3 Crypto RWA yang Menonjol & Berpotensi Melejit Februari 2026, Para Whale Menunjukkan Sinyal?

Updated
February 7, 2026

Jakarta, Pintu News – Januari telah berakhir, namun token aset dunia nyata (Real-World Asset/RWA) belum menunjukkan lonjakan besar secara menyeluruh, meskipun menjadi salah satu narasi terkuat di dunia kripto sepanjang tahun 2025. Kinerja sektor ini masih bervariasi, dengan lonjakan maupun penurunan tajam hanya terjadi pada beberapa token tertentu.

Di tengah kondisi tersebut, muncul sekelompok kecil token RWA yang mulai menonjol berkat tingkat keyakinan pasar, posisi strategis, dan pola grafik yang mulai terbentuk. di bulan Februari, ada tiga formasi yang patut dicermati—mengindikasikan potensi kekuatan yang bertahan serta risiko yang mungkin sedang diam-diam mengintai, menurut laporan BeInCrypto.

Chainlink (LINK) tetap menjadi salah satu pemimpin utama dalam infrastruktur aset dunia nyata (real-world asset/RWA). Namun menjelang Februari 2026, konstelasi teknikal dan fundamentalnya terlihat bertentangan.

Baca juga: Bitcoin di Ujung Jurang? 3 Sinyal Masih Tunjukkan Risiko Turun ke $63.000

Sentimen sosial terhadap LINK mengalami penurunan drastis. Data dari Santiment menunjukkan bahwa Chainlink saat ini termasuk salah satu altcoin dengan kapitalisasi besar yang paling banyak mendapat kritik.

Perubahan sentimen ini sejalan dengan perilaku whale baru-baru ini. Sejak 28 Januari, kepemilikan whale menurun dari 502,53 juta LINK menjadi 501,97 juta LINK—penurunan sekitar 560.000 token.

Pengurangan bertahap ini mengisyaratkan bahwa pemegang besar mulai mengurangi eksposur mereka di tengah aksi harga yang melemah dan meningkatnya pesimisme dari investor ritel.

Sumber: Santiment

Namun di sinilah cerita menjadi menarik. Meski whale menjual, ETF spot terus melakukan akumulasi. Chainlink saat ini didukung oleh dua ETF spot dari Grayscale dan Bitwise. Sejak diluncurkan, setiap minggu mencatatkan arus masuk bersih tanpa ada arus keluar mingguan sejauh ini.

Penambahan mingguan baru-baru ini berkisar antara $2,26 juta hingga $4,05 juta, mendorong total arus masuk kumulatif di atas $73 juta. Ini menciptakan divergensi yang jelas: pemegang besar mengurangi eksposur, sementara permintaan jangka panjang dari ETF menyerap pasokan yang ada.

Sumber: SoSoValue

Namun, dari sisi harga, tren saat ini masih bearish. LINK telah turun sekitar 7,2% dalam sebulan terakhir dan sekitar 3% pada 24 jam. Yang lebih signifikan, LINK kehilangan level support penting di sekitar $11,12.

Jika level ini tidak berhasil direbut kembali dalam penutupan harian, maka terbuka potensi penurunan menuju $9,10—turun sekitar 17% dari harga saat ini. Skenario ini akan memperkuat kehati-hatian yang ditunjukkan oleh para whale.

Sebaliknya, jika berhasil kembali ke atas $11,12, momentum bisa berbalik naik menuju $11,82 dan $12,37. Untuk saat ini, sentimen dan pergerakan harga masih menunjukkan kelemahan, sementara ETF secara diam-diam membangun fondasi jangka panjang. Beberapa candle berikutnya akan menentukan arah dominan pasar.

Keeta (KTA)

Keeta menjadi salah satu token RWA yang paling menonjol menjelang Februari 2026. Dalam 30 hari terakhir, KTA telah naik sekitar 55%, menjadikannya salah satu aset dunia nyata dengan kinerja terbaik selama periode tersebut. Kenaikan ini bukan hasil dari lonjakan tiba-tiba, melainkan tren naik yang stabil sejak awal Januari—menunjukkan adanya permintaan berkelanjutan, bukan sekadar hype jangka pendek.

Namun, momentum tersebut mulai mereda. Dalam 24 jam terakhir, harga KTA turun hampir 10%, mengindikasikan bahwa sebagian trader mungkin mulai merealisasikan keuntungan. Koreksi ini justru membuat Keeta menarik—bukan sekadar permainan momentum biasa.

