Jakarta, Pintu News – Harga Bitcoin (BTC) mengalami penurunan tajam minggu ini, menyentuh level terendah dalam dua bulan terakhir saat pasar cryptocurrency dan aset tradisional mengalami koreksi bersama. Penurunan ini terjadi bersamaan dengan turunnya harga logam mulia seperti emas dan indeks saham teknologi setelah reli sebelumnya, serta gelombang likuidasi besar di pasar derivatif crypto yang melebihi USD 800 juta.

Bitcoin baru-baru ini diperdagangkan di sekitar USD 84,400, mewakili penurunan lebih dari 5 % dalam 24 jam terakhir. Penurunan ini merupakan titik terendah dalam dua bulan terakhir akibat tekanan pasar yang luas. Harga BTC turun dari kisaran sekitar USD 88,000–USD 90,000 yang sempat terlihat pada awal pekan. Tekanan ini menyebabkan volatilitas meningkat di pasar crypto secara umum.
Baca Juga: 7 Fakta Penting: Dampak Penjualan Whale pada Harga XRP
Pasar derivatif crypto mencatat lebih dari USD 800 juta posisi yang terlikuidasi dalam waktu singkat. Mayoritas likuidasi tersebut berasal dari posisi long yang tertutup paksa, menambah tekanan jual. Likuidasi besar ini mencerminkan sentimen pasar bearish jangka pendek.

Setelah mencetak rekor puncak di atas USD 5,600 per ounce, harga emas mundur sekitar 0,6 % ke level sekitar USD 5,300. Silver juga turun sekitar 0,8 % ke sekitar USD 112 per ounce, menunjukkan bahwa safe-haven tradisional tidak tahan terhadap momentum pasar yang lebih luas. Penurunan harga logam mulia turut memperburuk sentimen risiko secara keseluruhan.
Indeks saham teknologi utama seperti Nasdaq Composite turun lebih dari 2 %, menghapus banyak keuntungan tahun ini. Saham Microsoft anjlok lebih dari 12 % meskipun melaporkan hasil laba yang lebih baik dari ekspektasi, yang memicu kekhawatiran pasar. Tekanan ini memperluas efek risk-off dan menarik modal keluar dari aset berisiko termasuk crypto.

Selain Bitcoin, major altcoin lain seperti Ethereum (ETH) dan Solana (SOL) juga mengalami koreksi tajam. ETH turun sekitar 6,4 % ke sekitar USD 2,800, sementara SOL turun sekitar 6,8 % ke sekitar USD 117. Token lain seperti XRP (XRP) juga mencatat penurunan yang serupa, mencerminkan tekanan pasar yang luas.
Penurunan di aset crypto dan tradisional mencerminkan perubahan sentimen pasar yang lebih luas terhadap risiko. Investor global tampak mengurangi eksposur terhadap aset berisiko karena kombinasi data ekonomi, saham tech yang lemah, serta tekanan geopolitik.
Sentimen ini menimbulkan risk-off move yang memengaruhi korelasi antar-kelas aset.
Bagi investor, aksi harga ini menyoroti pentingnya risk management dalam portofolio crypto, terutama dalam menghadapi periode volatilitas tinggi. Likuidasi besar dan tekanan pasar tradisional dapat mempercepat pergerakan harga jangka pendek yang tidak sepenuhnya mencerminkan fundamental aset jangka panjang. Memahami pergerakan harga BTC dalam konteks pasar yang lebih luas membantu memberikan perspektif risiko dan peluang pasar crypto ke depan.
Baca Juga: 5 Wawasan Penting Prediksi SHIB Akan Turun Dulu Sebelum Capai ATH Baru
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
• André Beganski/Decrypt. Bitcoin Hits 2-Month Low as Gold and Stocks Give Up Gains, Crypto Liquidations Top $800M. Diakses tanggal 30 Januari 2026.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.