Jakarta, Pintu News – Prediksi harga emas jangka panjang kini menjadi fokus pembicaraan pasar, seiring harga emas mencetak rekor di atas USD 5.000 per ounce pada awal 2026. Aset ini semakin menarik perhatian investor sebagai safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global, perubahan kebijakan moneter, dan pergeseran modal antar kelas aset seperti crypto dan logam mulia. Prediksi harga untuk lima tahun ke depan mencerminkan potensi kenaikan yang signifikan, namun tetap dipengaruhi oleh faktor fundamental, geopolitik, dan perilaku investor.
Model prediksi yang dilaporkan Watcher Guru memperkirakan harga emas bisa mencapai sekitar USD 12.187 per ounce pada akhir 2026, yang berarti kenaikan lebih dari 130 persen dibandingkan level saat ini. Proyeksi ini bersandar pada data tren historis serta asumsi lanjutan terhadap minat beli fisik dan strategi diversifikasi cadangan global. Proyeksi tersebut menunjukkan peningkatan permintaan yang kuat dan kemungkinan emas menjadi lebih menarik sebagai aset pelindung nilai.
Selain itu, akumulasi emas yang besar oleh negara seperti China — yang diperkirakan membeli beberapa ratus ton fisik di 2025 — dianggap sebagai salah satu faktor yang mendukung tekanan permintaan emas jangka panjang.
Baca Juga: 5 Fakta Penting Kesenjangan Pasokan Perak vs Emas dan Dampaknya ke Crypto & Aset Komoditas

Prediksi jangka menengah hingga jangka panjang menunjukkan bahwa harga emas dapat terus melonjak menuju USD 19.409 per ounce pada akhir 2030. Angka ini mencerminkan lebih dari 280 persen kenaikan dari tingkat harga saat ini, berdasarkan model statistik yang mempertimbangkan tren permintaan global. Proyeksi ini memberi sinyal bahwa faktor fundamental makro — seperti kebijakan moneter longgar, ketegangan geopolitik, dan diversifikasi cadangan bank sentral — bisa mempertahankan momentum pasar emas.
Prediksi serupa juga muncul dari analisis eksternal lain, yang mencatat bahwa permintaan emas tetap tinggi di tengah ketidakpastian ekonomi umum dan meningkatnya aliran modal ke aset pelindung nilai.
Beberapa analis dan bank investasi global telah mengangkat prospek bullish emas dalam jangka menengah. Misalnya, Goldman Sachs meningkatkan prediksi harga pada akhir 2026 karena permintaan investor dan bank sentral yang kuat. Selain itu, ketidakpastian geopolitik dan ekspektasi penurunan suku bunga di beberapa yurisdiksi turut berkontribusi pada pergeseran modal ke emas sebagai lindung nilai terhadap risiko pasar.
Kondisi ini menunjukkan keterkaitan kuat antara kebijakan moneter, kekuatan dolar AS, dan harga emas secara global. Ketika dolar melemah atau suku bunga turun, permintaan terhadap emas biasanya meningkat karena biaya peluang memegang emas sebagai aset non-yield menjadi lebih rendah.
Prediksi harga tinggi tetap memiliki sejumlah risiko inheren. Faktor seperti perubahan suku bunga secara agresif, penguatan dolar AS, atau perbaikan kondisi ekonomi global dapat menekan harga emas. Selain itu, dinamika penawaran — yang secara struktural lambat karena pertambangan emas baru hanya berkontribusi sekitar 1 persen per tahun terhadap pasokan global — tetap menjadi batasan naik atau turun secara tajam.
Ketidakpastian pasar komoditas berarti prediksi jangka panjang sering kali sangat spekulatif, dan perubahan kecil dalam faktor fundamental dapat menyebabkan fluktuasi harga yang besar.
Bagi investor crypto dan pasar aset digital seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), atau stablecoin emas tokenisasi, prediksi harga emas jangka panjang penting dipahami sebagai indikator aliran modal antar kelas aset. Ketika emas menjadi sangat menarik karena faktor makro atau geopolitik, modal investor ritel dan institusional bisa beralih sementara dari aset risiko tinggi ke aset safe haven. Namun, rotasi modal ini bisa kembali berbalik ketika tekanan pasar terhadap safe haven mereda.
Pemahaman atas proyeksi harga emas membantu investor dalam menyusun strategi portofolio yang mencakup aset kripto dan aset komoditas untuk diversifikasi risiko dan peluang jangka panjang.
Baca Juga: Lonjakan Harga Altcoin: Fenomena Musiman yang Tak Boleh Dilewatkan!
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.