7 Fakta Utama Laporan Keuangan Microsoft Q2 2026

Updated
January 29, 2026

Jakarta, Pintu News – Microsoft melaporkan hasil keuangan yang kuat untuk kuartal kedua fiskal 2026, dengan pendapatan USD 81,3 miliar yang merupakan peningkatan 17 % secara tahunan. Angka ini melampaui ekspektasi pasar, namun reaksi pasar ke saham Microsoft menunjukkan ketidakpastian terkait tingkat pengembalian dari investasi besar dalam kecerdasan buatan (AI) dan infrastruktur cloud. Kondisi ini penting untuk dipahami oleh investor teknologi dan pasar modal secara luas.

1. Pertumbuhan Pendapatan Tahun ke Tahun

Microsoft mencatat pendapatan USD 81,3 miliar untuk Q2 fiskal 2026, naik sekitar 17 % dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini sedikit melebihi ekspektasi analis yang memperkirakan sekitar USD 80,3 miliar. Angka tersebut mencerminkan permintaan yang kuat, khususnya di divisi cloud dan layanan perusahaan.

Baca Juga: 5 Prediksi Utama Harga Emas 2026–2030 dalam Konteks Pasar Aset Global

2. Laba dan Metodologi Akuntansi Baru

merger openai microsoft
Sumber: Entrepreneur

Net income perusahaan tercatat signifikan, mencapai angka yang lebih tinggi ketika memperhitungkan perubahan dalam pelaporan terkait investasi di OpenAI. Dengan pendekatan akuntansi baru, laba bersih yang dilaporkan mencapai USD 38,5 miliar, sedangkan menurut metodologi tradisional sekitar USD 30,9 miliar. Perubahan ini mencerminkan dampak besar dari struktur kepemilikan dan kolaborasi strategis Microsoft dengan pengembang AI.

3. Pertumbuhan Cloud dan Azure

Divisi cloud Microsoft tetap menjadi motor pertumbuhan, dengan pendapatan dari Microsoft Cloud melampaui USD 50 miliar pada kuartal ini. Layanan Azure, bagian tak terpisahkan dari segmen cloud, tumbuh signifikan sekitar 39 %, melampaui sebagian prediksi analis. Cloud computing terus menjadi pendorong utama pendapatan dan profitabilitas jangka menengah untuk perusahaan.

4. Belanja Modal (Capex) AI yang Masif

Microsoft meningkatkan belanja modalnya secara besar-besaran, dengan capex sekitar USD 37,5 miliar, naik sekitar 66 % dari tahun sebelumnya. Sebagian besar belanja ini diarahkan pada infrastruktur data center dan chipset untuk mendukung layanan AI dan cloud yang berkembang. Meskipun investasi ini mencerminkan komitmen jangka panjang terhadap teknologi AI, hal ini juga memicu kekhawatiran investor mengenai imbal hasilnya di masa depan.

5. Reaksi Pasar terhadap Laporan

Meskipun pendapatan dan laba melampaui estimasi, saham Microsoft turun di sesi setelah jam perdagangan, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap belanja besar dan potensi melambatnya pertumbuhan cloud.

Penurunan harga saham diperkirakan berkisar antara 4 % hingga 7 % di pasar setelah jam perdagangan. Investor tampak menilai bahwa ekspansi AI perlu mulai menunjukkan hasil finansial yang lebih jelas untuk membenarkan biaya yang sangat tinggi.

6. Ketergantungan pada AI dan Backlog Cloud

microsoft era baru ai
Sumber: The Hans India

Laporan keuangan menunjukkan bahwa hampir 45 % dari backlog kontrak cloud Microsoft terkait langsung dengan OpenAI, menggarisbawahi ketergantungan yang kuat pada kemitraan ini untuk pertumbuhan masa depan.

Backlog cloud keseluruhan, yang mencerminkan nilai kontrak yang belum diselesaikan, meningkat signifikan dan menunjukkan permintaan yang kuat. Ketergantungan pada satu partner besar seperti OpenAI juga dinilai menimbulkan risiko bisnis tertentu dalam konteks persaingan dengan penyedia AI lain.

7. Fokus Strategis Jangka Panjang

CEO Satya Nadella menekankan bahwa AI masih pada tahap awal adopsi luas, dan investasi besar diperlukan untuk mempertahankan pertumbuhan jangka panjang di seluruh portofolio produk Microsoft.

Microsoft bermaksud memperluas layanan AI melalui platform seperti Microsoft 365 Copilot dan Azure, serta meningkatkan penjualan di semua segmen cloud dan perangkat lunak perusahaan. Strategi ini mencerminkan pandangan perusahaan bahwa keunggulan teknologi AI akan menjadi pendorong utama daya saingnya di dekade mendatang.

Trading Saham AS Tertokenisasi di Pintu

Bayangkan kamu bisa beli saham perusahaan besar seperti Nvidia (NVDAX), Google (GOOGLX), dan masih banyak lagi dalam bentuk token hanya dengan modal belasan ribu rupiah. Kabar baiknya, kini kamu bisa melakukan jual/beli token saham AS tertokenisasi dari xStocks di Pintu.

Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, sekarang kamu dapat menikmati proses penyelesaian transaksi untuk saham AS tertokenisasi yang lebih cepat, modal awal yang lebih terjangkau, serta pengalaman investasi yang lebih global.
Trading di Pintu Sekarang!

Baca Juga: 5 Wawasan Penting Prediksi SHIB Akan Turun Dulu Sebelum Capai ATH Baru

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga BitcoinUSDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi
• Cryptopolitan. Microsoft Q2 Revenue Rises 17% to $81.3B. Diakses tanggal 29 Januari 2026.

Share

Latest News

See All News ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.

pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8