Jakarta, Pintu News – Pada hari ini (10/2), harga perak hari ini tercatat di level Rp51.450,00 per gram, naik sekitar Rp1.200,00 dari harga terakhir di Rp50.250,00 per gram. Kenaikan ini menunjukkan adanya sentimen positif pada komoditas perak, yang kerap dipandang sebagai alternatif investasi selain emas.
Bagi pemilik perak, penguatan harga ini tentu menjadi kabar baik karena nilai kepemilikan ikut meningkat. Sementara bagi calon investor, level harga saat ini bisa menjadi bahan pertimbangan: apakah ingin mulai mengakumulasi perak sebagai diversifikasi portofolio, atau menunggu peluang koreksi di kemudian hari.
Berikut daftar harga perak murni, menurut data dari Logam Mulia:
Berikut daftar harga perak Heritage, menurut data dari Logam Mulia:
Baca juga: Harga Buyback Emas Hari Ini, 10 Februari 2026
Harga perak (XAG/USD) melemah ke kisaran $82,65 pada sesi perdagangan Asia hari Selasa (10/2), tertekan oleh rebound ringan pada nilai Dolar AS (USD). Sejumlah pelaku pasar memilih merealisasikan keuntungan setelah kenaikan harga sebelumnya, sambil menilai kembali kekuatan ekonomi dan tren inflasi.
Sepekan ini, pasar juga menunggu rilis serangkaian data penting AS, termasuk data ketenagakerjaan Januari yang sempat tertunda serta laporan inflasi terbaru.
Data ekonomi AS yang solid pekan lalu sempat menguatkan nilai Dolar dan menekan harga komoditas yang dihargakan dalam USD, termasuk perak. Kepercayaan konsumen di AS sedikit membaik pada Februari, tercermin dari kenaikan Indeks Sentimen Konsumen Universitas Michigan menjadi 57,3 dari 56,4 di Januari, melampaui ekspektasi pasar di level 55.
Di sisi lain, tensi geopolitik dan ketidakpastian global berpotensi kembali mengangkat minat terhadap aset safe haven seperti perak. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menggambarkan pembicaraan nuklir dengan AS pekan lalu sebagai “sebuah langkah maju,” meskipun tetap menolak segala bentuk intimidasi.
Namun, risiko tetap tinggi karena Menlu Iran juga menyatakan bahwa mereka siap menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah jika Negeri Paman Sam melancarkan serangan ke Iran.
Silver ETF Tertokenisasi (SLVon) adalah token digital yang diterbitkan oleh Ondo Global Markets dan dirancang untuk mengikuti pergerakan harga iShares Silver Trust (SLV), ETF perak terbesar di dunia yang dikelola BlackRock.
Setiap SLVon memiliki nilai yang setara dengan saham SLV (1:1), sehingga harganya bergerak naik dan turun sesuai dengan harga perak global dalam satuan troy ounce. Melalui SLVon, investor bisa mendapatkan eksposur ke pasar perak secara on-chain dalam bentuk aset digital yang mudah diakses.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.