Jakarta, Pintu News – Token Dogecoin (DOGE) diperdagangkan di harga $0,1100 hari ini, turun lebih dari 60% dibandingkan level tertingginya pada bulan September tahun lalu.
Penyebab utama melemahnya Dogecoin saat ini adalah karena pasar kripto sedang mengalami penurunan tajam, seiring para investor yang mulai mengalihkan fokusnya ke aset lain yang menunjukkan performa lebih baik seperti emas dan perak.

Pada 30 Januari 2026, harga Dogecoin tercatat mengalami penurunan 6,23% dalam waktu 24 jam, diperdagangkan pada harga $0.1142 atau setara dengan Rp1.926. Dalam periode 24 jam terakhir, harga DOGE bergerak dalam kisaran Rp2.054 hingga ke Rp1.909.
Saat penulisan, market cap Dogecoin berada di sekitar Rp324,54 triliun, dengan volume perdagangan di sekitar Rp33,68 triliun dalam waktu 24 jam.
Baca juga: Harga Ethereum Terjun Bebas ke $2.700 Hari Ini (30/1/26): Dana Keluar & Reli Logam Jadi Pemicunya?
Mengutip laporan Crypto News, ada indikasi bahwa permintaan terhadap Dogecoin mulai menurun dalam beberapa bulan terakhir. Berdasarkan data dari SoSoValue, ETF yang dikelola oleh Grayscale, Bitwise, dan 21Shares tidak mencatatkan aliran dana masuk dalam dua hari terakhir.
Ketiga dana tersebut hanya menambahkan aset sebesar $4 juta bulan ini dan saat ini total kepemilikannya sebesar $10,9 juta—jumlah yang sangat kecil, yakni hanya 0,05% dari kapitalisasi pasar mereka. Volume perdagangan pada hari Rabu juga hanya mencapai $170.000.
ETF Dogecoin tertinggal dibandingkan dana altcoin lainnya. Sebagai contoh, ETF spot Chainlink mencatat aliran dana masuk lebih dari $73 juta dan memiliki aset senilai $86 juta. Sementara itu, ETF spot untuk XRP dan Solana masing-masing mencatatkan aliran masuk sebesar $1,26 miliar dan $884 juta.
Dogecoin juga tidak memiliki katalis atau pendorong utama dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, kinerjanya banyak didorong oleh narasi besar seperti cuitan Elon Musk dan reli pasar kripto. Namun, narasi seperti itu belum terjadi lagi baru-baru ini.
Sementara itu, volume perdagangan dan minat terbuka di pasar futures juga terus menurun dalam beberapa minggu terakhir. Menurut data dari CoinGlass, nilai open interest di pasar futures menurun menjadi $1,4 miliar dari puncaknya tahun ini yang sebesar $2 miliar. Volume perdagangan dalam 24 jam terakhir juga turun menjadi $1 miliar.
Baca juga: Harga Ethereum Terjun Bebas ke $2.700 Hari Ini (30/1/26): Dana Keluar & Reli Logam Jadi Pemicunya?
Pada grafik kerangka waktu harian (29/1), terlihat bahwa harga Dogecoin (DOGE) telah mengalami tren penurunan yang kuat dalam beberapa bulan terakhir. Harga turun dari level tertinggi $0,3060 pada 13 September menjadi level terendah $0,1162.
Jika diamati lebih dekat, terlihat bahwa Dogecoin membentuk pola grafik falling wedge besar, yang ditandai oleh dua garis tren menurun yang saling mendekat.

Selain itu, DOGE juga membentuk pola double bottom di level $0,1162 dengan garis leher (neckline) di sekitar $0,1560, yang merupakan level tertingginya bulan ini.
Dengan demikian, skenario yang paling mungkin adalah terjadinya rebound selama harga tetap bertahan di atas level support kunci di $0,1162. Jika harga berhasil menembus di atas area ini, ada potensi kenaikan lebih lanjut hingga sekitar $0,200.
Namun, jika harga turun di bawah level double bottom $0,1162, maka prospek bullish akan batal dan membuka kemungkinan penurunan lanjutan menuju $0,100.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.