Emas Tambah Nilai Setara Market Cap BTC dalam Sehari, Pasar Crypto Tertinggal Jauh?

Updated
January 30, 2026

Jakarta, Pintu News – Pasar global dikejutkan oleh reli emas yang sangat agresif ketika logam mulia tersebut menambah nilai hampir setara dengan kapitalisasi pasar Bitcoin (BTC) hanya dalam satu hari. Kenaikan ini terjadi di saat pasar crypto dan cryptocurrency justru menunjukkan performa yang relatif lemah.

Perbedaan arah ini memunculkan kembali perdebatan mengenai peran Bitcoin sebagai aset lindung nilai. Dalam konteks ketidakpastian ekonomi global, emas kembali menegaskan dominasinya sebagai safe haven utama.

Reli Emas Cetak Rekor Baru dan Ledakan Kapitalisasi Pasar

Harga emas melonjak sekitar 4,4 persen dalam 24 jam dan menembus level 5.500 dolar AS per troy ounce atau setara sekitar Rp92,38 juta. Lonjakan harga ini mendorong kapitalisasi pasar emas naik sekitar 1,5 triliun dolar AS dalam satu hari. Jika dikonversi, kenaikan tersebut setara sekitar Rp25.195 triliun. Secara total, nilai pasar emas kini mendekati 34 triliun dolar AS atau sekitar Rp571.098 triliun.

gold vs btc market cap
Sumber: Infinite Market Cap

Kenaikan harian tersebut hampir menyamai total kapitalisasi pasar Bitcoin yang berada di kisaran 1,75 triliun dolar AS atau sekitar Rp29.395 triliun. Perbandingan ini menyoroti skala dominasi emas di pasar global. Dalam satu hari perdagangan, emas mampu menambahkan nilai yang hampir setara dengan seluruh nilai Bitcoin. Fenomena ini memperkuat persepsi bahwa emas masih menjadi aset utama dalam menghadapi tekanan inflasi dan risiko geopolitik.

Baca juga: Harga Tembaga Dunia Hari Ini, Jumat 30 Januari 2026: Stabil di $6,28 – $6,32 per Pon

Bitcoin Tertahan, Narasi Safe Haven Dipertanyakan

Di tengah reli emas, Bitcoin justru mengalami tekanan dan diperdagangkan melemah. Sejak awal Oktober, pergerakan harga Bitcoin relatif stagnan setelah pasar crypto diguncang crash besar. Kejatuhan tersebut memicu likuidasi posisi senilai lebih dari 19 miliar dolar AS atau sekitar Rp319,14 triliun. Sejak saat itu, momentum kenaikan BTC belum sepenuhnya pulih.

Sebelum koreksi Oktober, banyak investor percaya Bitcoin dan emas akan sama-sama diuntungkan dari apa yang disebut sebagai debasement trade. Narasi ini berangkat dari kekhawatiran terhadap ekspansi moneter dan ketidakdisiplinan fiskal global.

Namun, data lima tahun terakhir menunjukkan emas justru mengungguli Bitcoin. Dalam periode tersebut, emas naik sekitar 185,3 persen, sementara Bitcoin mencatat kenaikan sekitar 164 persen.

Baca juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Jumat 30 Januari 2026: Melemah

Optimisme Institusi dan Kontras Sentimen Pasar

Meski performa jangka pendek Bitcoin tertinggal, investor institusional tetap menunjukkan optimisme. Survei Coinbase mengungkapkan bahwa 71 persen institusi menilai Bitcoin masih undervalued di kisaran harga 85.000 hingga 95.000 dolar AS. Sekitar 80 persen responden bahkan menyatakan akan menahan atau menambah posisi jika pasar crypto turun 10 persen lagi. Sikap ini mencerminkan keyakinan jangka panjang terhadap cryptocurrency sebagai kelas aset.

gold fear and greed index
Sumber: JM Bullion

Perbedaan pandangan investor juga tercermin dari indikator sentimen pasar. Crypto Fear & Greed Index saat ini berada di level 26 dari 100, yang menandakan zona ketakutan. Sebaliknya, indeks Fear & Greed untuk emas mencatat skor 99 dari 100, masuk kategori extreme greed. Kontras ini menggambarkan bagaimana kepercayaan investor saat ini lebih condong ke logam mulia dibanding aset digital.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Share

Latest News

See All News ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.

pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8