Jakarta, Pintu News – Harga Ethereum (ETH) hari ini bergerak di kisaran $1.945 setelah sebelumnya menguji level support $1.900 akibat koreksi 10% dalam sepekan terakhir. Kenaikan tipis ini terjadi di tengah arus keluar dana dari ETF spot Ethereum yang mencapai $129 juta pada 11 Februari, menjadikannya salah satu outflow harian terbesar sejak produk tersebut diluncurkan.

Pada 13 Februari 2026, harga Ethereum tercatat berada di sekitar $1,945 atau setara dengan Rp32.795.144 mengalami koreksi 0,89% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, ETH sempat menyentuh level terendahnya di Rp32.006.656 dan level tertingginya di Rp33.663.084.
Saat penulisan, kapitalisasi pasar Ethereum kini berada di sekitar Rp3.953 triliun, dengan volume perdagangan harian yang turun 17% menjadi Rp323,77 triliun dalam waktu 24 jam terakhir.
Baca juga: Harga Bitcoin Turun ke $67.000 Hari Ini (13/2/26): Para Analis Memperkirakan Kejatuhan BTC?
Berdasarkan data SoSoValue, ETF spot Ethereum mencatat net outflow sebesar US$129,18 juta pada perdagangan kemarin, dengan ETF FETH milik Fidelity menjadi yang paling agresif melakukan penjualan, yakni sekitar US$67,99 juta. Total aset kelolaan (net assets) kini berada di kisaran US$11,27 miliar, setara dengan sekitar 4,78% dari kapitalisasi pasar Ethereum.
Secara kumulatif, arus masuk (net inflows) ETF Ethereum masih positif di angka US$11,75 miliar. Namun lonjakan arus keluar dalam beberapa hari terakhir mengindikasikan bahwa pelaku institusional cenderung mengurangi eksposur, bukan memanfaatkan pelemahan harga untuk akumulasi. Ketika aliran dana di pasar spot dan ETF sama-sama berbalik negatif, harga biasanya ikut tertekan, yang menjelaskan penembusan level US$2.000 dari sisi harga.
Arus keluar ini berbanding terbalik dengan optimisme sebelumnya terkait adopsi institusional. Produk ETHA milik BlackRock dan produk ETH Grayscale memang mencatat outflow yang lebih kecil, tetapi tren keseluruhan menunjukkan distribusi (jual) yang tersebar di berbagai penerbit.
Selama belum terjadi pembalikan arus dana ETF menjadi masuk kembali, harga Ethereum masih rentan mengalami penurunan lanjutan.

Pada grafik harian (12/2), harga Ethereum kini bergerak di bawah seluruh rata-rata bergerak utama. EMA 20 hari berada di sekitar $2.388, EMA 50 hari di kisaran $3.182, dan EMA 100 hari di sekitar $3.003. Indikator Bollinger Bands menunjukkan band tengah di level $1.595, dan saat ini harga tengah menguji area tersebut setelah jatuh tajam dari level tertinggi Desember di atas $4.000.
Struktur teknikal yang terlihat antara lain:
Ethereum kehilangan dukungan EMA 20 hari sejak akhir Januari dan sejauh ini gagal menembus kembali ke atasnya dalam beberapa percobaan. Pola pergerakan harga pun berubah dari konsolidasi menjadi breakdown, menempatkan pasar dalam fase korektif.
Penutupan harga harian di atas $2.388 akan menjadi sinyal awal bahwa tekanan jual mulai melemah karena EMA 20 hari berhasil direbut kembali, tetapi momentum saat ini masih mengarah ke bawah.
Level $1.900 menjadi support psikologis yang krusial. Jika area ini jebol, tekanan jual berpotensi menyeret harga menuju zona permintaan berikutnya di sekitar $1.750, yaitu area di mana pembeli sebelumnya kembali masuk saat koreksi di masa lalu.
Baca juga: Bitcoin Terjun 50%, Ini Daftar Crypto Favorit Grayscale untuk Rebound : ETH, SOL, LINK & Lainnya

Pada grafik 1 jam (12/2), Ethereum terlihat terjebak dalam pola segitiga simetris, dengan pergerakan harga yang makin menyempit mendekati area apex di sekitar $1.976. Indikator Parabolic SAR berada di level $1.986 dan berfungsi sebagai resistance terdekat.
Sementara itu, RSI berada di kisaran 54,36 — netral, tetapi mulai menunjukkan pemulihan setelah sebelumnya menyentuh area jenuh jual (oversold).
Struktur pergerakannya memperlihatkan bahwa:
Di sisi bawah, buyer berusaha mempertahankan batas bawah segitiga setelah penurunan tajam dari area $2.150. Jika harga berhasil menembus ke atas level $2.000 dengan dukungan volume yang kuat, skenario bearish bisa terbantahkan dan membuka peluang pengujian kembali level $2.150.
Sebaliknya, jika harga jebol ke bawah $1.900, tren penurunan berpotensi berlanjut dengan target berikutnya menuju area $1.750.
Secara teori, pola segitiga seperti ini biasanya diikuti pergerakan lanjutan dengan kisaran yang kurang lebih setara dengan tinggi pola tersebut. Dengan rentang kompresi antara $1.900 hingga $2.100, penembusan bersih ke salah satu arah bisa memicu volatilitas yang cukup besar.

Ethereum dijadwalkan menjalani dua upgrade besar pada 2026. Upgrade Glamsterdam direncanakan berlangsung pada paruh pertama tahun, menghadirkan fitur Proposer-Builder Separation dan Block-Level Access Lists yang bertujuan meningkatkan keadilan MEV serta memperkuat ketahanan terhadap sensor.
Menyusul setelahnya, pembaruan Hegota akan diterapkan pada akhir 2026 dengan mengimplementasikan Verkle Trees untuk memperbaiki akses state dan meningkatkan skalabilitas jaringan.
Saat ini, para pengembang tengah melakukan pengujian di blob-devnet-0 agar mainnet nantinya mampu menampung lebih banyak blob, meski klien Prysm dan Lighthouse masih menghadapi sejumlah kendala integrasi. Testnet bals-devnet-2 dijadwalkan meluncur pada 4 Februari, sementara jaringan epbs-devnet-0 direncanakan menyusul pada akhir Februari.
Rangkaian upgrade ini membawa peningkatan teknis yang signifikan, namun pasar tampaknya belum sepenuhnya memasukkan (price in) potensi dampaknya ke dalam harga. Pergerakan harga sekarang lebih mencerminkan tekanan jual jangka pendek dibanding ekspektasi terhadap pembaruan jaringan yang akan datang.
Jika arus dana ETF mulai stabil dan level teknikal penting mampu dipertahankan, narasi seputar upgrade tersebut berpotensi menjadi penopang harga seiring berjalannya tahun 2026.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.