Jakarta, Pintu News – Pergerakan whale menjadi salah satu indikator yang kerap diperhatikan investor di pasar crypto dan cryptocurrency. Whale merujuk pada pemilik aset kripto dengan kepemilikan besar yang mampu memengaruhi likuiditas dan sentimen pasar. Pada Februari 2026, data on-chain menunjukkan adanya akumulasi pada beberapa crypto tertentu, mengindikasikan strategi jangka menengah hingga panjang di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif.

Bitcoin (BTC) kembali mencatat peningkatan aktivitas akumulasi dari alamat berkapasitas besar sepanjang Februari 2026. Kondisi volatilitas global dan ketidakpastian makroekonomi membuat BTC tetap dipandang sebagai aset lindung nilai utama di ekosistem crypto. Whale cenderung memanfaatkan fase koreksi untuk menambah posisi secara bertahap.
Dari perspektif struktur pasar, akumulasi Bitcoin sering terjadi saat harga bergerak sideways. Pola ini menunjukkan pendekatan defensif namun strategis, terutama bagi investor institusional. Dalam konteks cryptocurrency, BTC masih menjadi fondasi portofolio besar.
Baca Juga: 7 Fakta Mengejutkan Bitcoin & Crypto di Epstein Files: Jejak Awal Crypto Terungkap!

Ethereum (ETH) juga menjadi salah satu crypto yang dilirik whale pada Februari 2026. Aktivitas on-chain menunjukkan peningkatan transfer ETH ke dompet non-bursa, yang sering diartikan sebagai akumulasi. Utilitas Ethereum sebagai tulang punggung DeFi dan Web3 menjadi alasan utama ketertarikan tersebut.
Selain itu, mekanisme suplai ETH pasca pembaruan jaringan membuat aset ini dipandang lebih efisien secara ekonomi. Whale cenderung melihat ETH sebagai kombinasi antara utilitas teknologi dan potensi nilai jangka panjang. Hal ini menjadikan Ethereum tetap relevan di tengah persaingan blockchain.

Ripple (XRP) menunjukkan peningkatan transaksi bernilai besar selama Februari 2026. Data on-chain mengindikasikan pergerakan whale yang konsisten, baik dalam bentuk akumulasi maupun redistribusi. Aktivitas ini sering dikaitkan dengan ekspektasi perubahan sentimen pasar.
XRP dikenal memiliki likuiditas tinggi dan peran khusus di sektor pembayaran lintas negara. Bagi whale, karakter ini membuat XRP menarik sebagai aset yang relatif cepat dipindahkan dalam skala besar. Dalam pasar crypto, fleksibilitas likuiditas menjadi faktor penting bagi investor besar.

Solana (SOL) juga termasuk crypto yang mengalami peningkatan akumulasi whale. Jaringan Solana dikenal dengan kecepatan transaksi tinggi dan biaya rendah, yang mendukung berbagai aplikasi DeFi dan NFT. Whale cenderung melihat SOL sebagai aset berisiko menengah dengan potensi pertumbuhan ekosistem.
Aktivitas whale pada SOL menunjukkan kepercayaan terhadap kelangsungan jaringan meskipun sempat mengalami volatilitas. Dalam konteks cryptocurrency, akumulasi seperti ini sering terjadi saat sentimen pasar belum sepenuhnya pulih. Hal ini mengindikasikan pendekatan kontrarian dari investor besar.

Chainlink (LINK) menjadi salah satu crypto underrated yang mulai dilirik whale pada Februari 2026. Sebagai penyedia oracle terdesentralisasi, Chainlink memiliki peran krusial dalam menghubungkan data dunia nyata dengan smart contract. Utilitas ini membuat LINK relevan meski jarang menjadi sorotan utama.
Whale cenderung mengakumulasi LINK karena posisinya sebagai infrastruktur, bukan aset spekulatif semata. Permintaan oracle meningkat seiring berkembangnya DeFi dan aplikasi Web3. Dalam jangka panjang, peran fundamental ini menjadi daya tarik utama bagi investor besar.
Meski aktivitas whale sering dijadikan indikator, investor ritel tetap perlu bersikap rasional. Akumulasi whale tidak selalu berarti harga akan naik dalam waktu dekat. Faktor makro, sentimen pasar, dan likuiditas global tetap memengaruhi pergerakan crypto.
Memahami konteks di balik pergerakan whale lebih penting daripada sekadar mengikuti aset yang mereka beli. Dalam pasar crypto dan cryptocurrency yang volatil, pendekatan berbasis manajemen risiko dan tujuan investasi tetap menjadi kunci utama.
Baca Juga: 4 Fakta Mengejutkan Bitcoin Tembus Rp1,42 Miliar: Mirip Sinyal Teknis BTC April 2025!
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.