Jakarta, Pintu News – Pendiri BitMex, Arthur Hayes, meyakini bahwa lonjakan harga Bitcoin (bull run) akan terjadi pada tahun 2026. Keyakinan ini didasarkan pada kebijakan Federal Reserve yang diperkirakan akan kembali menambah likuiditas melalui perluasan neraca keuangannya.
Langkah tersebut diyakini akan meningkatkan minat terhadap aset berisiko seperti kripto dan saham.
Dalam sebuah unggahan terbaru di platform X, pendiri BitMex, Arthur Hayes, menyampaikan bahwa harga Bitcoin (BTC) berpotensi mengalami reli (kenaikan signifikan) tahun ini, dipicu oleh perbaikan kondisi makroekonomi. Ia merujuk pada laporan Bloomberg yang menyebutkan bahwa nilai yen melonjak ke titik tertingginya sejak Agustus.
Baca juga: Harga Ethereum Melemah di $2.800 Hari Ini (26/1/26): Ke Mana Arah ETH Selanjutnya?
“Ini sangat bullish untuk BTC, jika benar. Ini mengasumsikan bahwa The Fed mencetak dolar, menciptakan cadangan perbankan, lalu dolar tersebut dijual untuk membeli yen,” ujar Hayes.
Ia menambahkan, jika The Fed benar-benar memanipulasi nilai tukar yen, maka akan terlihat dari pertumbuhan neraca keuangannya melalui pos “aset dalam mata uang asing” yang dilaporkan setiap minggu dalam rilis H.4.1.
Hayes juga menyoroti laporan yang menyebutkan bahwa Federal Reserve New York melakukan pengecekan konversi dolar ke yen untuk mendukung mata uang Jepang. Namun, hingga saat ini belum ada intervensi resmi dari Departemen Keuangan AS.
Meski begitu, Hayes menyampaikan bahwa reli harga Bitcoin kemungkinan besar akan terjadi jika kebijakan tersebut benar-benar diterapkan, karena akan berdampak langsung pada pasar kripto.
Pernyataan ini muncul setelah Bank of Japan (BOJ) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah pada Jumat lalu, meskipun sebelumnya beredar rumor mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga. Keputusan ini membuat pasar tetap stabil setelah sebelumnya sempat dikhawatirkan akan mengalami guncangan.
Menurut laporan Bloomberg, yen Jepang naik sekitar 1,75% menjadi 155,63 per dolar AS — level tertinggi sejak Desember — dan tren kenaikan ini sudah terlihat sejak sesi perdagangan di Asia hari itu.
Berbeda dengan prediksi awal bahwa pergerakan yen akan menyebabkan harga BTC turun ke $70.000, Hayes justru percaya sebaliknya: jika The Fed melakukan kebijakan ini, maka hal itu akan mendukung terjadinya lonjakan harga Bitcoin.
Meskipun sang pendiri memproyeksikan adanya reli harga, sejumlah trader mulai memperkirakan kemungkinan harga selanjutnya. Data dari Polymarket menunjukkan bahwa semakin banyak investor yang percaya bahwa harga Bitcoin akan turun terlebih dahulu ke angka $80.000 sebelum kembali naik.

Kasus reli Bitcoin saat ini juga tidak didukung oleh aktivitas institusi besar. Hanya dalam sehari kemarin, ETF Bitcoin mencatat arus keluar bersih sebesar $104 juta. Ini menjadi hari kelima berturut-turut di mana dana tersebut mengalami aksi jual. Dalam seminggu terakhir saja, lebih dari $1,4 miliar dana keluar dari ETF ini.

Ini merupakan pembalikan besar dibandingkan kinerja minggu sebelumnya, di mana dana BTC sempat mencatat pekan terbaik sejak anjloknya pasar pada Oktober lalu. Saat itu, para ahli mulai memprediksi adanya reli harga karena melihat momentum yang cukup kuat.
Baca juga: Harga Dogecoin Melemah di $0.12 Hari Ini (26/1/26): Analis Sebut DOGE Menunjukkan Tanda Breakout
Analis pasar ternama, Ted Pillows, mengungkapkan adanya tekanan jual terhadap Bitcoin di berbagai kawasan. Dalam unggahan di platform X, ia menyebut bahwa Amerika Serikat, Asia, dan Eropa secara aktif menjual kepemilikan Bitcoin mereka.
Pola penjualan berdasarkan wilayah ini menunjukkan bahwa pergerakan harga Bitcoin dalam waktu dekat lebih mencerminkan fase distribusi, bukan permintaan spekulatif baru.
Dalam unggahan lainnya, Pillows menyampaikan bahwa saat ini Bitcoin diperdagangkan di dekat level likuiditas penting, dengan aktivitas perdagangan yang sangat tinggi terjadi di atas dan di bawah harga saat ini. Ia menyoroti adanya lonjakan tajam likuiditas di kisaran harga $92.000 hingga $96.000.
Konsentrasi likuiditas semacam ini umumnya menjadi tanda fase konsolidasi. Artinya, pergerakan harga lebih banyak dipengaruhi oleh arus pesanan (order-flow), bukan oleh masuknya permintaan baru di pasar.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.