Jakarta, Pintu News – Tom Lee, Managing Partner di Fundstrat Global Advisors, mengatakan bahwa harga crypto saat ini belum mencerminkan peningkatan fundamental industri karena rally emas dan perak menarik modal investor ke aset safe-haven, sehingga “menyedot oksigen” dari pasar digital. Pernyataan ini menunjukkan dinamika alokasi modal di pasar global dan persepsi risiko yang berbeda antara kelas aset tradisional dan aset digital seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).
Lee menyatakan bahwa fundamental industri crypto sudah membaik, namun harga Bitcoin dan altcoin lain “belum mengikuti” tren itu secara proporsional. Peningkatan struktur industri, adopsi institusional, dan pembicaraan di forum global mencerminkan dukungan jangka panjang terhadap teknologi blockchain. Namun, pergerakan harga masih relatif lambat karena modal investor saat ini lebih tertarik ke aset lain.
Baca Juga: 7 Fakta Penting: Dampak Penjualan Whale pada Harga XRP
Menurut Lee, rally emas dan perak menyebabkan investor mengalihkan modal dari aset berisiko ke logam safe-haven. Pergerakan harga emas dan perak yang kuat menarik margin dan kapasitas perdagangan yang biasanya juga diharapkan untuk crypto. Sebagai akibatnya, momentum harga crypto menjadi tertahan karena modal terikat di rally logam mulia yang sedang tren.
Kontribusi emas dan perak terhadap pasar global cukup besar, dengan harga kedua logam mencapai level historis tinggi baru-baru ini. Investor yang menggunakan leverage atau instrument derivatif sering kali memilih logam karena pergerakan yang kuat saat ini.
Kondisi ini menciptakan fear of missing out (FOMO) di antara pelaku modal yang beralih sementara dari crypto ke logam mulia.
Lee mencatat bahwa deleverage besar yang terjadi di pasar crypto pada Oktober 2025 melemahkan kemampuan pasar untuk mendapatkan tailwinds dari leverage trader.
Tanpa dukungan leverage yang kuat, rebound harga Bitcoin atau Ethereum menjadi kurang tajam dibandingkan rally logam. Akibatnya, pasar crypto kini lebih sensitif terhadap aliran modal global dan perubahan sentimen risiko.
Meskipun harga tidak naik secepat fundamental, Lee mencatat bahwa institusi keuangan besar semakin melihat blockchain dan tokenisasi sebagai bagian dari masa depan finansial.
Diskusi di forum global seperti Davos mencerminkan bahwa bank besar dan lembaga keuangan mengeksplorasi integrasi teknologi blockchain ke dalam model bisnis mereka.
Hal ini menunjukkan potensi adopsi jangka panjang meskipun harga jangka pendek tertahan.
Lee menyampaikan bahwa sejarah pasar menunjukkan potensi rebound crypto setelah rally logam mulia mereda atau berhenti. Menurutnya, ketika harga emas dan perak mengambil jeda dari puncaknya, modal dapat kembali mengalir ke bitcoin, ethereum, dan aset digital lain.
Ini mencerminkan pandangan bahwa aksi harga yang tertahan saat ini bersifat sementara dan terkait alokasi modal global.
Bagi investor — terutama yang muda atau baru di pasar digital — pernyataan Lee menekankan bahwa harga crypto bisa bergerak terpisah dari fundamental jangka panjang dalam jangka pendek.
Pemahaman interaksi antar-kelas aset seperti logam mulia, saham, dan crypto membantu menilai kapan momentum risk-on kembali muncul. Investor disarankan memantau sentimen pasar global, kekuatan rally logam, serta faktor makro seperti kebijakan suku bunga atau dollar untuk mengantisipasi perubahan arah modal.
Baca Juga: 5 Wawasan Penting Prediksi SHIB Akan Turun Dulu Sebelum Capai ATH Baru
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
• Daily Hodl Staff. Tom Lee Says Crypto Not Keeping Up With Improving Fundamentals, Sees Precious Metals ‘Sucking the Oxygen’ out of the Room.Diakses tanggal 29 Januari 2026.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.