Pekan Krusial Pasar Crypto: Bangkit dari Koreksi atau Anjlok Lebih Dalam?

Updated
February 3, 2026

Jakarta, Pintu News – Pasar crypto kembali memasuki fase krusial setelah tekanan jual besar menyeret kapitalisasi pasar global turun tajam. Dalam 24 jam terakhir, nilai pasar cryptocurrency menyusut sekitar 2,66% ke kisaran USD 2,58 triliun atau setara Rp 43.332 triliun.

Likuidasi posisi leverage senilai USD 704 juta atau sekitar Rp 11,82 triliun mempercepat aksi jual dan memperburuk sentimen. Investor kini menanti apakah pasar sedang membentuk dasar atau justru bersiap menghadapi koreksi lanjutan.

Tekanan Harga Bitcoin dan Altcoin Picu Kekhawatiran

Penurunan Bitcoin (BTC) ke bawah USD 80.000 atau sekitar Rp 1,34 miliar menjadi pemicu utama pelemahan pasar crypto pekan ini. Saat ini, Bitcoin (BTC) sempat diperdagangkan di area USD 78.537 atau setara Rp 1,32 miliar, menandakan tekanan jual masih dominan. Pelemahan tersebut ikut menyeret Ethereum (ETH) ke bawah USD 2.300 atau sekitar Rp 38,63 juta, memperlihatkan lemahnya minat risiko di aset kripto utama.

Altcoin besar seperti Ripple (XRP), Cardano (ADA), Binance Coin (BNB), Solana (SOL), dan Dogecoin (DOGE) juga mencatat penurunan signifikan. Analis menilai kondisi ini dipicu kombinasi likuidasi besar dan kekhawatiran makroekonomi. Korelasi Bitcoin (BTC) dengan emas yang disebut mencapai 63% menunjukkan bahwa faktor makro semakin memengaruhi pasar cryptocurrency. Situasi tersebut membuat pergerakan harga lebih sensitif terhadap rilis data ekonomi global.

Baca juga: Harga Buyback Emas Antam Hari Ini, Selasa 3 Februari 2026

Data Ekonomi AS dan Kebijakan The Fed Jadi Sorotan

Pekan ini, pasar crypto mencermati serangkaian agenda ekonomi Amerika Serikat yang berpotensi memicu volatilitas. Data ISM Manufacturing PMI Januari diproyeksikan naik tipis ke level 48,3 dari sebelumnya 47,9, menjadi indikator penting kondisi sektor manufaktur AS. Selain itu, Federal Open Market Committee (FOMC) memutuskan menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50%–3,75%, sesuai ekspektasi pasar.

Meski keputusan suku bunga relatif netral, pelaku pasar menaruh perhatian pada arah kebijakan ke depan. Pertemuan FOMC berikutnya pada 17–18 Maret 2026 dipandang krusial untuk membaca prospek likuiditas global. Dalam kondisi ketidakpastian seperti ini, investor crypto cenderung menahan eksposur sambil menunggu sinyal yang lebih jelas dari bank sentral AS.

Baca juga: Harga Tembaga Dunia Hari Ini, Selasa 3 Februari 2026: Bertahan di Area $5,86 per Pon

Injeksi Likuiditas dan Transisi Ketua The Fed

Faktor lain yang memengaruhi sentimen adalah langkah Federal Reserve menyuntikkan likuiditas melalui pembelian Treasury bill senilai USD 6,9 miliar atau sekitar Rp 115,9 triliun. Langkah ini dipandang sebagai upaya menstabilkan kondisi keuangan setelah muncul kekhawatiran tekanan likuiditas. Injeksi lanjutan hingga awal Februari berpotensi memberi dukungan jangka pendek bagi pasar crypto.

Di saat yang sama, perhatian pasar tertuju pada penunjukan Kevin Warsh sebagai calon Ketua The Fed menggantikan Jerome Powell. Warsh dijadwalkan mulai menjabat pada Mei 2026 setelah proses konfirmasi. Transisi ini memicu spekulasi terkait arah kebijakan moneter, termasuk pendekatan terhadap neraca dan suku bunga. Ketidakpastian tersebut membuat pasar cryptocurrency tetap berada dalam mode waspada.

Kesimpulan

Pekan ini menjadi periode penting bagi pasar crypto dengan tekanan jual, agenda ekonomi AS, dan dinamika kebijakan The Fed yang saling beririsan. Penurunan Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) menegaskan bahwa sentimen masih rapuh. Dengan banyaknya katalis makro dalam waktu singkat, pasar cryptocurrency berpotensi bergerak volatil sebelum arah yang lebih jelas terbentuk. Investor kini menanti apakah faktor-faktor tersebut akan memicu pemulihan atau justru memperdalam koreksi.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Share

Latest News

See All News ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.

pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8