Diam-diam Kumpulkan 140 Ton Emas, Cadangan Tether Tembus $23 Miliar di Bunker Swiss!

Updated
January 29, 2026

Jakarta, Pintu News – Tether kembali menjadi sorotan di pasar crypto dan cryptocurrency setelah mengungkap kepemilikan emas fisik dalam jumlah besar. Perusahaan penerbit stablecoin ini kini menyimpan sekitar 140 ton emas di bunker berkeamanan tinggi di Swiss, dengan nilai sekitar USD 23 miliar atau setara Rp384,2 triliun.

Langkah ini menjadikan Tether sebagai pemilik cadangan emas non-negara terbesar di dunia. Strategi tersebut diposisikan sebagai upaya memperkuat ketahanan nilai di tengah meningkatnya risiko sistem keuangan global.

Bunker Swiss dan Skala Akumulasi Emas Tether

Dilansir dari Crypto.news, cadangan emas Tether disimpan di bunker era Perang Dingin di Swiss yang dirancang untuk keamanan ekstrem. Lokasi tersebut kini menjadi fondasi fisik bagi neraca keuangan Tether yang berbasis digital. Manajemen mengungkapkan bahwa perusahaan membeli lebih dari satu ton emas setiap pekan. Dengan laju tersebut, Tether telah berkembang menjadi pemain besar yang harus diperhitungkan di pasar bullion global.

Skala akumulasi ini bukan sekadar simbolis. Pembelian emas dalam jumlah besar dan konsisten berpotensi memengaruhi likuiditas pasar, terutama saat permintaan dari bank sentral dan ETF juga tinggi. Beberapa pelaku pasar menilai aktivitas Tether dapat memperketat pasokan emas fisik. Hal ini menandai pergeseran peran entitas crypto dari sekadar pengguna aset keuangan menjadi aktor sistemik.

Baca juga: Arthur Hayes: “Arah Bitcoin Ditentukan Bank Sentral, Bukan Hype Crypto!”

Lindung Nilai Fiat dan Dukungan untuk USDT serta XAUT

Manajemen Tether menyebut cadangan emas ini sebagai lindung nilai terhadap pelemahan mata uang fiat dan risiko pihak ketiga. Emas diposisikan untuk memperkuat stabilitas Tether USD (USDT) dan produk tokenisasi emas mereka, Tether Gold (XAUT). Strategi ini sejalan dengan tren global kenaikan harga emas yang dipicu kekhawatiran inflasi dan ketidakpastian geopolitik. Dengan aset keras sebagai penopang, Tether berupaya meningkatkan kepercayaan pasar.

Namun, langkah ini juga memicu diskusi mengenai konsentrasi kepemilikan dan transparansi cadangan. Sebagian analis menilai akumulasi emas oleh satu entitas swasta menambah risiko baru di pasar. Di sisi lain, investor crypto melihat bunker emas ini sebagai jawaban konkret atas pertanyaan tentang apa yang mendukung nilai stablecoin. Simbolisme emas fisik dianggap memperkuat legitimasi di tengah skeptisisme terhadap aset digital.

Baca juga: Ethereum Siap Luncurkan ERC-8004, Standar Baru untuk AI Trustless di Mainnet

Dampak bagi Pasar Crypto dan Persepsi Investor

Langkah Tether ini terjadi saat pasar crypto relatif stabil di dekat level tinggi siklus. Bitcoin (BTC) diperdagangkan di kisaran USD 88.900 atau sekitar Rp1,49 miliar, sementara Ethereum (ETH) berada di sekitar USD 3.000 atau Rp50,1 juta.

Stabilitas ini memperkuat narasi bahwa pasar mulai mencari fondasi nilai yang lebih kokoh. Cadangan emas Tether muncul sebagai elemen penting dalam konteks tersebut.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Share

Latest News

See All News ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.

pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8