7 Fakta Aksi Whale Bitcoin (BTC) Senilai $89 Juta dan Dampaknya pada Pergerakan Harga

Updated
January 29, 2026

Jakarta, Pintu News – Bitcoin (BTC) menunjukkan respons pasar setelah aksi akumulasi besar oleh whale, di mana satu entitas besar membeli 1.000 BTC senilai sekitar $89,2 juta untuk memanfaatkan tekanan harga baru-baru ini dan potensi pembalikan tren jangka pendek.

Pembelian ini terjadi saat permintaan dari platform spot seperti Binance dan OKX mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan, sementara tekanan jual dari bursa lain masih terasa. Laporan ini memberikan gambaran tentang dinamika pembeli besar dan implikasinya pada harga BTC di sekitar level support penting.

1. Whale Beli 1.000 Bitcoin senilai $89,2 Juta

Whale besar membeli 1.000 BTC dari OKX dalam dua batch masing-masing 500 BTC, total sekitar $89,2 juta. Pembelian ini menunjukkan minat beli signifikan dari investor besar pada saat harga relatif rendah. Aksi ini sering dipandang sebagai sinyal bahwa whale melihat nilai jangka panjang yang menarik di BTC.

Baca Juga: 5 Prediksi Utama Harga Emas 2026–2030 dalam Konteks Pasar Aset Global

2. Bitcoin Mempertahankan Level Support

Setelah reli dari sekitar $86.000, Bitcoin berhasil mempertahankan level support $88.000 sebelum stabil kembali di kisaran $89.000. Hal ini menunjukkan bahwa pembelian whale mungkin telah membantu menyerap tekanan jual yang lebih luas. Support ini menjadi rujukan penting dalam analisis teknikal jangka pendek.

3. Tekanan Jual dari U.S. Menahan Momentum

Meskipun permintaan meningkatkan aktivitas di bursa seperti Binance dan OKX, tekanan jual dari investor di Coinbase tetap tinggi. Indeks premium Coinbase yang negatif mengindikasikan bahwa penjualan di bursa AS masih menekan harga BTC. Ekspektasi negatif dari pasar domestik AS dapat menunda rebound kuat jika tidak tertutup oleh akumulasi besar.

4. Netflow Spot Mengindikasikan Dominasi Pembeli

Bitcoin menunjukkan netflow negatif di bursa dalam periode terbaru, yang berarti lebih banyak BTC keluar dari bursa daripada masuk. Outflow ini sering dikaitkan dengan akumulasi oleh investor jangka panjang atau whale yang memindahkan aset ke wallet pribadi.
Netflow negatif juga dapat mengurangi likuiditas tersedia untuk tekanan jual.

5. Indikator Momentum Pasar BTC

Indikator Relative Strength Index (RSI) naik dari sekitar 35 ke 46, namun masih berada dalam zona bearish. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada pembelian, momentum bullish belum cukup kuat untuk memicu tren naik signifikan. RSI yang tetap di wilayah negatif menunjukkan risiko bahwa harga dapat tetap range-bound jika tekanan jual berlanjut.

6. Konteks Pasar Lebih Luas

Harga Bitcoin baru-baru ini belum menunjukkan breakout besar setelah periode volatilitas tinggi dan fluktuasi netflow ETF yang negatif. Aliran keluar dari produk spot BTC ETF, seperti sekitar $147,3 juta, menunjukkan bahwa tidak semua modal investor berada dalam fase akumulasi. Faktor global seperti sentimen makro dan pergerakan pasar tradisional turut memengaruhi permintaan BTC.

7. Implikasi Bagi Investor Crypto

Aksi whale ini penting sebagai sinyal potensial permintaan yang lebih kuat dari investor besar, terutama ketika harga Bitcoin menopang pada support teknikal. Investor muda dan pemula perlu memahami bahwa pembelian besar bisa menyerap sebagian tekanan jual tetapi tidak menjamin tren bullish berkelanjutan tanpa katalis fundamental yang kuat. Analisis kombinasi on-chain dan teknikal dapat membantu menilai kemungkinan harga bergerak ke atas resistance kunci atau tetap kawasan konsolidasi.

Baca Juga: 5 Wawasan Penting Prediksi SHIB Akan Turun Dulu Sebelum Capai ATH Baru

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga BitcoinUSDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi
• AMBCrypto. Bitcoin: Can $89 mln in whale buys help BTC clear its recent losses? Diakses tanggal 29 Januari 2026.

Share

Latest News

See All News ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.

pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8