Jakarta, Pintu News – YoY atau Year on Year adalah metode analisis yang digunakan untuk membandingkan kinerja suatu data pada periode tertentu dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Pendekatan ini umum digunakan dalam ekonomi, keuangan, dan pasar keuangan untuk melihat pertumbuhan atau penurunan secara tahunan. Dengan membandingkan periode yang setara, YoY membantu mengurangi distorsi musiman.
Dalam praktiknya, YoY sering dipakai untuk menganalisis pendapatan perusahaan, inflasi, pertumbuhan ekonomi, hingga performa aset keuangan. Bagi investor dan trader, YoY memberikan gambaran tren jangka menengah hingga panjang yang lebih stabil dibandingkan perbandingan jangka pendek.
Dalam analisis keuangan, YoY digunakan untuk mengukur perubahan nilai suatu indikator secara tahunan dalam bentuk persentase. Indikator tersebut dapat berupa pendapatan, laba bersih, harga aset, volume transaksi, atau metrik makroekonomi. Fokus utama YoY adalah melihat arah pertumbuhan secara struktural.
Penggunaan YoY membantu analis memahami apakah suatu pertumbuhan bersifat berkelanjutan atau hanya sementara. Oleh karena itu, YoY sering dijadikan metrik utama dalam laporan keuangan, riset pasar, dan analisis fundamental aset investasi.
Baca Juga: 5 Fakta Sejarah BTC Februari Sering Bangkit Setelah Januari Merosot!

YoY membandingkan data tahun ini dengan tahun sebelumnya pada periode yang sama. Sementara itu, QoQ (Quarter on Quarter) membandingkan kinerja antar kuartal yang berurutan dalam tahun yang sama. Adapun MoM (Month on Month) membandingkan perubahan antar bulan secara berurutan.
Perbedaan utama ketiganya terletak pada horizon waktu analisis. YoY lebih cocok untuk melihat tren jangka panjang, QoQ untuk memantau perubahan menengah, dan MoM untuk mengamati pergerakan jangka pendek yang lebih sensitif terhadap volatilitas.
Rumus dasar YoY cukup sederhana dan mudah diaplikasikan dalam berbagai konteks. Secara umum, perhitungan YoY menggunakan formula berikut:
YoY (%) = ((Nilai Periode Saat Ini − Nilai Periode Tahun Lalu) / Nilai Periode Tahun Lalu) × 100%
Hasil perhitungan YoY biasanya dinyatakan dalam persentase. Angka positif menunjukkan pertumbuhan, sedangkan angka negatif menandakan penurunan dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
Bagi investor, YoY berguna untuk menilai kinerja fundamental suatu aset atau perusahaan secara lebih objektif. Dengan YoY, investor dapat melihat apakah pertumbuhan yang terjadi bersifat konsisten dari tahun ke tahun. Hal ini penting dalam pengambilan keputusan investasi jangka panjang.
Bagi trader, YoY dapat menjadi konteks pendukung dalam membaca tren pasar yang lebih besar. Meskipun trader cenderung fokus pada pergerakan jangka pendek, data YoY membantu menghindari keputusan yang bertentangan dengan tren utama pasar.
Sebagai contoh, misalkan harga Bitcoin pada Januari tahun lalu berada di USD 30.000 dan pada Januari tahun ini naik menjadi USD 45.000. Dengan kurs 1 USD = Rp16.788, harga tersebut setara sekitar Rp503 juta menjadi Rp755 juta. Pertumbuhan ini menunjukkan adanya peningkatan nilai yang signifikan secara tahunan.
Menggunakan rumus YoY, pertumbuhan Bitcoin tersebut adalah ((45.000 − 30.000) / 30.000) × 100% = 50%. Angka ini memberikan gambaran jelas mengenai performa tahunan Bitcoin tanpa terpengaruh fluktuasi jangka pendek.
Kelebihan utama YoY adalah kemampuannya menyaring efek musiman dan volatilitas jangka pendek. Analisis ini memberikan perspektif yang lebih stabil dan mudah dibandingkan data bulanan atau mingguan. Selain itu, YoY sangat relevan untuk analisis tren jangka panjang.
Namun, YoY juga memiliki keterbatasan. Analisis ini kurang sensitif terhadap perubahan mendadak yang baru terjadi dalam waktu dekat. Selain itu, jika terjadi anomali besar pada tahun pembanding, hasil YoY bisa menjadi kurang representatif dan perlu dikombinasikan dengan metrik lain.
YoY adalah alat analisis penting dalam dunia keuangan dan investasi untuk menilai pertumbuhan secara tahunan. Dengan memahami pengertian, rumus, serta kelebihan dan kekurangannya, investor dan trader dapat menggunakan YoY secara lebih tepat. Kombinasi YoY dengan QoQ dan MoM akan menghasilkan analisis yang lebih komprehensif dan seimbang.
Baca Juga: Michael Saylor Incar Beli Bitcoin saat BTC Turun ke USD 78,000!
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.