Jakarta, Pintu News – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, istilah Web4 mulai mencuat sebagai fase lanjutan dalam evolusi internet. Setelah kemunculan Web3 yang menekankan desentralisasi dan kepemilikan data melalui teknologi blockchain, Web4 hadir dengan membawa visi baru: internet yang lebih cerdas, terhubung, dan responsif.
Melalui integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan Internet of Things (IoT), Web4 berupaya menyatukan dunia fisik dan digital secara lebih mulus. Artikel ini akan membahas secara lengkap pengertian Web4, contoh penerapannya, serta perbedaannya dengan Web3 dan Web5, guna memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh tentang masa depan internet.
Web4 adalah Web Cerdas atau Web Simbiotik yang merupakan lompatan besar berikutnya dalam evolusi internet. Berbeda dengan versi sebelumnya, Web4 berfokus pada kecerdasan buatan tingkat lanjut, algoritma pembelajaran mesin, dan arsitektur terdesentralisasi untuk menciptakan lingkungan yang lebih cerdas dan saling terhubung. Versi baru ini bertujuan untuk mengintegrasikan dunia fisik dan virtual secara mulus, memungkinkan interaksi dinamis yang sebelumnya tidak terpikirkan.
Baca juga: 5 Platform Populer yang Digunakan untuk Memantau Pergerakan Whale Crypto!
Salah satu ciri utama dari Web4 adalah penekanannya pada desentralisasi, yang memberikan pengguna kontrol dan kepemilikan yang lebih besar atas data mereka. Dengan beralih dari platform terpusat, Web4 menciptakan ruang bagi interaksi yang aman dan dipersonalisasi dengan aplikasi serta layanan web.
Sifat Web4 yang saling terhubung, cerdas, dan berbasis data menawarkan peluang baru untuk meningkatkan kualitas hidup, menandai kemajuan signifikan dalam dunia digital.
Adapun contoh atau karakteristik dari Web4 adalah sebagai berikut:
Fitur penting lainnya dari Web4 adalah integrasi tanpa batas antara dunia fisik dan digital. Teknologi seperti Internet of Things (IoT) memungkinkan interaksi waktu nyata antar perangkat yang saling terhubung, sementara augmented reality (realitas tertambah) menciptakan pengalaman pengguna yang imersif.
Desentralisasi juga memainkan peran penting dengan memberikan pengguna kontrol yang lebih besar atas data dan privasi mereka.
Berikut adalah kelebihan serta kekurangan dari Web4:
Kecerdasan dan Personalisasi yang Lebih Tinggi:
Web4 memanfaatkan kecerdasan buatan dan algoritma pembelajaran mesin tingkat lanjut untuk menyajikan konten dan layanan yang sangat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengguna.
Interaktivitas yang Ditingkatkan:
Web4 memungkinkan pengalaman yang lebih imersif dan interaktif, seperti realitas virtual dan augmented reality, sehingga pengguna dapat berinteraksi dengan informasi dan layanan dengan cara-cara baru dan inovatif.
Integrasi Dunia Fisik dan Virtual:
Web4 menjadi jembatan antara dunia nyata dan digital melalui teknologi seperti Internet of Things (IoT), yang memungkinkan koneksi dan integrasi antara objek fisik dan platform digital.
Desentralisasi dan Demokratisasi yang Lebih Besar:
Web4 mendorong desentralisasi dan pemerataan akses terhadap informasi dan layanan, dengan mengurangi ketergantungan pada platform terpusat dan beralih ke jaringan peer-to-peer serta protokol desentralisasi.
Keamanan dan Privasi yang Lebih Baik:
Web4 menggunakan teknologi kriptografi canggih dan arsitektur terdesentralisasi untuk memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap data dan komunikasi pengguna.
Baca juga: 5 Crypto Futures Trading Indicators yang Wajib Kamu Tau!
Ketergantungan Teknologi yang Meningkat:
Web4 dapat meningkatkan ketergantungan pengguna terhadap teknologi dan platform digital, karena layanan yang sangat dipersonalisasi membuat pengguna semakin tergantung pada sistem tersebut.
Peluang Pengawasan dan Kontrol yang Lebih Besar:
Web4 membuka peluang lebih besar untuk pengawasan dan kontrol, karena layanan yang sangat cerdas dan personal mengumpulkan serta menganalisis data pengguna dalam jumlah besar, yang berpotensi digunakan untuk memengaruhi perilaku mereka.
Kompleksitas dan Kebutuhan Teknis yang Tinggi:
Web4 memiliki tingkat kompleksitas dan kecanggihan teknis yang lebih tinggi dibandingkan versi web sebelumnya, sehingga membutuhkan pengembang dan teknisi dengan keahlian tinggi untuk merancang dan memeliharanya.
Potensi Ketimpangan yang Semakin Besar:
Web4 berisiko memperburuk ketimpangan sosial, karena layanan yang sangat personal cenderung lebih mengutamakan pengguna kaya dan berpengaruh, sementara kelompok lain tertinggal.
Kerentanan Terhadap Serangan Siber yang Lebih Tinggi:
Karena sistem Web4 sangat terhubung dan cerdas, hal ini dapat membuka lebih banyak celah bagi peretas untuk melancarkan serangan siber.
Web3 dibangun dari fondasi Web2 dengan tujuan menjadikan internet lebih terbuka dan dikendalikan oleh pengguna. Jika Web2 dikenal dengan konten buatan pengguna dan media sosial, maka Web3 menggunakan teknologi blockchain untuk menciptakan sistem yang lebih transparan dan aman. Fitur utama Web3 meliputi:
Sementara itu, Web4 akan melangkah lebih jauh dengan memanfaatkan teknologi baru seperti:
Di sisi lain, Web5 dirancang untuk memberi kontrol penuh terhadap data dan identitas digital langsung kepada pengguna (tanpa perlu token blockchain tertentu seperti di banyak implementasi Web3). Tidak sekadar desentralisasi melalui blockchain, tapi juga pergeseran ke penyimpanan dan kendali data yang benar‑benar milik individu (mis. di Decentralized Web Nodes atau DWN).
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.