Data on-chain menunjukkan perbedaan pandangan di antara pemegang besar. Dalam 30 hari terakhir, whale standar mengurangi kepemilikan mereka sebesar 3,53%, menandakan sikap hati-hati setelah reli yang kuat.

Sebaliknya, mega whale justru menambah kepemilikan mereka sebesar 1,96%. Divergensi di antara kelompok whale ini penting, karena mencerminkan ketidaksepakatan: apakah reli telah berakhir, atau hanya istirahat sejenak sebelum lanjut naik?

Sumber: Nansen

Dari sisi teknikal, grafik harga KTA saat ini cenderung mendukung pandangan mega whale. Keeta sedang membentuk pola inverse head and shoulders, sebuah struktur yang sering muncul sebelum pergerakan naik lanjutan. Garis leher (neckline) berada di sekitar $0,34, sementara harga saat ini berada di kisaran $0,30—artinya pemicu breakout ada sekitar 10% di atas harga sekarang.

Jika harga mampu menutup harian di atas $0,34, pola ini bisa memicu kenaikan lanjutan hingga sekitar 73%, memperkuat posisi Keeta sebagai pemimpin dalam sektor aset dunia nyata.

Baca juga: Pasar Crypto Tertekan: Kapan Harga Crypto Bisa Pulih dari Tren Bearish?

Meski begitu, risikonya tetap nyata. Jika harga gagal menembus kembali $0,31 dan malah jatuh di bawah $0,27, maka struktur bullish mulai melemah. Penurunan lebih lanjut di bawah $0,20 akan sepenuhnya membatalkan pola teknikal tersebut.

Keeta tetap menjadi salah satu token RWA dengan daya tarik teknikal paling kuat untuk dipantau, dan bulan Februari akan menjadi penentu—apakah optimisme mega whale akan menang, atau justru kehati-hatian kelompok whale lebih luas yang terbukti benar.

Maple Finance (SYRUP)

Maple Finance (SYRUP) kembali masuk dalam daftar token RWA yang patut dipantau untuk bulan kedua berturut-turut, dan alasannya cukup jelas. Saat sebagian besar token aset dunia nyata seperti Chainlink dan Keeta mengalami penurunan antara 3% hingga 10% selama sebulan terakhir, SYRUP justru menunjukkan ketahanan.

Dalam 30 hari terakhir, harga SYRUP naik 11,5%, dan hanya turun sekitar 1% dalam 24 jam—di tengah tekanan yang melanda pasar RWA secara umum. Kekuatan relatif ini sudah menjadi sinyal positif, namun data on-chain membuat kasusnya semakin kuat.

Baca juga:

Whale terlihat terus mengakumulasi SYRUP meskipun harga sempat mengalami koreksi jangka pendek. Pada 26 Januari, kepemilikan whale tercatat sebesar 455,82 juta SYRUP. Hingga 29 Januari, jumlah tersebut meningkat menjadi 461,13 juta. Menariknya, akumulasi kembali berlanjut dalam 24 jam terakhir setelah sempat jeda singkat, menunjukkan keyakinan berkelanjutan dan bukan sekadar aksi beli sesaat.

Sumber: Santiment

Struktur harga mendukung pola ini. Sejak awal November, SYRUP telah bergerak dalam pola segitiga simetris, yang mencerminkan ketegangan antara pembeli dan penjual dalam jangka menengah.

Saat ini, level-level kunci mulai terlihat jelas. Pembeli secara konsisten mempertahankan area $0,33, dengan ekor bawah panjang di candle menunjukkan adanya permintaan berulang. Selama SYRUP tetap di atas level ini, struktur teknikal tetap positif.

Target kenaikan terdekat berada di kisaran $0,37. Jika harga berhasil ditutup harian di atas level tersebut, maka resistensi segitiga akan tertembus, membuka potensi pergerakan naik ke $0,39, $0,41, bahkan hingga $0,48 dalam skenario bullish lanjutan.

Sebaliknya, jika harga kehilangan dukungan di $0,33, struktur akan mulai melemah. Penurunan lebih lanjut di bawah $0,30 bisa membalikkan momentum ke arah bearish, dengan $0,28 menjadi level support berikutnya.

Namun, dengan akumulasi yang masih berlangsung oleh para whale, level-level bawah tersebut kemungkinan besar akan tetap dipertahankan—kecuali terjadi penurunan kondisi pasar yang drastis. Di antara token-token RWA yang patut diperhatikan, SYRUP menonjol bukan karena lonjakan ekstrem, melainkan karena konsistensinya.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Share

Latest News

See All News ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.

pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8