Jakarta, Pintu News – Emas dan perak mengalami penurunan tajam yang semakin dalam pada hari Senin (2/2/26), melanjutkan kejatuhan historis hari Jumat sebelumnya yang menghapus triliunan nilai pasar. Kenaikan harga yang sebelumnya dianggap sebagai tempat berlindung yang aman dengan cepat berubah menjadi koreksi tajam, didorong oleh penguatan dolar AS, aksi ambil untung besar-besaran, dan meningkatnya tekanan margin.
Para analis menyatakan bahwa kecepatan dan besarnya pergerakan ini menunjukkan bahwa posisi spekulatif telah mencapai tingkat yang tidak berkelanjutan.
Harga emas spot turun sekitar 5% menjadi $4.616,79 (Rp77,48 juta) per ons, menyusul penurunan hampir 10% pada hari Jumat ketika harganya anjlok di bawah $5.000 (Rp83,90 juta). Perak mengalami nasib yang jauh lebih buruk.
Baca juga: Emas, Perak, atau Bitcoin: Mana yang akan Memimpin di Akhir Kuartal Pertama Tahun 2026?
Setelah jatuh hampir 30% dalam satu sesi minggu lalu — kinerja harian terburuk sejak Maret 1980 — logam tersebut kembali memperpanjang penurunannya, sempat merosot lebih dari 12% sebelum akhirnya stabil di kisaran $78,30 (Rp1,31 juta) per ons.
Analis kripto Bull Theory menyebut gejolak ini sebagai “kehancuran historis” alih-alih koreksi biasa. Menurutnya, hampir $10 triliun nilai pasar gabungan emas dan perak lenyap hanya dalam tiga hari. Emas sendiri diperkirakan turun sekitar 20% dari puncaknya, menghapus nilai sekitar $7,4 triliun — jumlah yang setara lima kali lipat dari total kapitalisasi pasar Bitcoin.
Kejatuhan perak bahkan lebih ekstrem. Analis mencatat logam tersebut telah turun hampir 40% dari level tertingginya, menghapus sekitar $2,7 triliun nilai pasar — angka yang sebanding dengan seluruh pasar kripto.
Analis memperingatkan bahwa aset yang dulu dianggap safe haven kini menunjukkan volatilitas seperti meme coin kripto, mencerminkan betapa padat dan leveraged-nya posisi perdagangan tersebut.
Salah satu pemicu utama adalah penguatan kembali dolar AS. Indeks dolar naik sekitar 0,8% sejak Kamis, membuat emas dan perak yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli internasional. Pada saat yang sama, ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat meningkatkan opportunity cost dalam memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Baca juga: Harga Emas Hari Ini, 2 Februari 2026: Naik atau Turun?
Pasar juga terguncang setelah Presiden Donald Trump mencalonkan mantan Gubernur Federal Reserve, Kevin Warsh, untuk menggantikan Jerome Powell sebagai Ketua The Fed saat masa jabatannya berakhir Mei mendatang. Warsh dikenal sebagai pendukung kebijakan moneter ketat, yang mendorong penguatan dolar dan menekan minat pada aset sensitif terhadap suku bunga.
Menanggapi volatilitas yang terjadi, CME Group segera menaikkan persyaratan margin yang berlaku setelah penutupan pasar Senin. Margin untuk kontrak berjangka emas di COMEX naik dari 6% menjadi 8%, sementara margin untuk kontrak perak 5.000 ons naik dari 11% menjadi 15%.
Analis kripto Michaël van de Poppe menyoroti koreksi tajam pada perak yang anjlok lebih dari 40% hanya dalam dua hari. Ia menyebut pergerakan ini sebagai “pembantaian besar-besaran” dan mencatat bahwa Bitcoin (BTC) sudah terdampak selama akhir pekan, meskipun mulai stabil seiring komoditas yang menjadi target utama aksi jual.
Van de Poppe menekankan pola yang sering muncul di pasar: saat komoditas jatuh tajam, kripto sering kali ikut menyusul. Namun, ia juga mencatat bahwa setelah komoditas menyentuh dasar, aset digital secara historis cenderung pulih dan mengungguli.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.