Robert Kiyosaki Nyatakan Bitcoin Lebih Unggul dari Emas untuk Diversifikasi Jangka Panjang

Updated
February 10, 2026
Share

Jakarta, Pintu News – Pengamat keuangan Robert Kiyosaki kembali memicu perdebatan soal investasi alternatif dengan secara terbuka lebih memilih Bitcoin (BTC) daripada emas, dengan alasan perbedaan struktural dalam pasokan, bukan karena pergerakan harga jangka pendek.

Dalam sebuah unggahan terbaru di X, Kiyosaki menyatakan bahwa keduanya sama-sama memiliki peran penting dalam diversifikasi portofolio. Namun, ketika harus memilih salah satu, ia mengaku lebih condong pada Bitcoin.

Komentarnya muncul di tengah meningkatnya volatilitas di pasar kripto maupun pasar keuangan tradisional, saat para investor masih berhadapan dengan ketidakpastian yang berkepanjangan.

Dibatasi oleh Pasokan: Inti Argumen Bitcoin

Kiyosaki membingkai perbandingan antara emas dan Bitcoin dari sudut pandang dinamika pasokan. Ia menjelaskan bahwa produksi emas bisa meningkat ketika harganya naik, karena valuasi yang lebih tinggi mendorong aktivitas penambangan tambahan.

Baca juga: Whale Misterius Borong 2 Crypto Ini Setelah Pasar Rontok!

Ia juga menambahkan bahwa dirinya masih terlibat langsung dalam bisnis pertambangan emas, yang menunjukkan kedekatannya dengan industri tersebut.

Sebaliknya, Bitcoin digambarkan sebagai aset yang secara bawaan sangat terbatas. Kiyosaki menyoroti bahwa suplai Bitcoin dikunci pada batas maksimum 21 juta koin, dan setelah angka itu tercapai, tidak akan ada tambahan pasokan baru. Menurutnya, keterbatasan struktural ini membuat Bitcoin berbeda dari komoditas tradisional dan menjadi salah satu dasar nilai jangka panjangnya.

Karena jumlah Bitcoin tidak bisa ditambah, Kiyosaki berpendapat bahwa tekanan harga dalam jangka panjang seharusnya cenderung naik. Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya membeli Bitcoin sejak awal dan masih menganggap keputusan tersebut sebagai langkah yang tepat.

Ketakutan Ekstrem Menyelimuti Pasar Crypto

Pernyataan Kiyosaki muncul di tengah suasana pesimisme yang sangat kuat di pasar aset kripto. Sebagai gambaran, Crypto Fear & Greed Index belum lama ini anjlok ke level 5, sebuah angka yang mengindikasikan ketakutan ekstrem dan jarang terjadi.

Sentimen ini muncul setelah koreksi tajam pada aset kripto utama. Bitcoin sempat mengalami aksi jual besar-besaran pekan lalu, jatuh cepat hingga sedikit di atas $60.000 dan menghapus sekitar $10.000 dari harganya hanya dalam hitungan jam.

Setelah itu, harga kembali pulih, dengan Bitcoin naik lagi ke atas $70.000. Pada saat artikel ini diterbitkan, Bitcoin diperdagangkan di kisaran $70.364, masih lebih dari 40% di bawah rekor tertingginya pada Oktober 2025 di $126.080.

Sebagai perbandingan, emas melewati periode yang sama dengan pergerakan yang relatif lebih stabil. Logam mulia ini diperdagangkan di sekitar $5.029 per troy ounce, naik 1,28% pada hari itu.

Awal tahun ini, emas sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di level $5.602 pada 29 Januari 2026, sehingga harganya saat ini masih berada dekat dengan level rekor di tengah gejolak pasar yang lebih luas.

Kiyosaki Hentikan Sementara Aksi Beli Baru

Meski kembali menegaskan keyakinannya pada aset-aset berwujud (hard assets), Kiyosaki baru-baru ini mengatakan bahwa ia untuk sementara menghentikan pembelian baru Bitcoin, emas, dan perak.

Baca juga: Prospek Saham Nvidia: Lonjakan AI Bisa Dongkrak Valuasi NVDA ke $5 Triliun?

Ia mengaitkan keputusan tersebut dengan kekhawatiran terhadap kondisi keuangan pemerintah AS, bukan karena ada masalah pada fundamental aset-aset itu sendiri.

Menurut Kiyosaki, utang nasional Amerika Serikat saat ini berada di kisaran $38 triliun. Jika kewajiban jangka panjang seperti Social Security dan Medicare ikut dihitung, ia mengklaim total liabilitas bisa mendekati $250 triliun. Angka-angka ini ia jadikan sebagai bukti bahwa tekanan keuangan sistemik semakin meningkat.

Keyakinan Tetap Kuat Meski Sementara Menepi

Kiyosaki menegaskan bahwa langkah menahan diri dari membeli bukan berarti pandangan jangka panjangnya berubah. Ia mencontohkan beberapa investasi lamanya, dengan menyebut bahwa ia membeli perak di kisaran $60, Bitcoin sekitar $6.000, dan emas di dekat level $300.

Dalam waktu lebih baru, ia sempat menjual sebagian kepemilikan Bitcoin dan emasnya untuk keperluan perencanaan pajak, bukan karena mengubah strategi investasinya. Untuk saat ini, ia memilih menunggu terbentuknya level harga dasar (market bottom) yang lebih jelas sebelum kembali masuk.

Di saat yang sama, Kiyosaki menggambarkan penurunan pasar belakangan ini sebagai peluang. Menurutnya, volatilitas pada akhirnya akan menguntungkan investor yang siap menambah kepemilikan aset ketika pasar sedang diliputi rasa takut.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Latest News

See All News ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.

pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8