Jakarta, Pintu News – Untuk pertama kalinya dalam sejarah, harga emas telah menembus angka $5.000 per ons. Kenaikan ini terjadi setelah emas mengalami lonjakan lebih dari $650 hanya dalam bulan Januari. Pekan lalu, emas mencatatkan kenaikan mingguan terbesar dalam sejarah, baik dalam nilai dolar maupun persentase, sejak panik pandemi Covid pada Maret 2020. Sementara itu, perak juga mencapai lebih dari $100 per ons, naik 44% tahun ini.
Daniel Ghali, seorang strategis dari TD Securities, menyatakan kepada Wall Street Journal bahwa lonjakan harga emas erat kaitannya dengan erosi kepercayaan terhadap sistem keuangan global. Meskipun kepercayaan ini belum sepenuhnya hilang, Ghali menambahkan bahwa jika kepercayaan ini benar-benar runtuh, momentum kenaikan harga emas bisa berlanjut lebih lama lagi.
Kenaikan harga emas dan perak menunjukkan bahwa investor mencari aset yang dianggap lebih aman di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ini merupakan indikator bahwa ada kekhawatiran serius mengenai stabilitas sistem keuangan saat ini.
Baca Juga: Prediksi Harga Perak 2026–2030, Bagaimana Nasibnya 5 Tahun ke Depan?

Ada tiga katalis spesifik yang saat ini meningkatkan kecemasan investor. Pertama, terdapat ancaman tarif 100% dari Presiden Trump terhadap Kanada jika negara tersebut melanjutkan perjanjian perdagangan bebas dengan China. Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, telah menanggapi dengan tegas bahwa tidak ada rencana untuk FTA dengan China.
Kedua, penguatan yen sebesar 0,7% menjadi 154,58 per dolar AS menimbulkan kekhawatiran intervensi mata uang. Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, telah memperingatkan akan mengambil tindakan terhadap pergerakan yang tidak normal, dan ada laporan bahwa Federal Reserve Bank of New York telah menghubungi institusi keuangan untuk menanyakan tentang kurs yen. Pasar menginterpretasikan ini sebagai sinyal bahwa AS mungkin membantu Jepang dalam intervensi pasar mata uang.
Keputusan FOMC dari Fed dijadwalkan pada 29 Januari, di mana kebijakan suku bunga diharapkan tetap, namun Presiden Trump terus mendorong pemotongan suku bunga. Pengumuman Trump bahwa ia akan segera menunjuk pengganti Powell menambah ketidakpastian.
Anggaran AS yang berakhir pada 31 Januari dan pemilihan di Jepang pada 8 Februari juga menjadi perhatian. Selain itu, laporan keuangan dari perusahaan teknologi besar seperti Microsoft dan Tesla juga akan sangat berpengaruh minggu ini.
Dengan berbagai gejolak dan ketidakpastian yang terjadi, pasar keuangan global saat ini berada dalam kondisi yang sangat sensitif. Investor dan analis sama-sama harus tetap waspada terhadap dinamika yang berkembang, karena ini akan menentukan arah pasar ke depannya.
Baca Juga: 3 Mata Uang Kripto yang Siap Bangkit Kembali di Tahun 2026
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.