Jakarta, Pintu News – Pasar crypto dan cryptocurrency kembali menunjukkan dinamika menarik di tengah fluktuasi global dan meningkatnya adopsi teknologi blockchain. Sejumlah aset digital dinilai memiliki fundamental kuat serta prospek pertumbuhan yang relatif stabil dibandingkan token spekulatif.
Artikel ini merangkum beberapa crypto yang kerap masuk radar investor karena potensi profit, utilitas, dan ekosistemnya, dengan pendekatan edukatif dan netral untuk pemula maupun investor berpengalaman.

Bitcoin (BTC) masih diposisikan sebagai aset utama dalam ekosistem crypto karena statusnya sebagai cryptocurrency pertama dan paling mapan. Dengan suplai terbatas 21 juta koin, BTC sering dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi global. Faktor ini membuat pergerakan harga Bitcoin kerap menjadi acuan sentimen pasar secara keseluruhan.
Dari sisi adopsi, Bitcoin terus diperkuat oleh masuknya institusi keuangan dan produk berbasis BTC, seperti ETF dan layanan kustodian. Stabilitas jaringan serta tingkat keamanan yang tinggi menjadikannya relatif lebih rendah risiko dibandingkan altcoin. Bagi investor pemula, Bitcoin sering dianggap sebagai pintu masuk paling rasional ke dunia crypto.
Baca Juga: 7 Fakta Mengejutkan Bitcoin & Crypto di Epstein Files: Jejak Awal Crypto Terungkap!

Ethereum (ETH) dikenal sebagai tulang punggung bagi berbagai aplikasi terdesentralisasi, mulai dari DeFi hingga NFT. Keunggulan utama Ethereum terletak pada smart contract yang memungkinkan pengembangan ekosistem blockchain yang luas. Hal ini membuat ETH tidak hanya dipandang sebagai aset investasi, tetapi juga bahan bakar jaringan.
Dari sisi ekonomi, biaya transaksi dan mekanisme burn pasca pembaruan jaringan turut memengaruhi suplai ETH. Dalam jangka panjang, utilitas yang terus berkembang dapat menopang nilai Ethereum. Investor yang memahami fundamental blockchain sering melihat ETH sebagai kombinasi antara teknologi dan potensi pertumbuhan harga.

Ripple (XRP) menargetkan sektor pembayaran lintas negara dengan menawarkan transaksi cepat dan biaya rendah. Berbeda dengan banyak crypto lain, XRP dirancang untuk digunakan oleh institusi keuangan dan penyedia layanan pembayaran. Pendekatan ini membuatnya memiliki use case yang lebih spesifik dan terarah.
Meski sempat dibayangi isu regulasi, minat terhadap solusi pembayaran berbasis blockchain tetap relevan. XRP sering dipandang sebagai alternatif teknologi yang dapat melengkapi sistem keuangan tradisional. Bagi investor, nilai XRP kerap dikaitkan dengan tingkat adopsi institusional dan kejelasan regulasi.

Pepe Coin (PEPE) merepresentasikan kategori meme coin yang popularitasnya banyak dipengaruhi komunitas dan tren media sosial. Berbeda dengan Bitcoin atau Ethereum, nilai PEPE tidak bertumpu pada utilitas teknis yang kuat. Namun, volatilitas tinggi sering membuka peluang keuntungan jangka pendek.
Bagi pemula, penting memahami bahwa meme coin membawa risiko lebih besar dibanding crypto dengan fundamental mapan. Harga dapat bergerak ekstrem dalam waktu singkat, baik naik maupun turun. Oleh karena itu, PEPE lebih cocok dipandang sebagai aset spekulatif, bukan investasi jangka panjang.
Memilih crypto tidak hanya soal potensi profit, tetapi juga pemahaman risiko dan tujuan investasi. Investor disarankan memperhatikan fundamental proyek, tingkat adopsi, serta likuiditas pasar. Diversifikasi antara aset mapan seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) dengan aset berisiko lebih tinggi dapat membantu mengelola risiko.
Selain itu, memahami konversi nilai juga penting, terutama bagi investor Indonesia. Sebagai ilustrasi, harga USD 1 setara sekitar Rp16.812, sehingga pergerakan harga global dapat langsung berdampak pada nilai portofolio dalam rupiah. Pendekatan rasional dan berbasis data tetap menjadi kunci dalam menghadapi volatilitas pasar cryptocurrency.
Baca Juga: 4 Fakta Mengejutkan Bitcoin Tembus Rp1,42 Miliar: Mirip Sinyal Teknis BTC April 2025!
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.