Jakarta, Pintu News – Pasar aset crypto sedang mengalami tekanan besar pada awal 2026. Harga Bitcoin (BTC) jatuh tajam dari puncaknya dan memicu indeks sentimen pasar terendah sejak crash besar 2022. Penurunan ini tidak hanya memengaruhi BTC, tetapi juga mencerminkan kekhawatiran luas di kalangan investor, baik pemula maupun institusional, sehingga penting memahami faktor-faktor di balik sentimen bearish ini secara ringkas dan jelas.

Sentimen pasar cryptocurrency kini berada pada level ekstrem “fear” yang belum terlihat sejak pertengahan 2022, dan angka indeksnya menyentuh titik paling rendah dalam tiga setengah tahun terakhir.
Indeks Fear & Greed merosot drastis akibat aksi jual besar yang membuat Bitcoin turun hingga sekitar US$60.000, mencerminkan kepanikan pasar serta minimnya minat beli jangka pendek. Situasi ini menyerupai fase bottom di pasar bearish sebelumnya, namun kali ini terjadi saat sentimen global terhadap aset berisiko juga melemah signifikan.
Baca Juga: 5 Crypto yang Dilirik Whale pada Februari 2026, Akumulasi Diam-Diam di Tengah Volatilitas

Bitcoin (BTC) kehilangan sekitar 38 persen nilainya dari level tertinggi tahunannya dalam hitungan minggu, mencerminkan volatilitas luar biasa dan berkontribusi pada penurunan kepercayaan investor di seluruh kripto.
Penurunan tersebut membawa harga BTC ke sekitar US$60.000 dan memicu gelombang likuidasi posisi leveraged besar. Hasilnya, lebih dari ratus ribu trader mengalami likuidasi nilai miliaran dolar dalam periode tersebut.

Tekanan jual besar pada Bitcoin (BTC) menyebabkan ratusan ribu posisi perdagangan margin mengalami likuidasi, terutama yang menggunakan leverage.
Sebanyak lebih dari US$2,7 miliar posisi terhapus dalam periode tekanan pasar tersebut, dengan sebagian besar didominasi oleh posisi long leverage. Fenomena ini menunjukkan bahwa banyak investor mengambil risiko tinggi pada kondisi pasar yang rapuh.
Likuidasi massal seperti ini sering menimbulkan efek domino di keseluruhan pasar crypto, mempercepat penurunan harga aset lain seperti Ethereum (ETH) dan altcoin lainnya.
Koreksi tajam harga Bitcoin (BTC) ikut dipengaruhi oleh gelombang penjualan di pasar saham teknologi dan kekhawatiran ekonomi makro yang lebih luas.
Trader mengaitkan penurunan kripto dengan ekspektasi pelambatan ekonomi, berhentinya potongan suku bunga agresif, serta penurunan minat terhadap aset berisiko. Kombinasi faktor makro tersebut memperparah sentiment negatif di pasar.
Ketika pasar modal tradisional mengalami tekanan, hal ini biasanya memukul aset berisiko seperti cryptocurrency, memicu rebalancing portofolio dari investor besar.
Penurunan sentimen ini tidak hanya dirasakan oleh investor ritel, tetapi juga oleh institusi besar yang memiliki eksposur signifikan pada Bitcoin (BTC) dan kripto lainnya.
Investor institusional sering dianggap sebagai penyangga stabilitas di pasar, namun ketika mereka menghadapi tekanan likuiditas atau merombak strategi risiko, sentimen keseluruhan pasar menjadi semakin bearish. Penurunan kepercayaan ini mendorong retraksi modal dari aset crypto, mengurangi likuiditas pasar, dan meningkatkan kecemasan di antara investor pemula.
Baca Juga: 3 Crypto Underrated Bulan Februari 2026 yang Mulai Dilirik Investor, Bukan Sekadar Hype!
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.