Jakarta, Pintu News – Pasar aset digital dan logam mulia menunjukkan dinamika berbeda pada 27 Januari 2026, di mana Bitcoin (BTC) tetap terkonsolidasi di bawah level US$88.500, sedangkan emas berhasil mencatat rekor di atas US$5.000 per ons. Pergerakan ini mencerminkan perbedaan sentimen investor antara aset berisiko dan aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini.

Bitcoin menunjukkan pergerakan lemah pada sesi perdagangan awal minggu, dengan harga sempat turun di bawah US$88.500 setelah melemah sekitar 4 persen dalam satu pekan terakhir. Penurunan ini terjadi bersamaan dengan pelemahan sebagian besar token kripto utama lainnya, mencerminkan berhati-hatinya sentimen pasar terhadap aset high-beta.
Pergerakan BTC yang stagnan di kisaran ini menunjukkan bahwa tren bullish jangka pendek masih belum berhasil menembus resistance penting. Tekanan teknikal dan aksi ambil untung jangka pendek menjadi faktor yang menahan momentum kenaikan harga Bitcoin.
Baca Juga: Emas Mendominasi, Bitcoin (BTC) Terpuruk di Tengah Kekhawatiran Intervensi Yen, Kenapa?

Sementara Bitcoin tertahan, emas berhasil mencatat rekor harga di atas US$5.000 per ons, yang menunjukkan permintaan kuat terhadap aset safe haven. Peningkatan harga emas ini sebagian besar didorong oleh meningkatnya kekhawatiran makroekonomi dan geopolitik, termasuk risiko kebijakan fiskal di AS.
Permintaan emas yang meningkat sering kali menunjukkan dominasi investor terhadap perlindungan nilai, terutama saat aset berisiko seperti saham dan crypto menunjukkan tekanan. Momentum ini menjadi sorotan utama untuk trader dan investor komoditas.
Selain emas, harga perak (silver) juga mencatat peningkatan signifikan sebelum kemudian memberikan kembali keuntungannya dalam beberapa sesi terakhir. Logam putih ini sempat mencatat kenaikan tajam dalam tren bullish jangka pendek namun kemudian mengalami koreksi dari level tertingginya.
Pergerakan silver menggambarkan bahwa minat terhadap aset safe haven tidak hanya di emas, tetapi juga di logam lain, meskipun volatilitasnya masih lebih besar dibanding emas.
Perbedaan performa antara Bitcoin dan emas pada periode ini menyoroti perbedaan karakter antara keduanya sebagai aset kelas berbeda. Bitcoin, yang sering dipandang sebagai aset spekulatif dengan volatilitas tinggi, tidak menunjukkan kemampuan untuk mempertahankan momentum harga di bawah level resistance teknikal yang kunci.
Sebaliknya, emas yang dipandang sebagai aset safe haven mendapatkan dukungan kuat dari permintaan investor yang mencari instrumen pelindung nilai terhadap risiko ekonomi dan geopolitik. Pergerakan ini menunjukkan bahwa dalam fase pasar tertentu, logam mulia dapat mengungguli aset kripto dalam hal stabilitas harga.
Beberapa faktor makro seperti ketidakpastian kebijakan moneter AS, risiko government shutdown, serta sentimen terhadap inflasi menjadi bagian dari pendorong arah pergerakan harga di kedua kelas aset tersebut. Ketidakpastian semacam ini sering kali menyebabkan aliran modal dari aset berisiko ke safe haven.
Selain itu, kalender ekonomi global dan keputusan suku bunga juga menjadi komponen penting yang dinanti oleh pelaku pasar dalam menentukan sikap investasi jangka pendek dan menengah.
Baca Juga: Penurunan Drastis Ripple (XRP): Analisis dan Prospek di Tahun 2026
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.