7 Fakta Penurunan Profitabilitas Bitcoin (BTC) yang Wajib Dipahami Investor Crypto

Updated
February 4, 2026

Jakarta, Pintu News – Bitcoin (BTC), aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, kini menghadapi tekanan besar pada profitabilitas penambangan di tengah penurunan harga dan biaya operasional yang tinggi. Fenomena ini tidak hanya berdampak pada penambang, tetapi juga menimbulkan implikasi pada pasar crypto secara keseluruhan. Berikut rangkuman tujuh fakta kunci yang penting dipahami baik oleh investor berpengalaman maupun pemula.

1. Profitabilitas Penambangan Bitcoin Capai Titik Terendah 14 Bulan

Profitabilitas penambangan Bitcoin kini menyentuh level terendah dalam 14 bulan terakhir menurut data CryptoQuant. Indeks profitabilitas penambang turun drastis, mencerminkan pendapatan miner yang sangat tertekan. Penurunan ini berkaitan langsung dengan penurunan harga Bitcoin yang signifikan baru-baru ini.

Bagi investor cryptocurrency, penurunan profitabilitas berarti tekanan struktural pada industri mining. Ketika pendapatan menurun, beberapa miner mungkin kesulitan menutup biaya operasional. Efek lanjutan bisa memengaruhi supply dan keamanan jaringan dalam jangka menengah.

Baca Juga: 7 Fakta Mengejutkan Bitcoin & Crypto di Epstein Files: Jejak Awal Crypto Terungkap!

2. Banyak Rigs Mendekati Harga Shutdown

Karena harga BTC turun, banyak mesin penambang khusus (ASIC) kini beroperasi hampir di titik impas. Beberapa model populer seperti Antminer S19 XP+ Hydro maupun WhatsMiner M60S tidak menghasilkan keuntungan jika harga BTC tetap di bawah level tertentu.

Harga shutdown adalah tingkat di mana biaya listrik dan pemeliharaan sama atau lebih tinggi dari pendapatan yang dihasilkan. Ketika banyak rig mencapai titik ini, operator menghadapi keputusan sulit: menjual aset mereka atau menghentikan operasi.

3. Titik Shutdown Berkisar Sekitar US$69.000–US$74.000

Model penambang terbaru seperti Antminer S21 memiliki harga shutdown dalam kisaran sekitar US$69.000 hingga US$74.000 per BTC. Jika harga Bitcoin di bawah rentang ini, sebagian besar miner tidak memperoleh profit.

Konversi ke Rupiah dengan nilai 1 USD = Rp16.771 berarti shutdown terjadi sekitar Rp1,16 miliar sampai Rp1,24 miliar per BTC. Hal ini menjadi tekanan besar mengingat biaya listrik dan kebutuhan modal tetap tinggi.

4. Penurunan Hash Rate dan Pendapatan Miner

Hash rate Bitcoin mengalami penurunan selama beberapa periode terakhir, yang menandakan bahwa beberapa miner mungkin telah keluar atau mengurangi operasi. Penurunan hash rate mengindikasikan jaringan mengalami penurunan total daya komputasi yang mampu diproses.

Hash rate yang menurun juga menunjukkan bahwa pendapatan miner semakin tipis karena persaingan dalam memperoleh blok semakin sengit. Hal ini bisa membuat jaringan lebih rentan terhadap fluktuasi dalam jangka pendek.

5. Faktor Cuaca dan Gangguan Eksternal Memperburuk Situasi

Beberapa penambang juga menghadapi gangguan eksternal seperti badai musim dingin di Amerika Serikat yang memengaruhi operasi dan infrastruktur. Gangguan ini memperburuk kondisi profitabilitas karena biaya perbaikan dan downtime meningkat.

Investor crypto perlu memahami bahwa faktor di luar pasar bisa berdampak nyata pada ekonomi penambangan. Ini mencerminkan kompleksitas yang dihadapi oleh industri yang sering dianggap hanya bergantung pada harga aset itu sendiri.

6. Risiko Penjualan Paksa oleh Miner

Ketika operasi menjadi tidak menguntungkan, beberapa penambang bisa memilih untuk menjual cadangan Bitcoin mereka demi menutup biaya tetap. Penjualan ini berpotensi menambah tekanan jual di pasar.

Pergerakan semacam ini dapat memperdalam penurunan harga jika volume penjualan besar terjadi pada periode volatilitas tinggi. Investor perlu memantau tren supply miner sebagai salah satu indikator pasar.

7. Dampak Lebih Luas pada Pasar Crypto

Tekanan profitabilitas ini mencerminkan kondisi pasar yang lebih luas, yang menunjukkan bahwa Bitcoin saat ini diperdagangkan di bawah tekanan jual yang kuat. Miner yang mengalami kesulitan finansial sering menjadi bagian dari dinamika harga yang lebih besar.

Bagi komunitas cryptocurrency, memahami tekanan mining membantu dalam menilai risiko jangka panjang terhadap keamanan jaringan dan dinamika harga. Fenomena ini bukan sekadar masalah teknis; ia mengandung implikasi fundamental pada pasar aset digital.

Baca Juga: 4 Fakta Mengejutkan Bitcoin Tembus Rp1,42 Miliar: Mirip Sinyal Teknis BTC April 2025!

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga BitcoinUSDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Share

Latest News

See All News ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.

pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8