Jakarta, Pintu News – Harga Bitcoin (BTC) jatuh ke level terendahnya di tahun 2026 sekitar USD 85.200, mencerminkan tekanan pasar yang luas saat investor menyesuaikan eksposur terhadap berbagai kelas aset setelah reli sebelumnya di logam mulia dan kinerja saham teknologi berubah. Penurunan ini dipicu oleh sejumlah faktor makro dan pasar global yang mengubah arah arus modal.

Bitcoin mengalami penurunan harga tajam hingga menyentuh sekitar USD 85.200, level terendah sejak awal tahun ini. Penurunan ini terjadi saat pasar crypto mulai tertarik ke aset lain dan investor mengambil keuntungan dari reli sebelumnya. BTC menghadapi tekanan jual bersamaan dengan bergeraknya pasar tradisional.
Baca Juga: 7 Fakta Penting: Dampak Penjualan Whale pada Harga XRP
Harga emas (XAU/USD) yang sebelumnya mencetak rekor tinggi justru berbalik arah dan turun tajam dalam sesi yang sama. Investor tampaknya mengambil keuntungan dari level harga ekstrem logam mulia, mengubah alokasi modal secara luas.
Pergerakan ini menunjukkan volatilitas tinggi di pasar komoditas setelah puncak harga.
Indeks saham teknologi utama turun tajam dengan Microsoft mencatat penurunan besar setelah laporan kinerja yang mengecewakan. Penurunan saham teknologi ikut memberi tekanan pada sentimen pasar global, termasuk aset berisiko. Korelasi negatif antara kinerja saham teknologi dan aset seperti Bitcoin semakin terlihat dalam fase risiko pasar ini.
Sentimen pasar pada hari tersebut beralih ke mode risk-off, di mana investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko seperti crypto dan saham teknologi. Alokasi modal beralih ke instrumen yang dinilai lebih stabil, meskipun volatilitas masih tinggi. Perubahan sentimen ini mencerminkan kekhawatiran terhadap ketidakpastian makro dan geopolitik.
Tekanan jual yang tajam dalam pasar crypto memicu likuidasi posisi leverage, mempercepat penurunan harga Bitcoin secara cepat. Likuidasi dalam aset digital sering kali memperkuat tren turun dalam jangka pendek. Data on-chain awal menunjukkan peningkatan jumlah likuidasi jangka pendek selama tekanan pasar berlangsung.
Penurunan harga Bitcoin juga memengaruhi aset kripto besar lainnya seperti Ethereum, Solana, dan Ripple, yang mengikuti koreksi nilai BTC. Pasar altcoin cenderung bergerak sejalan dengan pergerakan harga Bitcoin dalam kondisi volatilitas tinggi. Korelasi ini kembali terlihat tajam selama fase tekanan pasar baru-baru ini.
Bagi investor crypto — terutama yang baru — penurunan tajam Bitcoin menggarisbawahi pentingnya manajemen risiko dalam portofolio digital. BTC masih menunjukkan volatilitas tinggi yang dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti kinerja pasar tradisional dan harga komoditas. Memahami kondisi makro dan indikator pasar lainnya dapat membantu mengambil keputusan investasi yang lebih terinformasi.
Baca Juga: 5 Wawasan Penting Prediksi SHIB Akan Turun Dulu Sebelum Capai ATH Baru
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
• CoinDesk. Bitcoin Tumbles to 2026 Low of USD 85,200 as Gold Reverses Big Gains, Microsoft Leads Nasdaq Lower. Diakses tanggal 30 Januari 2026.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.