dompet digital berbasis kriptografi.

Jika kamu memiliki cryptocurrency, sebenarnya kamu tidak memiliki bentuk fisik apa pun. Yang kamu miliki hanyalah sebuah key (kunci digital) yang memungkinkan kamu memindahkan catatan atau satuan nilai dari satu pihak ke pihak lain tanpa perlu melalui perantara tepercaya.

Panduan Langkah demi Langkah: Cara Mulai Investasi Crypto untuk Pemula

Jika kamu tertarik memulai investasi di dunia crypto namun belum tahu langkah-langkahnya, jangan khawatir. Bagian ini akan membimbing kamu secara bertahap agar dapat berinvestasi dengan percaya diri.

1. Pilih Platform Exchange Kripto

Langkah pertama adalah memilih platform exchange atau bursa crypto, yaitu semacam pasar online tempat Anda bisa membeli dan menjual mata uang digital. Banyak platform populer yang ramah bagi pemula dan menawarkan berbagai pilihan aset crypto.

2. Tentukan Aset Crypto yang Ingin Dibeli

Selanjutnya, kamu perlu memilih jenis crypto yang ingin diinvestasikan. Sebagian besar pemula memulai dengan mata uang kripto ternama seperti Bitcoin atau Ethereum karena lebih stabil dan banyak digunakan dibandingkan koin baru yang belum dikenal. Aset ini dianggap lebih aman untuk langkah awal.

3. Buat Dompet Crypto yang Aman

Setelah menentukan exchange dan jenis aset, saatnya mengamankan investasi kamu. Kamu memerlukan dompet kripto (crypto wallet) untuk menyimpan koin digital secara aman. Dompet ini bisa berbentuk online (hot wallet) atau offline (cold wallet), tergantung pada tingkat keamanan yang Anda inginkan.

Baca juga: Donald Trump Sampaikan 3 Sinyal Crypto ‘Bullish’ di Davos — Nomor 2 Bikin Kaget!

4. Lakukan Pembelian Pertama Kamu

Dengan dompet yang sudah siap, kamu bisa melakukan pembelian pertama. Kamu tidak harus membeli satu koin penuh—bisa juga membeli sebagian kecil sesuai jumlah yang ingin kamu investasikan. Setelah transaksi selesai, aset kripto kamu akan muncul di dompet.

Tips Investasi Crypto yang Aman dan Efektif

Investasi yang baik bukan hanya soal membeli, tapi juga soal memiliki strategi yang tepat. Untuk pemula, ada beberapa pendekatan yang bisa dipertimbangkan, seperti menyimpan aset jangka panjang (HODLing—ya, ini memang istilah populer di komunitas kripto untuk menggambarkan strategi tahan banting saat pasar naik-turun) atau memilih pendekatan yang lebih aktif melalui perdagangan (trading).

Salah satu strategi populer lainnya adalah Dollar-Cost Averaging (DCA). Jika kamu menggunakan aplikasi Pintu, strategi DCA ini ada pada menu “Nabung Rutin”. Kamu bisa mempelajarinya lebih lanjut di sini.

Strategi DCA melibatkan investasi dalam jumlah tetap secara berkala, misalnya mingguan atau bulanan, tanpa memedulikan fluktuasi harga pasar. Tujuannya adalah untuk mengurangi risiko membeli di harga puncak dan menghindari keputusan emosional saat pasar sedang volatil. Dengan DCA, kamu bisa membangun posisi secara perlahan sambil tetap disiplin dalam berinvestasi.

Apa pun strategi yang kamu pilih, penting untuk terus belajar, memahami risiko, dan tidak menaruh seluruh dana pada satu aset kripto saja. Diversifikasi dan pengelolaan risiko adalah kunci untuk menjaga investasi tetap sehat dalam jangka panjang.

Risiko dalam Investasi Crypto

Meskipun cryptocurrency memiliki potensi pertumbuhan yang besar, investasi ini juga tidak lepas dari berbagai risiko. Sebelum terjun, penting bagi investor untuk memahami sisi negatifnya dan siap menghadapi volatilitas tinggi yang kerap menyertai aset digital.

Volatilitas Tinggi

Mata uang kripto dikenal dengan pergerakan harga yang sangat tajam. Dalam satu hari, harga Bitcoin bisa mencetak rekor tertinggi baru, lalu keesokan harinya turun hingga puluhan persen. Bagi pemula, fluktuasi ekstrem seperti ini bisa terasa menegangkan, terutama jika belum terbiasa melihat nilai investasi berubah drastis dalam waktu singkat.

