Jakarta, Pintu News – Solana (SOL) diperdagangkan melemah dengan penurunan 2% pada Kamis (29/1), sejalan dengan koreksi pasar kripto secara umum setelah Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat memutuskan untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah pada Rabu.
Token smart contract ini menunjukkan sentimen bearish yang meningkat di kalangan investor ritel, terlihat dari penurunan Open Interest pada kontrak berjangka SOL dan berubahnya tingkat pendanaan menjadi negatif. Secara teknikal, Solana menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut dengan target ke zona support di $116 dan kemungkinan lebih dalam ke $100.
Solana mengalami pelemahan dari sisi kekuatan investor ritel seiring dengan keluarnya modal dari pasar derivatifnya, yang memperkuat sentimen investor yang menghindari risiko. Data dari CoinGlass menunjukkan bahwa Open Interest untuk kontrak berjangka SOL turun 1,40% dalam 24 jam terakhir menjadi $7,42 miliar, menandakan adanya likuidasi posisi besar-besaran atau pengurangan penggunaan leverage.
Baca juga: Pemegang Suara Optimism Setujui Rencana Buyback OP!
Menegaskan bias bearish, nilai likuidasi posisi long mencapai $5,55 juta—lebih tinggi dibandingkan likuidasi short sebesar $1,34 juta dalam 24 jam terakhir—yang menunjukkan bahwa posisi bullish secara umum telah terhapus. Selain itu, tingkat pendanaan (funding rate) berubah menjadi negatif di -0,0042%, mencerminkan dominasi posisi short dari pelaku pasar baru.

Minat ritel terhadap Solana yang melemah ini juga sejalan dengan penurunan pasar secara umum setelah keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%-3,75% dengan hasil voting 10-2. Dua suara mendukung pemotongan suku bunga, sementara sisanya memilih pendekatan menunggu dan melihat, yang mengindikasikan fase pengetatan kuantitatif kemungkinan telah berakhir.
Pemotongan suku bunga yang mungkin terjadi di kemudian tahun dapat meningkatkan likuiditas di pasar kripto, memicu potensi pemulihan.
Selain itu, pertemuan ulang yang akan datang antara pemerintah AS, pihak perbankan, dan para pemimpin pasar kripto untuk membahas struktur pasar aset digital berpotensi menjadi katalis bullish, terutama jika RUU CLARITY disahkan.
Solana masih diperdagangkan di bawah Exponential Moving Averages (EMA) 50, 100, dan 200 hari, yang menegaskan adanya bias bearish. Saat artikel ini ditulis, SOL turun 2% pada hari Kamis, melanjutkan penurunan lebih dari 1% dari hari sebelumnya.
Baca juga: Prediksi Harga Shiba Inu 2026: SHIB Tertekan di Tren Bearish Meskipun Burn Rate Melonjak 1.200%
Dukungan terdekat untuk Solana berada di $116, yang sebelumnya berhasil membatasi penurunan harga pada hari Minggu dan tanggal 18 Desember.
Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) menunjukkan tren di bawah garis sinyal, namun histogram negatif yang mulai menyempit mengindikasikan bahwa tekanan turun mulai melemah.

Sementara itu, Relative Strength Index (RSI) berada di level 40 dan berbalik arah dari garis tengah, menandakan sentimen yang masih lemah, namun belum memasuki kondisi jenuh jual.
Jika SOL ditutup di bawah level $116 secara meyakinkan, maka harga berisiko melanjutkan penurunan menuju level psikologis $100 dan dukungan di $95, yang merupakan level terendah pada 7 April.
Sebaliknya, di sisi atas, Solana menghadapi beberapa level resistance, dimulai dari EMA 50 hari di $133, diikuti oleh EMA 100 hari di $144, yang berada dekat dengan zona suplai $145–$148.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.