Jakarta, Pintu News – Bitcoin (BTC) dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan pergerakan harga yang melemah di bawah level sekitar US$ 80.000, mencerminkan tekanan jual yang masih kuat di pasar crypto. Selain itu, indikator profitabilitas dari long-term holders (LTH) menunjukkan perubahan perilaku signifikan yang penting dipahami oleh investor maupun pemula dalam menilai kondisi pasar. Berikut lima poin utama dari laporan terbaru.
Salah satu indikator yang banyak diperhatikan saat ini adalah Spent Output Profit Ratio (SOPR), yang menunjukkan apakah koin yang dibelanjakan menghasilkan keuntungan atau kerugian bagi pemegangnya. Laporan terbaru mengungkap bahwa SOPR Bitcoin telah jatuh ke level terendah dalam setahun terakhir, menandakan penurunan profitabilitas bagi sebagian besar pemegang Bitcoin.
Penurunan SOPR ini menggambarkan bahwa banyak long-term holders kini memilih untuk tidak menjual, karena potensi profit yang semakin minim dibandingkan masa lalu. Secara historis, periode SOPR rendah kadang menjadi titik balik ketika tekanan jual mulai mereda.
Interpretasi indikator ini penting karena perubahan perilaku pemegang jangka panjang dapat memengaruhi momentum pasar yang lebih luas. Bila SOPR stabil di dekat angka kritis, kemungkinan terciptanya fase konsolidasi atau pembalikan harga turut meningkat.
Baca Juga: 7 Fakta Mengejutkan Bitcoin & Crypto di Epstein Files: Jejak Awal Crypto Terungkap!

Data on-chain terbaru menunjukkan adanya konvergensi perilaku antara long-term holders dan short-term holders, tetapi dengan penekanan yang berbeda pada profitabilitas. Banyak LTH dilaporkan menunda penjualan karena keuntungan yang lebih rendah saat ini.
Perubahan ini mencerminkan struktur pasar di mana tekanan jual dari pelaku jangka panjang mengalami penurunan relatif, walaupun short-term holders masih menghadapi kerugian. Kondisi seperti ini sering dipantau untuk melihat apakah pasar mulai stabil setelah tekanan jual utama mereda.
Kondisi semacam ini belum tentu menandakan pembalikan harga instan, tetapi bisa menjadi sinyal awal bahwa dominasi penjualan berat mulai melunak.
Walaupun perubahan perilaku LTH menunjukkan tekanan jual yang mulai berkurang, harga Bitcoin masih diperdagangkan di bawah level psikologis penting bagi banyak pelaku pasar: sekitar US$ 80.000. Situasi ini menunjukkan bahwa pasar secara keseluruhan masih berada dalam lingkungan volatil.
Penurunan harga ini berkaitan tidak hanya dengan perilaku investor, tetapi juga kondisi teknikal, termasuk tren moving averages yang masih menurun. Tekanan jual yang belum sepenuhnya mereda tercermin dalam struktur grafik harga yang belum menunjukkan tanda pembalikan signifikan.
Sampai resistance utama yang sebelumnya berubah menjadi support tidak tembus kembali, risiko downside tetap ada menurut data teknikal yang tersedia.

Meskipun terjadi rebound harga dari level terendah sekitar US$ 74.000–US$ 76.000, data volume menunjukkan bahwa rebound ini didorong oleh pembelian taktik atau short covering daripada akumulasi kuat dari investor besar. Volume yang rendah dalam rebound sering kali menunjukkan keterbatasan keyakinan beli yang luas.
Kondisi ini berarti bahwa pasar masih berada dalam fase konsolidasi atau korektif, bukan fase bullish yang kuat. Aksi beli yang lebih kuat biasanya ditandai oleh partisipasi volume yang jauh lebih tinggi dan konsisten dari berbagai kelas investor.
Mulai dari situasi ini, investor perlu memperhatikan sinyal teknikal tambahan agar dapat mengevaluasi kapan momentum akumulasi yang lebih nyata terjadi.
Perubahan perilaku LTH serta indikator SOPR yang rendah dapat memiliki implikasi lebih luas di pasar cryptocurrency. Ketika pemegang jangka panjang menahan penjualan walaupun profit rendah, pasar kadang berada dalam fase tekanan jual akhir sebelum terjadi stabilisasi.
Namun, hal ini tidak serta-merta berarti bahwa tekanan jual atau volatilitas akan segera hilang. Masih ada kemungkinan bahwa pasar akan berkonsolidasi dalam jangka waktu tertentu sebelum tren baru terbentuk.
Investor perlu menggabungkan sinyal on-chain dengan data harga dan sentimen pasar lainnya untuk melihat arah yang lebih jelas dalam beberapa pekan atau bulan mendatang. Evaluasi berkelanjutan terhadap indikator seperti SOPR, level support/resistance, dan volume transaksi akan membantu dalam pengambilan keputusan.
Baca Juga: 4 Fakta Mengejutkan Bitcoin Tembus Rp1,42 Miliar: Mirip Sinyal Teknis BTC April 2025!
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.