Minimnya Regulasi

Berbeda dengan pasar keuangan tradisional, industri kripto masih relatif minim pengawasan. Kurangnya regulasi ini dapat membuka celah bagi praktik penipuan, manipulasi pasar, atau keberadaan platform pertukaran yang tidak dapat dipercaya.

Risiko Keamanan

Walaupun teknologi blockchain tergolong aman, risiko tetap ada dalam hal penyimpanan dan pengelolaan aset kripto. Peretasan, serangan phishing, hingga celah keamanan pada dompet digital dapat menyebabkan aset hilang atau dicuri. Oleh karena itu, memahami langkah-langkah keamanan sangat penting, seperti menggunakan kata sandi yang kuat, mengaktifkan autentikasi dua langkah, serta menyimpan aset di dompet yang aman.

Perubahan Regulasi

Ketika pemerintah di berbagai negara mulai memberi perhatian lebih pada aset kripto, perubahan regulasi bisa berdampak langsung pada pasar. Aturan pajak, pembatasan perdagangan, hingga larangan tertentu berpotensi memengaruhi nilai dan keamanan investasi kamu.

Meski risiko-risiko tersebut terdengar mengkhawatirkan, mengenalinya sejak awal adalah langkah penting untuk menguranginya. Kunci utama dalam berinvestasi kripto adalah bersikap bijak, mengutamakan keamanan, dan memahami bahwa pasar ini memiliki tingkat ketidakpastian yang tinggi.

Baca juga: Hype Crypto Meledak di 2026: Bitcoin, Ethereum, dan Chainlink Jadi Pemimpin!

5 Aset Crypto yang Populer dan Kelebihannya

1. Bitcoin (BTC)

Bitcoin adalah mata uang kripto pertama yang pernah dibuat dan hingga kini tetap menjadi yang paling populer serta bernilai tinggi. Bagi pemula, Bitcoin merupakan pilihan yang solid karena sudah terbukti bertahan lama, diterima secara luas, dan memiliki pasar yang relatif lebih stabil dibandingkan banyak kripto lainnya.

2. Ethereum (ETH)

Ethereum bukan hanya sekadar mata uang digital; ini adalah platform yang memungkinkan pengembangan smart contract dan aplikasi terdesentralisasi (dApps). Kegunaan tambahan ini menjadikan Ethereum pilihan menarik bagi pemula yang ingin mengenal lebih dalam potensi teknologi blockchain.

3. Litecoin (LTC)

Sering dijuluki “perak”-nya Bitcoin, Litecoin (LTC) adalah opsi andal lainnya untuk pemula. Litecoin menawarkan waktu transaksi yang lebih cepat dan biaya yang lebih rendah dibandingkan Bitcoin, sehingga cocok digunakan untuk transaksi dengan nilai yang lebih kecil.

4. Binance Coin (BNB)

Bagi mereka yang tertarik dengan aktivitas perdagangan kripto atau penggunaan platform exchange, Binance Coin (BNB) layak dipertimbangkan. Awalnya dirancang sebagai token untuk ekosistem Binance, kini BNB telah memiliki banyak fungsi—mulai dari alat pembayaran hingga digunakan dalam aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi).

5. Ripple (XRP)

Ripple (XRP) adalah sistem buku besar terdistribusi yang diperkenalkan pada tahun 2012. Ripple tidak hanya digunakan untuk transaksi mata uang kripto, tetapi juga bisa melacak berbagai jenis transaksi lainnya. Perusahaan di balik Ripple telah menjalin kerja sama dengan banyak bank dan institusi keuangan, menjadikannya proyek kripto dengan orientasi kuat ke dunia keuangan tradisional.

FAQ

Apakah investasi crypto aman untuk pemula?

Relatif aman jika dilakukan dengan pengetahuan yang cukup dan menggunakan platform terpercaya. Risiko tetap ada karena pasar kripto sangat fluktuatif.

Berapa modal minimal untuk mulai investasi crypto?

Anda bisa mulai dengan modal kecil, bahkan Rp10.000–Rp50.000 di beberapa platform lokal. Tidak perlu membeli 1 koin utuh.

Apa perbedaan antara trading dan investasi crypto?

Trading fokus pada jual beli jangka pendek untuk keuntungan cepat, sementara investasi lebih ke menyimpan aset jangka panjang untuk pertumbuhan nilai.

Legal sebagai aset investasi dan diawasi oleh Bappebti. Namun, tidak boleh digunakan sebagai alat pembayaran.

Bagaimana cara memilih crypto yang bagus untuk investasi?

Pilih kripto dengan reputasi baik, volume tinggi, proyek jelas, dan komunitas aktif. Bitcoin dan Ethereum biasanya jadi pilihan awal yang aman.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:



Share

Latest News

See All News ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.

pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8